Blog
Spread the love

Bukankah membaca kata ‘sate’ pada judulnya saja sudah membuat Bunda lapar dan jadi ingin mencari penjual sate terdekat? Kombinasi daging bakar dengan sambal kacang, terlebih jika sate yang dibayangkan adalah penjual sate langganan, tentu meningkatkan nafsu makan. Namun penyajian sate langganan yang seringkali hanya berupa gerobak dorong maupun angkringan pinggir jalan menghantarkan kita pada pertimbangan, apakah aman jika makan sate saat hamil?

Susunan tusukan daging yang telah dibakar kemudian dilumuri saus kacang tersaji di atas piring memang menggugah selera. Pembeli pun tak perlu waktu yang lama untuk menunggu pesanannya siap dinikmati. Namun kondisi tersebut justru memberi keraguan ibu hamil terhadap kematangan dan kebersihan daging satenya.

Bahayanya jika ibu hamil makan daging yang belum matang

Protein merupakan salah satu nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil. Protein bisa dibisakan dengan takaran yang tepat salah satunya dengan mengkonsumsi daging. Namun daging yang belum matang justru menjadi media yang nyaman bagi bakteri untuk hidup. Bakteri tersebut antara lain:

  • E. Coli, merupakan salah satu bakteri yang biasa tinggal pada bagian usus dan vagina tubuh manusia. Umumnya bakteri ini tak berbahaya. Namun pada beberapa kasus, E. Coli mampu menimbulkan kram perut, demam, hingga diare berdarah. Bakteri ini bahkan bisa berpindah pada janin Bunda. Kondisi ini berpotensi menyebabkan keguguran maupun lahir prematur.
  • Toksoplasmosis. Keberadaan bakteri ini saat hamil juga bisa berpindah pada janin Bunda. Bahayanya, janin yang terinfeksi bekteri ini biasanya tidak menimbulkan gejala apapun. Namun setelah janin tersebut lahir, ia berpotensi akan mengidap kebutaan dan gangguan mental.
  • Salmonella. Infeksi bakteri ini merupakan salah satu keracunan makanan yang paling bahaya, karena bisa menimbulkan gejala seperti diare, kram perut, mual, muntah, sakit kepala hingga mengigil. Terinfeksi bakteri ini bisa membahayakan ibu hamil maupun janinnya.
  • Listeria. Walaupun bakteri ini lebih sering ditemukan pada air dan padatan yang terkontaminasi, bakteri ini juga bisa ditemukan pada daging yang belum benar-benar matang. Infeksi bakteri ini pada ibu hamil bisa menyebabkan keguguran, lahir prematur, dan janin ditemukan juga terinfeksi.

Lalu apakah boleh makan sate saat hamil?

Berdasarkan ulasan di atas, ibu hamil sebenarnya diizinkan mengkonsumsi sate, hanya jika bisa dipastikan daging yang dibakar pada sate benar-benar matang dengan suhu pemanasan minimal mencapai 75 derajat Celcius. Pemanasan daging pada suhu yang tepat bisa membunuh bakteri yang terbisa pada daging sehingga meminimalisir infeksi pada ibu hamil dan janinnya.

Laporan The American Pregnancy Association telah mengungkapkan, bahwa ibu hamil 10 kali lebih rentan terpapar infeksi bakteri (listeriosis) dibandingkan dengan ibu seumumnya. Jika ibu hamil ingin mengkonsumsi sate, mungkin akan lebih disarankan untuk membeli sate yang dijual rumahan dibandingkan dari gerobak yang lewat di depan rumah maupun angkringan, yang lebih terjamin kebersihannya. Deteksi lebih dulu juga kalau ternyata Bunda alergi kacang atau sambal kacang.

Mau tampil cantik saat menyusui. Gamis Menyusui  dari sofeya solusinya. Oh Iya bund sofeya punya kabar baik untuk bunda sholehah, yaitu promo khimar atau sale price hingga 40 persen Kunjungi : www.sofeya.id

Mau tahu cara pemesanannya secara online silahkan klik Tata Cara Order Di Website

Sofeya ID / Gamis Menyusui / Khimar Syar’i / Gamis Ibu Menyusui / Bolehkah Bunda Makan Sate Saat Hamil?

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.