Tahukah Bunda Pentingnya Berkomunikasi Dengan Bayi ? Ini Dia Penjelasannya

Tahukah Bunda Pentingnya Berkomunikasi Dengan Bayi ? Ini Dia Penjelasannya

Bunda dapat bermain, bersenda gurau, dan juga berkomunikasi dengan bayi Bunda. Kendati masih kecil, bayi Bunda rupanya dapat merespons Bunda sejak lahir. Dia dapat mengenali suara dan ucapan Bunda. Bunda dapat berkomunikasi dengan bayi menggunakan bahasa bayi. Karena bila Bunda berbicara dengan menggunakan bahasanya, ia akan terdorong untuk menjawabnya.

Jangan mengira bayi belum dapat diajak berkomunikasi. Setelah lahir, bayi akan berkomunikasi melalui senyum, tawa, atau tangisan saat merasa tidak nyaman. Jauh sebelum dapat bicara, dia telah memahami kata-kata yang sering Bunda ucapkan dan mampu menangkap emosi Bunda.

Pentingnya Mengajak Bayi Bicara

Berkomunikasi dengan bayi adalah sesuatu hal yang penting, karena semakin dini Bunda mengajaknya bicara, perkembangan kemampuannya seperti membaca, menulis, dan interpersonalnya semakin cepat berkembang.

Jauh sebelum Si Kecil mulai dapat berbicara dengan jelas, bayi mengerti arti umum apa yang Bunda katakan, dan juga menyerap nada emosional dari kata tersebut. Bermain adalah cara utama bayi belajar bagaimana bergerak, berkomunikasi, bersosialisasi, dan memahami lingkungan di sekitarnya. Dan selama bulan pertama di kehidupannya, bayi Bunda akan belajar berkomunikasi dengan Bunda.

Bayi Bunda mulai berbicara dengan menggunakan lidah, bibir, langit-langit mulutnya, dan gigi yang tumbuh untuk membuat suara, seperti teriakan “oh dan ah”, hal ini terjadi pada satu atau dua bulan pertama, dan selanjutnya Si Kecil akan lebih mudah mengoceh.

Kata-kata tersebut kemudian akan menjadi kata yang nyata, seperti “mama” dan “papa”. Selanjutnya, bayi Bunda akan mengambil lebih banyak kata dari Bunda dan orang di sekitarnya. Dan di antara usia 18 bulan hingga 2 tahun, Si Kecil akan mulai membentuk kalimat dengan dua sampai empat kata.

Tidak masalah bila bayi Bunda belum mengerti sepenuhnya apa yang Bunda katakan, namun yang pasti dia senang tiap saat mendengarkan suara Bunda dan memerhatikan Bunda tersenyum pada dirinya. Biasanya, dia merespons dengan menoleh ke sumber suara, mengerjapkan mata, atau bahkan tertawa.

Mencoba berkomunikasi dengan bayi, Bunda akan membangun kemampuannya untuk mendengarkan dan berkomunikasi. Bayi belajar berbicara dengan meniru suara yang didengarnya dan memerhatikan gerak bibir saat Bunda mengucapkannya. Bayi yang diajak berkomunikasi akan lebih cepat menguasai kemampuan lain, seperti berinteraksi dengan orang lain, menghitung, dan menulis, karena sejak kecil sudah terbiasa merespons hal-hal di sekitarnya.

Tips Mengajak Bayi Bicara

Mengingat pentingnya bicara pada bayi, orang tua perlu memerhatikan beberapa hal yang dapat membuat interaksi menjadi lebih menarik dan menyenangkan, di antaranya:

  • Bicaralah sesering mungkin dengan kalimat pendek-pendek dan vokal yang jelas. Bunda dapat menggunakan saat-saat seperti ketika sedang menyuapi, menyusui, memandikan, atau mengajaknya berjalan-jalan. Ucapkan hal-hal seperti, “Kamu mau makan?”, “Wah, dingin, ya?”, atau “Ayah pulang!” dengan penuh ekspresi.
  • Lihat dan tunjuk benda yang sedang Bunda bicarakan. Mulai usia enam bulan, dia akan mulai melihat ke arah telunjuk Bunda. Dengan begitu dia akan cepat mengasosiasikan kata yang Bunda ucapkan dengan benda yang dimaksud.
  • Bacakan cerita bergambar warna-warni untuknya. Meski belum dapat memahami jalan ceritanya, namun dia akan gembira melihat warna-warna dan mendengarkan suara Bunda.
  • Mulai usia tujuh bulan, bayi akan mulai memahami kata-kata singkat seperti “tidak”, “ayo”, “makan”, “ayah”. Dia akan memahami dan bereaksi terhadap ekspresi yang Bunda tunjukkan saat mengucapkan hal tertentu seperti “takut” atau “senang”.
  • Padukan dengan suara nyanyian atau melakukan permainan seperti “cilukba”.
  • Tersenyumlah sesering mungkin kepada bayi. Tatap mata Si Kecil saat mengganti popoknya, menyusui, atau saat dia akan tidur.
  • Dekatkan wajah Bunda ke wajahnya dan ulangi kata-kata sederhana tertentu secara terus-menerus, seperti “mama”, “makan”.
  • Segera berikan respons dan tambahkan kosakata bila dia sudah mulai dapat mengucapkan satu atau dua patah kata, meski Bunda belum memahami maksud perkataannya.
  • Gunakan gerakan-gerakan tubuh untuk menguatkan kata-kata Bunda. Seperti mengepakkan tangan ketika menceritakan atau mengucapkan kata “burung” atau membentangkan tangan saat mengucapkan kata “pesawat”.

Tidak perlu khawatir bila bayi Bunda belum menunjukkan tanda bahwa dia merespons ucapan Bunda. Tiap bayi tumbuh dan berkembang dengan cara dan waktu yang unik dan berbeda-beda. Hal yang terpenting adalah Bunda senantiasa berkomunikasi dengan bayi tiap hari. Memulai percakapan dengannya secara kreatif tidak hanya akan membuat Bunda tersenyum bahagia, tetapi juga akan merangsang perkembangan si Kecil.

Nah bunda semoga artikel di atas bermanfaat buat bunda ya bund. 

Ingin tampil cantik saat menyusui dengan Gamis Menyusui  dari sofeya

Ingin tahu cara pemesanannya secara online silahkan klik Tata Cara Order Di Website

Sofeya ID / Gamis Menyusui / Khimar Syar’i / Gamis Ibu Menyusui / Tahukah Bunda Pentingnya Berkomunikasi Dengan Bayi ? Ini Dia Penjelasannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *