Blog
Spread the love

Pernah dengar kutipan terkenal, “Bahagia itu kita sendiri yang menciptakan, bukan orang lain,”? Memang sebenarnya Bunda sendirilah yang dapat mengendalikan emosi diri. Akan tetapi, tidak semua orang mampu mengatur naik turunnya emosi. Terkadang, pengaruh dari lingkungan dan orang-orang sekitar turut mengubah mood Bunda hingga 180 derajat. Nah, yang selalu menjadi pertanyaan sampai saat ini, sebetulnya ada tidak cara agar hidup bahagia meski hadir di tengah orang-orang yang negatif?

Cara agar hidup bahagia dalam situasi negatif sekalipun

Sebelum menyalahkan orang lain karena mood hancur seketika, ternyata otak Bunda sendiri ikut terlibat sebagai salah satu pemicunya. Ya, otak merupakan organ tubuh yang sangat peka terhadap semua hal, dari yang berbau negatif sampai positif.

Sinyal yang ditangkap otak akan diteruskan ke sel-sel saraf dalam tubuh untuk memberikan respons tertentu. Entah itu marah, kecewa, sedih, hingga bahagia. Karena itu, sebenarnya kunci agar hidup bahagia adalah mengendalikan emosi dan respons Bunda terhadap hal-hal negatif.

Namun, harus mulai dari mana? Ini dia langkah-langkahnya!

1. Cari tahu pemicu emosi negatif

Semua hal yang terjadi pasti ada penyebabnya, termasuk mengapa Bunda merasa dikelilingi oleh hawa negatif dari orang-orang sekitar. Sebagai langkah awal, kenali akar masalah dari rasa tidak nyaman tersebut.

Mungkin Bunda merasa risi karena mendengar teman yang membicarakan kejelekan orang lain di belakang, dijadikan bulan-bulanan oleh pasangan yang sedang disulut emosi, atau teman kantor yang seenaknya.

Berusaha mencari tahu hal tersebut satu per satu, perlahan tapi pasti akan membantu Bunda untuk menyadari faktor apa saja yang menciptakan aura negatif di sekitar Bunda.

2. Fokus pada hal yang dapat dikendalikan

Ada banyak hal yang tak dapat Bunda kendalikan di dunia ini, misalnya kondisi jalanan ketika Bunda berangkat ke sekolah, kampus, atau kantor. Berusaha mengendalikan hal-hal di luar kuasa Bunda akan bikin Bunda susah bahagia. Maka itu, kuncinya adalah fokus pada hal-hal yang dapat Bunda kendalikan.

Misalnya jalanan macet parah, yang dapat Bunda kendalikan adalah reaksi Bunda sendiri. Sadari bahwa kemacetan itu di luar kendali Bunda. Yang dapat Bunda lakukan yaitu fokus mencari jalan alternatif atau jalan pintas atau mencari kesibukan di tengah kemacetan seperti membalas chat atau e-mail supaya waktu tidak terbuang sia-sia. Selain mengalihkan perhatian Bunda dari emosi negatif, Bunda juga dapat menjadi lebih produktif.

3. Bangkitkan sugesti positif

Ketika Bunda memikirkan hal yang negatif terus-terusan, dapat saja malah hal tersebut benar-benar terjadi. Ini karena pikiran Bunda sendiri sangat memengaruhi tindakan Bunda. Dengan kata lain begini, misalnya Bunda sedang diselimuti rasa grogi saat kencan pertama.

Kenyataannya? Benar saja, Bunda gugup setengah mati saat pertama kali bertemu gebetan sampai sering melakukan kesalahan sepele yang memalukan. Itu semua adalah pengaruh sugesti. Ketika Bunda percaya hal-hal buruk akan datang, maka tanpa butuh waktu lama pikiran tersebut seolah hadir dalam dunia nyata. Begitu pula saat Bunda fokus memikirkan sesuatu yang positif.

Dalam sisi psikologis, kondisi ini dikenal sebagai “perception is projection”. Atau mudahnya, apa yang ada dalam persepsi Bunda dapat dengan mudah terwujud dalam kehidupan nyata.

Jadi sebisa mungkin jauhi pikiran buruk dan ciptakan pikiran yang baik meski sedang terjebak dalam lingkungan yang tidak mengenakkan.

 4. Pupuk diri dengan emosi baik

Kebahagiaan sulit dicapai begitu saja tanpa diiringi dengan usaha yang maksimal. Percuma Bunda terus mengutuk diri sendiri karena kesal dengan sikap orang sekitar, tapi tidak berusaha menyingkirkan perasaan “mengganjal” tersebut.

Daripada terus memasang wajah cemberut yang malah akan bikin bad mood, lebih baik tenangkan diri dengan melakukan aktivitas lain yang dapat bikin senang. Membaca buku favorit, berjoget sambil mendengarkan musik di kamar, menonton film, atau melakukan yoga dapat jadi beberapa pilihan kegiatan positif.

Setelah selesai dengan semua langkah ini, coba rasakan perubahan emosi dalam diri Bunda. Sudahkah Bunda merasa lebih baik daripada sebelumnya?

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.