Blog
Spread the love

Setiap orangtua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya. Oleh karena itu, orangtua sering mengarahkan apa saja yang menurutnya baik untuk sang anak. Walau kadang sang anak enggan atau membantah. Namun sebagai orang tua tidak harus mencari berbagai alasan ataupun marah, berteriak dan berdebat dengan putra-putri Bunda yang aktif, cerdas dan pandai berkilah. Karena orang tua yang bijak cukup hanya mengulangi perintahnya dengan lembut, ramah dan tenang.

Semua hal yang belum diketahui oleh buah hati Bunda tentang apa itu kewajiban menaati kedua orang tuanya adalah sesuatu yang wajar. Oleh sebab itu Bunda perlu sabar dalam menghadapinya karena bisa jadi sikap yang kita anggap membangkang karena anak tidak melaksanakan perintah Bunda adalah karena mereka tidak faham dengan maksud Bunda.

Berdasarkan pengalaman, ada beberapa faktor yang membuat anak Bunda tidak patuh pada perintah Bunda:

1. Cara memberi perintah

Perintah yang mengambang membuat anak tidak tahu maksud yang Bunda inginkan. Misalnya perkataan Bunda pada anak, “Bereskan kamarmu, jadilah anak yang sopan dan jangan jadi anak nakal”. Contoh seperti itu adalah perintah yang mengambang dan tidak definitif. Anak tidak paham dengan maksud kata sopan dan nakal. Itu yang membuat anak Bunda terkesan nakal dan juga membangkan di mata Bunda.

Oleh karena itu perintah Bunda harus definitif. Misal, apabila Bunda memerintah untuk membereskan kamar maka Bunda dapat membagi tugas-tugas tersebut menjadi tugas kecil. Misal, “rapikan tempat tidurmu ya nak, kemudian sapulah lantai kamarmu”.

Dan begitu juga ketika Bunda meminta anak Bunda untuk bersikap sopan dan tidak nakal maka Bunda perlu mendeskripsikan kata sopan dan nakal karena anak Bunda tidak memahami itu. Misal, ketika Bunda mengajak anak Bunda bertamu tiba-tiba ia lari-lari di ruang tamu dan tidak sengaja menabrak kursi yang ada di sana. Maka jangan katakan “yang sopan nak, jangan nakal”. Tapi katakan kepadanya, “ayo anak sholeh duduk dengan yang tenang ya”.

2. Tidak menyadari perintah Bunda

Terkadang pada saat Bunda berbicara pada buah hati Bunda, mereka tidak menaruh perhatian pada Bunda. Misalnya, Bunda berbicara pada anak yang sedang asyik makan, sedang asyik bermain, atau menyimak, dan lain-lain. Dalam kondisi seperti ini, anak Bunda sedang sibuk dan kesadarannya tidak tertuju ke Bunda namun mereka sedang fokus dengan apa yang sedang ia kerjakan. Pada saat itu ia tidak akan mendengarkan ucapan Bunda dan pasti akan menganggap anak Bunda membangkang.

Saat anak Bunda sedang sibuk sebaiknya Bunda menasehatinya berulang-ulang dan tanyakan padanya apakah ia tahu bahwa Bunda sedang berbicara padanya. Kalau anak masih belum menyadari ucapan atau maksud Bunda, maka sentuhlah anak bunda dengan tangan lembut agar ia menatap Bunda, kemudian mintalah sekali lagi tanpa emosi dan juga berteriak.

3. Waktu yang tidak tepat

Terkadang Bunda meminta sesuatu kepada anak Bunda untuk melakukan apa yang Bunda perintahkan dengan segera. Tetapi mereka dalam kondisi yang tidak menginginkan untuk melakukan hal itu sehingga ia menundanya. Dan terkadang ia pun menolaknya. Misalkan, ketika anak Bunda ada masalah dengan temannya lalu Bunda menyuruhnya untuk meminta maaf dengan segera, dan ia tidak mau.

Lalu Bunda mengulangi permintaan Bunda dan terus memotivasinya tetapi anak Bunda masih enggan. Sudah pasti pada saat itu Bunda akan mengatakan bahwa anak tidak patuh dengan perintah Bunda. Padahal penolakan anak Bunda adalah karena ia masih butuh waktu agar dapat menerima keadaan dan juga akan melaksanakan perintah Bunda.

Kalau Bunda ingin buah hati dapat melakukan semua yang Bunda instruksikan kuncinya hanyalah sabar dan menunggu ia siap untuk melakukannya.

Sumber Ilustrasi foto : google

Baju Menyusui Gamis Menyusui / Khimar Syar’i / Gamis Ibu Menyusui /Gamis Ibu Hamil / Pakaian Menyusui

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.