Anak

Jangan Takut Anak Terlambat Bicara. Kenali Tahapannya Sebagai Berikut!!

Posted On September 29, 2017 at 2:33 pm by / No Comments

Jangan Takut Anak Terlambat Bicara. Kenali Tahapannya Sebagai Berikut!!

Tiap orang tua pasti menantikan kata pertama yang terucap dari buah hati tercinta. Tapi bagaimana jika Bunda tidak kunjung mendengar sepatah kata pun terlontar dari bibir mungil si Kecil?

Jangan terlalu khawatir. Mungkin saja anak Bunda memang belum waktunya untuk mencapai tahapan tersebut. Lantas, bagaimana mengetahui ciri-ciri anak yang tergolong normal dan anak yang memiliki keterlambatan dalam berbicara?

Sebenarnya perkembangan bicara tiap anak berbeda-beda. Namun, ada patokan dasar yang dapat Bunda gunakan untuk mengukur sejauh mana kemampuan bicara anak Bunda sesuai usianya. Hal ini dapat diterapkan untuk mendeteksi apakah anak Bunda mengalami keterlambatan dalam berbicara atau tidak.

Berikut ini adalah patokan kemampuan berbicara anak sesuai usianya.

Usia 3 bulan. Pada usia ini, bayi mulai mengeluarkan suara yang tidak memiliki arti seperti berdekut atau dapat dibilang ‘bahasa bayi’. Dia juga sudah mulai mengenali dan mendengarkan suara Bunda serta memperhatikan wajah Bunda saat berbicara kepadanya.

Sebagai orang tua, Bunda harus jeli dengan tiap tangisan yang dia keluarkan. Pada usia tiga bulan, bayi sudah dapat menangis untuk kebutuhan yang berbeda-beda.

Usia 6 bulan. Bayi mulai mengeluarkan suara-suara yang berbeda dan terdengar lebih jelas suku katanya, walau tidak memiliki arti, seperti mengucapkan “da-da” atau “ba-ba”. Pada akhir usia enam bulan, bayi sudah dapat bersuara untuk mengekspresikan kondisinya saat senang atau sedih, melihat ke arah yang menimbulkan suara, dan memperhatikan alunan musik.

Saat namanya disebut, bayi juga sudah dapat menoleh ke arah Bunda.

Usia 9 bulan. Setelah usia sembilan bulan, bayi akan memahami beberapa kata dasar seperti ‘”tidak” atau “ya”. Dia juga mulai menggunakan nada suara yang lebih luas.

Usia 12 bulan. Dia sudah dapat mengucapkan kata “mama” atau “ayah” dan menirukan kata-kata yang Bunda ucapkan. Pada usia satu tahun ini, dia sudah dapat memahami beberapa perintah seperti, “Ayo, kemari” atau “Ambil botolnya”. Bayi Bunda juga sudah mengenal beberapa benda seperti sepatu, boneka, atau botol susu.

Usia 18 bulan. Bayi sudah dapat mengulang kata-kata yang Bunda ucapkan kepadanya dan akan menunjuk ke sebuah benda atau bagian tubuh yang Bunda sebutkan. Di usia tersebut, bayi juga sudah dapat mengucapkan sekitar 10 kata dasar. Namun normal jika ada beberapa kata yang masih belum jelas pengucapannya seperti kata “makan” disebut “mam”.

Usia 24 bulan. Dia sudah dapat mengucapkan setidaknya 50 kata dan berkomunikasi memakai dua kosa kata seperti “mau susu”.

Usia 3-5 tahun. Kosakata yang dimiliki anak pada usia tersebut akan berkembang dengan cepat. Pada usia tiga tahun, sebagian besar anak-anak dapat menangkap kosakata baru dengan cepat. Mereka juga sudah dapat memahami perintah yang lebih panjang seperti, “Ayo, cuci kaki dan sikat gigi” atau “Buka sepatunya lalu ganti baju”.

Pada usia empat tahun, dia akan berbicara menggunakan kalimat yang lebih panjang dan dapat menjelaskan sebuah peristiwa. Satu tahun kemudian, dia sudah dapat berbincang-bincang dengan orang lain.

Cara Menstimulasi Kemampuan Berbicara Anak

Peran aktif Bunda sebagai orang tua sangat berpengaruh terhadap perkembangan bicara anak. Ada cara-cara yang dapat Bunda lakukan untuk merangsang kemampuan berkomunikasi si Kecil.

Ikuti semua ucapannya. Perhatikan suara-suara tidak jelas ala bayi yang terucap dari si Kecil. Kemudian ikuti dengan persis suara tersebut. Saat masih bayi, kata-kata yang terucap dari si Kecil kerap terdengar tidak jelas. Meski Bunda tidak mengerti apa maksudnya, Bunda dapat mengulangi perkataannya sesuai yang Bunda tangkap. Lalu bertanya kepadanya apa maksud dari kata-kata tersebut.

Berbicara Sambil Bergerak. Saat berbicara dengan bayi, Bunda harus aktif bergerak dan ekspresif. Misal Bunda mengatakan, “Ayo, kita minum susu” sambil menggoyang-goyangkan botol susu atau Bunda dapat membelai sebuah boneka sambil mengatakan “Sayang bonekanya, dielus-elus.”

Begitu pula saat mengajarkannya mengenal bagian-bagian tubuh.

Biasakan membuat narasi. Meski dia belum dapat berbicara layaknya orang dewasa, Bunda tetap dapat memakai percakapan sehari-hari saat berkomunikasi dengannya. Misalnya saat memakaikan baju pada anak Bunda dapat berbicara, “Hari ini (dapat sebut namanya) pakai baju motif bunga-bunga agar terlihat cantik” sambil memperlihatkan baju kepada si Kecil. Hal ini dapat membantu bayi memahami objek tertentu melalui perkataan Bunda. Terapkanlah hal ini pada kegiatan lainnya seperti saat mandi, memberikan makan, mengganti popok, dan sebagainya.

Selain itu, bayi juga suka mendengar suara orang tuanya. Pada saat itu bayi belajar untuk berbicara, terutama saat Bunda berbicara kepadanya.

Biasakan selalu berbicara menggunakan kalimat lengkap kepadanya. Contohnya ketika dia menunjuk ke arah boneka yang berada di atas meja. Bunda jangan langsung mengambilkannya. Lebih baik ucapkanlah satu atau dua kalimat seperti, “Kamu mau bemain dengan boneka ini?” Ketika dia merespons dengan anggukan atau senyuman, Bunda dapat langsung memberikannya.

Kembali menjadi anak kecil. Ketika memiliki anak, terkadang orang tua harus dapat berakting menjadi anak kecil. Ajak si Kecil untuk bermain, berpura-pura, atau membayangkan sesuatu untuk mengembangkan kemampuan verbalnya. Misalnya, pura-pura menelepon ayah dengan telepon mainan.

Puji perkembangannya. Selalu beri pujian, senyuman dan pelukan tiap kali dia mengeluarkan suara atau kosakata baru. Pada umumnya, bayi belajar berbicara dari reaksi orang-orang di sekitarnya.

Kapan Bunda Harus Konsultasi ke Dokter?

Bunda dapat berkonsultasi ke dokter jika anak Bunda tidak menunjukkan kemampuan berbicara sesuai patokan dasar yang telah disebutkan di atas. Sebaiknya lakukan pengecekan ke dokter sedini mungkin ketika Bunda melihat ada kejanggalan pada si kecil. Hal tersebut dapat sangat bermanfaat bagi masa depannya.

Saat berkonsultasi ke dokter, biasanya anak Bunda akan menjalani beberapa tes seperti tes pendengaran. Satu dari sekitar tiga ratusan bayi yang baru lahir memiliki gangguan pendengaran, salah satu faktor yang menghambatnya berbicara.

Bunda juga dapat mengajak Bunda ke ahli patologi bahasa. Seorang terapis dapat mendiagnosis dan menangani hal-hal yang dapat mengganggu perkembangan berbicara anak. Dia juga dapat memberikan tips untuk Bunda dan merekomendasikan beberapa permainan untuk mengembangkan kemampuan berbicara anak.

Pemantauan perkembangan anak juga dapat Bunda lakukan untuk mengetahui apakah anak Bunda memiliki kelainan, seperti autisme atau keterbelakangan mental yang dapat menyebabkan keterlambatan bicara.

Mau tampil cantik saat menyusui. Gamis Menyusui  dari sofeya solusinya. Oh Iya bund sofeya punya kabar baik untuk bunda sholehah, yaitu promo khimar atau sale price hingga 40 persen Kunjungi : www.sofeya.id

Mau tahu cara pemesanannya secara online silahkan klik Tata Cara Order Di Website

Sofeya ID / Gamis Menyusui / Khimar Syar’i / Gamis Ibu Menyusui / Jangan Takut Anak Terlambat Bicara. Kenali Tahapannya Sebagai Berikut!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *