Blog
Spread the love

Umumnya Bunda akan dapat mengetahui jenis kelamin bayi lewat pemeriksaan USG begitu usia kehamilan menginjak 18-20 minggu. Meski begitu, masih ada berbagai mitos yang sampai saat ini masih dipercaya masyarakat mengenai cara memprediksi jenis kelamin bayi. Misalnya saja Bunda hamil yang ngidam makanan manis-manis dan bentuk perutnya lebih membesar di atas tandanya ia hamil anak perempuan. Benarkah begitu? Yuk, cek kebenarannya lewat bukti medis yang ada!

Benarkah hamil anak perempuan jika…?

1. Mengalami morning sickness parah

Beberapa orang berpikir bahwa Bunda hamil yang mengalami morning sickness parah artinya sedang hamil anak perempuan.

Faktanya, morning sickness atau mual adalah tanda paling umum dari kehamilan trimester awal. Morning sickness terjadi akibat peningkatan dua hormon kehamilan, yaitu hormon gonadotropin (hCG) dan estrogen, bersamaan dengan penurunan gula darah yang sangat rendah. Pada Bunda yang gejalanya amat parah, mual-mual ini disebut dengan hiperemesis gravidarum.

Morning sickness biasanya dimulai pada minggu kehamilan ke-6 dan berhenti pada minggu ke-12. Morning sickness tidak ada kaitannya dengan jenis kelamin bayi.

2. Perubahan mood yang ekstrem

Perubahan mood saat hamil dipengaruhi oleh peningkatan tingkat estrogen (hormon seks wanita) yang kemudian dikaitkan sebagai pertanda hamil anak perempuan.

Kenyataannya, tidak ada studi medis yang mendukung teori tersebut. Perubahan mood memang sangat dipengaruhi oleh kadar estrogen dalam tubuh, tapi ini adalah efek hormonal yang umum dan wajar terjadi pada setiap kehamilan. Tinggi rendahnya kadar estrogen tidak menentukan jenis kelamin bayi.

3. Bentuk perut lebih menonjol di atas

Mungkin ini adalah mitos cara memprediksi jenis kelamin bayi yang paling populer dan masih dipercaya sampai sekarang.

Padahal faktanya, bentuk perut tidak ada hubungannya sama sekali dengan jenis kelamin bayi yang ada dalam kandungan. Rahim akan terus membesar sepanjang usia kehamilan untuk memfasilitasi tumbuh kembang si janin, terlepas dari apa pun jenis kelaminnya.

Nah, perubahan bentuk dan posisi lonjong perut akan sangat tergantung pada seberapa banyak berat badan Bunda yang bertambah selama kehamilan, tipe badan Bunda, serta kekuatan otot perut Bunda selama ini.

Semakin kuat otot-otot perut Bunda, perut dan rahim akan semakin stabil untuk menopang segala perubahan janin selama 9 bulan ke depan.

4. Detak jantung bayi cepat

Beberapa orang percaya kalau detak jantung bayi berdetak lebih cepat dari 140 denyut per detik adalah pertanda bayi perempuan.

Detak jantung bayi perempuan biasanya memang lebih cepat daripada bayi laki-laki, tapi ini cenderung terjadi setelah mereka lahir. Selama masih di dalam perut, tidak ada perbedaan yang berarti antara detak jantung janin perempuan dan laki-laki.

Detak jantung janin selama dalam kandungan juga akan terus berubah-ubah. Dalam 5 minggu pertama kehamilan, denyut jantung janin kira-kira akan sama dengan Bunda, yaitu antara 80-85 denyut per menit. Selanjutnya, pada minggu ke-9 akan menjadi 170-200 denyut per menit.

Seiring waktu sampai akhirnya mendekati hari persalinan detaknya akan perlahan melambat jadi 120-160 denyut per menit.

5. Ngidam makan yang manis-manis

Beberapa orang bilang kalau saat hamil sering ngidam yang manis-manis artinya Bunda mengandung bayi perempuan, sementara ngidam yang asin atau asam artinya bayi laki-laki.

Faktanya, ngidam tidak ada hubungannya sama sekali dengan jenis kelamin bayi. Bunda hamil ngidam suatu makanan justru diduga akibat kekurangan mineral tertentu selama kehamilan.

6. Berat badan hanya bertambah di area perut

Katanya kalau berat badan hanya bertambah di sekitar area tengah perut, ini tanda hamil anak perempuan. Sementara kalau pertambahan berat hanya terasa di ujung depan artinya hamil laki-laki.

Faktanya, berat badan Bunda hamil akan terasa berat di semua sisi secara merata.

7. Kulit berminyak dan rambut kusam

Kulit Bunda berminyak saat hamil atau rambut yang berubah jadi kusam? Ini juga dianggap sebagai tanda-tanda kalau Bunda mengandung anak perempuan.

Katanya karena bayi perempuan akan menarik kecantikan ibunya sehingga penampilan fisik Bunda akan berubah total. Tentu mitos ini tidak benar adanya.

Kulit wajah dan rambut yang semakin berminyak selama kehamilan dipengaruhi oleh perubahan hormon yang ikut meningkatkan produksi minyak di kulit dan kulit kepala. Bukan akibat jenis kelamin bayi.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.