Anak

Bunda, Jangan Katakan 5 Hal Ini Pada Anak

Posted On Januari 18, 2018 at 10:04 am by / No Comments

Orangtua tentunya adalah Tempat belajar pertama bagi anak-anaknya. Dan pastinya sudah menjadi keinginan dan cita-cita bagi semua orangtua, ingin anaknya nanti menjadi orang yang bermanfaat bagi agama, diri, orangtua, dan lingkungan sekitarnya.

Salah satu cara mendidik anak tentu saja dimulai dari perantara lisan, namun sayangnya banyak ditemukan orangtua khususnya Bunda, yang belum memahami pentingnya menjaga kata-kata di depan anaknya, karena dapat berpengaruh besar pada perkembangan otak, psikologis, bahkan konsep diri anak.

Berikut ini Sofeya rangkum yang sebaiknya tidak perlu dikatakan kepada anak :

1. Memberikan Pernyataan Negatif Pada Diri Anak Bunda

Jenis pernyataan seperti kamu pemalas, kamu bodoh,dan sebagainya itu dapat menyakiti perasaan anak Anda. Ia akan menjadi seperti yang orangtuanya katakan. Sungguh bahaya, mengingat kata-kata seorang Bunda dapat menjadi doa untuk anak-anaknya.

Sebaliknya, katakanlah hal-hal positif kepada anak Bunda. Apabila anak dapat nilai buruk, jangan mengatakan, “Kamu tidak pintar / bodoh!”,Maka katakan jangan putus asa teruslah belajar.Kata kata tersebut dapat meningkatkan semangat anak.

2. Jangan pernah katakan “Jangan Mengganggu, Bunda Sibuk!”

Hal ini memang seperti hal yang normal. Seorang Bunda sibuk memasak di dapurnya. Atau ayah sibuk mengerjakan kantor di rumah. Kemudian ia mengunci diri di kamarnya yang tiba-tiba anaknya datang dan meminta dia untuk sebuah bantuan. Dalam situasi yang sibuk, orang tua dapat berteriak pada anaknya, “Jangan ganggu Bunda/Ayah! Bunda/Ayah sibuk! ”

Apabila hal itu sering di lakukan maka anak akan menjadi berfikir bahwa saat ia dalam kesulitan ia akan berfikir bahwa tidak ada gunanya berbicara dengan orang tua. Kalaupun kondisi bahwa memang sedang benar-benar sibuk, cobalah untuk alihkan perhatian anak agar melakukan kegiatan lain sebelum Bunda membantu anaknya.

3. Jangan Bunda katakan dengan nada keras “Jangan Menangis!”

Berurusan dengan anak kecil yang bertengkar dengan temannya atau merasa kecewa karena perlakuan tertentu mesti dilakukan secara bijaksana. Tidak perlu untuk memarahi atau meminta anak Bunda untuk tidak cengeng. Banyak anak yang mengalami hal tersebut.

Bahwasanya menangis ini sangat diperlukan bagi anak karena ia akan mengekspresikan emosinya. Oleh karena itu, untuk menangani masalah tersebut, akan lebih baik untuk meminta anak Bunda menjelaskan apa yang membuat ia sedih. Apabila ia merasa diperlakukan tidak adil oleh temannya, jelaskan pada mereka bahwa perilaku temanya adalah tidak baik.

4. Jangan Pernah Membanding-bandingkan Anak

“Lihatlah temanmu, dia dapat melakukannya dengan cepat. Mengapa kamu tidak dapat melakukannya juga?”

“Temanmu dapat menggambar bagus, kenapa Kamu tidak bisa?”

Perbandingan cuma akan membuat anak Bunda merasa bingung dan menjadi kurang percaya diri. Anak kecil bahkan mungkin membenci orang tuanya karena ia selalu mendapatkan perlakuan buruk dari perbandingan tersebut terhadap oranglain, sedangkan perkembangan setiap anak itu berbeda.

Daripada membandingkan anak, Alangkah baiknya membantu untuk menyelesaikan persoalan anak Bunda. Misalnya, ketika anak mengalami masalah mengenakan pakaiannya sementara saudaranya dapat melakukannya lebih cepat, orang tua harus membantunya untuk melakukan secara benar.

5. Jangan katakan “Tunggu Ayah Pulang ya! Biar Kamu dihukum ayah”

Ada kalanya seorang Bunda berada di rumah bersama anaknya tetapi tanpa ayahnya. Ketika anaknya melakukan kesalahan, Bunda tidak segera memposthu anaknya tentang kesalahan yang ia buat. Si Bunda hanya mengatakan, “Tunggu sampai ayahmu pulang.” Ini berarti menunggu sampai ayahnya yang akan menghukumnya nanti.

Menunda mengatakan kesalahan cuma akan memperburuk keadaan. Ada kemungkinan bahwa ketika Bunda menceritakan kembali kesalahan yang dilakukan anaknya, Bunda malah membesar-besarkan sehingga anaknya menerima hukuman yang lebih berat dari seharusnya.

Ada kemungkinan juga orang tua menjadi lupa kesalahan anaknya, sehingga kesalahan yang seharusnya dikoreksi terabaikan. Oleh karena itu, alangkah baiknya untuk tidak menunda dalam mengoreksi kesalahan yang dilakukan anak Bunda sebelum menjadi lupa sama sekali.

Baju Menyusui Gamis Menyusui / Khimar Syar’i / Gamis Ibu Menyusui /Gamis Ibu Hamil / Pakaian Menyusui

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *