Blog
Spread the love

Penting bagi ibu hamil untuk mencermati berat badan sebelum hamil dan selama hamil. Berat badan pada ibu hamil berpengaruh terhadap tumbuh kembang calon bayi Bunda. Dengan mengatur berat badan, diharapkan kehamilan yang dijalani lebih sehat.

Bagi ibu hamil yang terlalu kurus, perlu dilakukan penambahan porsi makan untuk menambah berat badan. Pertambahan berat badan sepanjang masa kehamilan diperlukan untuk mencegah timbulnya kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah. Namun, jumlahnya tidak perlu berlebihan. Penambahan berat badan yang terlalu berlebihan justru dikhawatirkan akan berakibat timbulnya obesitas pada ibu hamil.

Adanya anggapan bahwa perut ibu hamil yang tampak kecil menandakan janin dalam kandungan tidak bisa tumbuh dengan baik, sebenanrnya tidak benar. Hal ini lah yang menjadi alasan ibu hamil ingin menambah berat badannya secara berlebihan. Tidak jarang juga ibu hamil makan berlebihan agar perutnya membesar. Padahal, perut yang tampak kecil ini disebabkan oleh lapisan lemak pada dinding perut ibu yang masih tipis dan bukan karena pertumbuhan janin yang terganggu.

Begitu juga saat perut Bunda membesar, yang membesar itu lapisan lemak dalam dinding perut ibu, bukan janinnya. Terlepas dari pertambahan berat badan, pertumbuhan janin sebenarnya relatif sama pada semua ibu hamil pada trimester pertama hingga menjelang akhir trimester kedua. Kecuali pada kasus-kasus khusus, misalnya pada ibu hamil yang punya penyakit kronis tertentu.

Pengaruh lemak pada ibu hamil dengan perkembangan janin

Lemak pada ibu hamil memang berperan penting. Lemak yang bertambah seiring naiknya berat badan selama kehamilan ⅓ nya diperuntukkan bagi janin, plasenta, dan cairan ketuban.

Sedangkan sisanya diperuntukkan bagi otot rahim yang terus membesar, jaringan payudara, peningkatan volume darah, cairan ektraseluler, dan penyimpanan lemak ibu hamil sebagai persiapan menyusui.

Selain itu, ibu hamil menyimpan sejumlah besar lemak tubuh pada kehamilan normal untuk memenuhi kebutuhan energi ibu dan janin.

Namun, lemak bisa mengganggu perkembangan janin jika jumlahnya berlebihan. Ibu hamil yang memilki lemak berlebih atau memiliki obesitas bisa meningkatkan komplikasi yang berdampak juga pada bayi yang dikandung. Berikut adalah risiko kelebihan lemak pada ibu hamil.

1. Makrosomia

Ibu hamil yang memiliki obesitas berisiko tinggi melahirkan bayi besar atau biasanya disebut dengan makrosomia. Bayi dikatakan besar atau mempunyai berat badan yang berlebih jika beratnya sudah mencapai lebih dari 4.000 gram.

Makrosomia bisa juga meningkatkan risiko terjadinya neural tube defects (cacat lahir yang disebabkan oleh perkembangan otak dan tulang belakang yang tidak sempurna).

Bayi yang dilahirkan besar bisa mempersulit proses persalinan. Bila Bunda ingin melahirkan normal melalui vagina, tentu akan menjadi masalah bila nantinya bayi terlalu besar hingga tidak muat melewati jalan lahir.

Bayi dengan makrosomia juga punya risiko untuk mengalami kadar gula darah rendah. Selain itu, bayi ini juga lebih berisiko untuk mengalami obesitas di kemudian hari dan/ atau sindrom metabolik.

2. Diabetes gestasional

Ibu hamil yang memiliki kelebihan berat badan akan rentan terkena diabetes gestasional, yaitu tingginya kadar glukosa (gula) saat hamil. Ini sering terjadi pada paruh terakhir periode kehamilan.

Diabetes gestasional disebabkan oleh penumpukan kadar lemak pada ibu hamil sehingga menyebabkan penyerapan kadar gula di dalam tubuh menjadi menurun. Diabetes yang dialami ibu hamil bisa berdampak langsung pada perkembangan janin karena kadar gula dalam darah ibu yang tinggi bisa menyebabkan kadar gula darah pada bayi ikut meningkat.

Hal ini tentunya tidak baik bagi kesehatan bayi secara keseluruhan. Pada kasus tersebut seringkali bayi akan lahir dengan berat badan yang tinggi, sehingga berdampak pula pada proses kelahirannya. Diabetes ini juga bisa meningkatkan risiko ibu terhadap preeklampsia dalam tahap terakhir kehamilan.

3. Preeklampsia

Preeklampsia adalah kondisi di mana ibu hamil mengalami tekanan darah tinggi, padahal sebelumnya tidak memilki riwayat hipertensi. Selain itu, preeklampsia juga ditandai dengan meningkatnya kandungan protein dalam tubuh.

Preeklampsia bisa menyebabkan plasenta tidak menbisakan aliran darah yang cukup, yang seharusnya dialirkan juga ke janin. Hal ini bisa menyebabkan berbagai masalah pada pertumbuhan dan perkembangan janin, karena janin tidak menbisakan makanan yang cukup dari ibu.

Masalah yang sering muncul pada janin adalah berat badan lahir rendah dan kelahiran prematur, sehingga bayi harus segera dikeluarkan sebelum tekanan darah semakin tinggi. Hal ini juga bisa mengakibatkan masalah pertumbuhan saat anak sudah lahir, seperti gangguan fungsi kognitif serta masalah penglihatan dan pendengaran pada anak.a secara tidak langsung akan menciptakan ikatan yang kuat antara Bunda dan si kecil karena bisa saling interaksi dengan saling menatap satu sama lain.

4. Gunakan mainan yang menarik hati

Suasana hati si kecil memang sulit untuk diprediksi. Nah, untuk mengatasi ini Bunda bisa menggunakan mainan-mainan lucu yang menarik hatinya agar tidak cepat bosan dan mampu memperbaiki suasana hatinya. Taruhlah mainan berwarna cerah dan memiliki bunyi-bunyian di depan bayi dan biarkan ia berusaha meraihnya. Bunda bisa menggunakan bola kecil untuk menarik perhatian bayi agar nyaman ketika dalam posisi tengkurap. Posisi tengkurap sangat membantu bayi untuk merangsang kemampuan mengangkat badannya dan bergerak mengambil mainan yang ada di hadapannya.

5. Gunakan ekspresi yang lucu

Untuk membuat bayi tertarik akan satu aktivitas, Bunda memang harus memiliki banyak akal. Salah satunya Bunda dengan memperagakan ekspresi wajah yang lucu dihadapannya. Meniru suara binatang merupakan ide yang tepat untuk menarik perhatian si kecil. Bahkan hampir sebagian nak-anak selalu suka dengan permainan ini. Jangan kaget kalau si kecil bisa tertawa karena ekspresi wajah yang Bunda tampilkan.

6. Jangan cepat patah semangat

Melatih si kecil untuk belajar tengkurap memang membutuhkan strategi khusus agar ia tidak cepat bosan. Itu sebabnya, jangan patah semangat untuk terus mencoba dan mencari ide menarik agar bayi nyaman saat Bunda posisikan dalam keadaan tengkurap, ya! Ingat, kesabaran dan kegigihan Bunda pasti akan membuahkan hasil yang manis kok! Sampai nanti pada saatnya si kecil akan memberikan Bunda sebuah kejutan bisa tengkurap dan berguling sendiri untuk pertama kalinya.

Mau tampil cantik saat menyusui. Gamis Menyusui  & Khimar Syar’i dari sofeya solusinya. Oh Iya bund sofeya punya kabar baik untuk bunda sholehah, yaitu promo khimar atau sale price hingga 40 PERSEN Kunjungi : www.sofeya.id

Mau tahu cara pemesanannya secara online silahkan klik Tata Cara Order Di Website

Sofeya Gamis Menyusui / Khimar Syar’i / Gamis Ibu Menyusui / Inilah Peran Lemak Pada Ibu Hamil Terhadap Perkembangan Janin

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.