Blog
Spread the love

Bibir kering dan pecah-pecah pastinya sangat mengganggu dan membuat gerakan bibir jadi tidak nyaman. Bahkan kadang bibir pecah-pecah terasa perih karena mudah sekali luka. Lantas, bagaimana jika ini terjadi pada bayi yang baru lahir? Kenapa bibir bayi kering dan pecah-pecah saat baru lahir? Apa tanda-tandanya kalau bibir bayi kering dan pecah-pecah?

Bibir bayi baru lahir kering dan pecah-pecah, wajar tidak?

Jika Bunda melihat bibir bayi kering dan pecah-pecah ketika baru lahir, pada dasarnya ini bukan tanda yang membahayakan. Ini adalah masalah umum yang terjadi pada kebanyakan bayi yang baru lahir.

Bahkan kebanyakan bayi masih tampak nyaman dan minum ASI dengan baik saat mengalami kondisi ini.

Meskipun begitu, Bunda harus mengatasi bibir pecah-pecah sesegera mungkin karena bibir dengan kondisi itu dapat berdampak buruk saat bayi sedang menggerakan bibirnya. Kadang-kadang, bibir pecah-pecah ini juga dapat menyebabkan infeksi serius.

Masalah bibir pecah-pecah pada bayi ini biasanya bisa sembuh menggunakan pengobatan alami hanya dalam beberapa hari.

Namun, jika selain bibir kering dan pecah-pecah ini terdapat tanda dan gejala lain yang menyertai misalnya bayi tampak kesakitan serta bibir kering dan pecah-pecah ini tidak sembuh dalam jangka waktu yang lama, Bunda perlu berkonsultasi pada dokter.

  • Tanda-tanda bibir bayi kering
  • Bibir terlihat luka, merah, atau kering
  • Bibir terasa kering saat disentuh
  • Retakan yang muncul di permukaan bibir dapat menjadi lebih dalam dari waktu ke waktu
  • Retakan ada yang berdarah
  • Kulit menjadi gelap di sekitar bibir
  • Kenapa bibir bayi pecah-pecah dan kering saat baru lahir?
  • Keajaiban menyusui bayi baru lahir

Pelepasan lapisan kulit

Bayi baru lahir biasanya akan melepaskan beberapa lapisan kulitnya setelah lahir. Ini dilakukan untuk menyesuaikan diri dengan dunia di luar rahim ibu. Ini proses yang normal, dan memang akan membuat kulit terkelupas dan terlihat kering.

Sensitivitas kulit bayi

Beberapa bayi memiliki kulit yang lebih sensitif dibandingkan bayi lainnya. Kulit bibir bayi yang sensitif ini kemudian akan sangat mudah terpengaruhi oleh efek kosmetik.

Contohnya, bibir pecah-pecah ini terjadi saat seseorang mencium bayi menggunakan riasan wajah sehingga dapat memicu ruam dan menyebabkan retakan-retakan di bibir. Kain, tisu, losion, dan krim skincare atau kosmetik dapat memicu reaksi di kulit bibir beberapa bayi.

Bayi suka mengisap dan menjilati bibir

Bayi yang baru lahir memiliki naluri untuk mengisap yang sangat kuat sehingga mereka bisa terus mengisap atau menjilati bibir mereka sendiri. Ya, bayi mungkin melakukannya ketika ia tidak sedang menyusui.

Nah, kebiasaan ini dapat menyebabkan bibir kering karena air liur pada bibir menguap dan membuat permukaan kulit ini jadi lebih dehidrasi.

Bayi mengalami dehidrasi

Bayi baru lahir juga dapat mengalami dehidrasi jika belum mendapatkan cukup ASI. Ditambah lagi jika cuaca terasa panas. Ini bisa mengganggu kelembapan bibir bayi.

Ini tanda-tandanya kalau bayi yang baru lahir mengalami dehidrasi:

  • Bagian ubun-ubun atau fontanel bayi berbentuk cekung
  • Mata cekung
  • Menangis tanpa air mata
  • Tangan dan kaki dingin
  • Jantung berdetak kencang
  • Kulit kering
  • Bayi tampak lemas

Jika bibir bayi kering dan pecah-pecah serta tanda-tanda di atas, dapat jadi bayi Bunda mengalami dehidrasi.

Obat-obatan tertentu

Bibir- pecah-pecah juga dapat terjadi akibat penggunaan obat tertentu yang digunakan oleh bayi yang baru lahir. Ini adalah efek samping dari penggunaan obat yang akan hilang jika pemberian obat tersebut dihentikan. Diskusikan oleh dokter Bunda jika bibir kering dan pecah-pecah ini timbul akibat penggunaan obat untuk menemukan solusi yang paling tepat.

Perubahan cuaca

Cuaca yang tidak menentu bisa menarik uap air dari kulit dan dapat membuat bibir bayi semakin kering hingga pecah-pecah. Cuaca panas terik, dingin, atau berangin dapat membuat bibir pecah-pecah.

Penyakit kawasaki

Penyakit kawasaki adalah penyakit yang menimbulkan peradangan di pembuluh darah dan demam berkepanjangan. Demam ini dapat terjadi selama 5 hari atau lebih pada bayi, dan salah satu ciri yang khas adalah bibir pecah-pecah, berwarna merah cerah diikuti dengan tangan dan kaki yang bengkak, serta berwarna kemerahan di bagian telapak. Biasanya penyakit ini muncul pada usia 6 bulan-2 tahun, jarang di bawah 3 bulan.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.