Blog
Spread the love

Merasakan bayi menendang-nendang kakinya atau bergerak ketika di dalam perut pasti menjadi momen yang membahagiakan bagi calon bunda dan ayah. Hanya saja terkadang, ada orang tua yang khawatir saat janin terlalu akif bergerak. Mungkin Bunda berpikir bahwa bayi akan menjadi anak yang sangat aktif. Lantas, apakah ada pengaruh gerakan janin dengan sifat anak? Apakah janin yang terlalu aktif bergerak di dalam rahim menentukan kepribadian anak nantinya? Cari tahu kebenaran arti janin aktif bergerak di artikel ini.

janin aktif bergerak jadi anak aktif

Gerakan janin adalah usaha bayi menyiapkan perhatian Bunda

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa janin aktif bergerak menandakan sebuah respon untuk menanggapi tekanan yang dirasakan oleh sang bunda, begitu juga saat bunda hamil sedang bahagia. Kabar baiknya, janin aktif bergerak menunjukkan hasil tes ‘pematangan’ otak yang lebih tinggi dan akan memiliki kendali gerakan tubuh atau motorik yang lebih baik setelah lahir.

Banyak dari bunda hamil yang mungin tidak menyadari bahwa gerakan janin sebenarnya akan memengaruhi Bunda. Nah, gerakan bayi dalam perut adalah usaha bayi untuk membuat Bunda mendengarkannya dan bahkan membuat Bunda menyesuaikan dengan pola aktivitas bayi dalam persiapan untuk menyambut kedatangannya setelah kelahiran.

Janin Aktif Bergerak Jadi Anak Aktif

Para ahli dari Universitas Johns Hopkins di Amerika Serikat (AS), menemukan bahwa setiap kali janin bergerak, jantung bunda berdetak lebih cepat dan terdapat rangsangan pada sistem saraf simpatik bunda hamil. Bahkan ketika bunda hamil tidak sadar akan adanya gerakan tersebut.

Sistem saraf simpatik ini berfungsi mengendalikan respon fight-or-flight dan memainkan peran penting dalam menjaga fungsi tubuh sebagaimana mestinya. Jika sebelumnya perilaku bunda yang dianggap memengaruhi janin, sebenarnya janin juga akan memengaruhi bunda.

Sederhananya, gerakan calon buah hati Bunda adalah sebuah cara untuk mempersiapkan Bunda agar lebih memerhatikan bayi. Perhatian Bunda pada gerakan yang Bunda rasakan di dalam perut secara alamiah melatih Bunda untuk memantau aktivitas bayi dan membuat Bunda lebih peka pada anak yang akan dilahirkan nanti.

Apa benar janin aktif bergerak akan menjadi anak yang aktif pula?

Meskipun hal ini belum pasti, namun ada beberapa penelitian yang mengaitkan hubungan gerakan janin aktif bergerak dengan perilaku bayi setelah lahir. Sebuah penelitian di Inggris mengungkapkan bahwa gerakan janin yang lemah atau tidak terlalu aktif akan membuat bayi menjadi anak yang rewel dan suka menangis.

Penelitian ini meminta bunda hamil untuk mencatat setiap hari gerakan janin selama satu jam selama tiga hari pada 37 minggu kehamilan. Setelah melahirkan, bunda tetap diminta untuk mencatat perilaku bayi mereka selama 12 minggu pasca melahirkan.

Hasilnya, gerakan janin yang kuat atau janin aktif bergerak tidak memengaruhi perilaku bayi. Namun, gerakan janin yang tidak aktif cenderung lebih rewel dan sering menangis. Kabar baiknya, gerakan janin tidak ada hubungannya dengan pola tidur dan perilaku makan bayi nantinya.

Berdasarkan Penelitian

Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh dr. Janet DiPietro dari Universitas Johns Hopkins yang menggunakan Doppler-based actography menemukan bahwa tingkat aktivitas janin pada usia kehamilan 36 minggu berhubungan dengan perilaku bayi pada usia satu tahun pada anak laki-laki. Janin aktif bergerak pada usia kehamilan ini berhubungan dengan perilaku aktif bayi.

Penelitian ini dihasilkan setelah mengumpulkan data aktivitas motorik janin pada usia kehamilan 24, 30, dan 36 minggu yang melibatkan 52 bayi sehat. Lalu, data ini dibandingkan dengan data yang dikumpulkan setelah pasca kelahiran dengan mengamati perilaku anak setelah dua minggu kelahiran dan pada usia satu sampai dua tahun, ditemukan kaitan antara gerakan janin yang terlalu aktif dengan perilaku aktif bayi pada umur satu sampai dua tahun pada anak laki-laki.

Namun menurut penelitian ini, hubungan janin aktif bergerak dengan perilaku anak masih belum konsisten. Lagipula, yang memengaruhi sifat anak nantinya tentu ada banyak sekali. Misalnya pola asuhan, lingkungan sosial anak, dan sebagainya. Karena itu, gerakan janin dalam kandungan sejatinya tidak bisa “meramalkan” sifat anak yang Bunda lahirkan.

Dikutip oleh : hellosehat

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.