Blog
Spread the love

Kehamilan merupakan suatu fase yang diharapkan bagi beberapa pasangan yang menantikan kehadiran buah hati. Akan tetapi, Bunda perlu berhati-hati, tidak semua gejala awal kehamilan itu merupakan tanda kehamilan sesungguhnya. Gejala hamil anggur mirip dengan kehamilan pada umumnya. Kehamilan anggur ini merupakan kondisi yang dapat dibilang palsu. Sebab, sebenarnya tidak ada pertumbuhan calon bayi di dalamnya. Lalu apa dapat kandungan ini tetap diselamatkan hingga menjadi bayi dan dilahirkan? Ini ulasannya.

Apakah kondisi kandungan hamil anggur dapat diselamatkan?

Hamil anggur merupakan kondisi yang terjadi saat sel telur yang dibuahi tidak berhasil menjadi embrio. Alhasil, hamil anggur tidak akan berlanjut menjadi janin hingga bayi.

Oleh karena itu, kondisi hamil anggur tidak dapat diselamatkan, dan biasanya ada penanganan khusus untuk mengambil jaringan yang abnormal tersebut. Seringnya sel telur dan sperma yang sudah melebur ini disebut juga dengan mole, bukan embrio.

Gejala awalnya memang ini sangat mirip dengan kehamilan seperti pada umumnya. Bahkan apabila dites menggunakan test pack atau tes kehamilan, akan terlihat hasil yang positif. Namun, ketika dilihat menggunakan ultrasound (USG), tidak ditemukan pertumbuhan embrio.

Pada trimester pertama sekitar minggu ke-8, kondisi kehamilan anggur ini sudah dapat terlihat dari gejala yang paling khas, yakni perdarahan vagina saat kehamilan trimester awal.

Sebenarnya dari deteksi dini dengan ultrasound di awal Bunda tahu positif hamil, kondisi ini dapat langsung terdeteksi dokter. Sekali terdeteksi, kehamilan ini tentunya tidak dapat diteruskan atau diselamatkan, melainkan harus diangkat sebab ini bukan embrio. Ini merupakan jaringan abnormal yang tumbuh di rahim ibu.

Ibu yang hamil anggur dapat diselamatkan dengan penanganan yang tepat

Apabila Bunda didiagnosis, jangan biarkan kehamilan ini tetap berlanjut. Apabila tidak ada penanganan yang tepat, maka perdarahan akan semakin banyak. Akibatnya, ibu hamil pun dapat tidak terselamatkan.

Tindakan yang biasanya dilakukan merupakan dengan D&C (dilatation and curettage), yakni pelebaran dan kuret untuk mengangkat jaringan yang tidak normal dalam rahim. Prosedur D&C ini dapat dilakukan setelah dilakukan bius umum atau lokal.

Selanjutnya, untuk melakukan D&C dokter akan memasukan alat ke dalam vagina untuk membersihkan leher rahim dan vagina dengan larutan antiseptik dan melebarkan leher rahim dengan batang logam yang sempit.

Ketika alat sudah dapat masuk alat yang berbentuk seperti sendok yang disebut kuret akan mengikis sisa jaringan abnormal di dinding rahim.

Apabila tak ditangani, risiko bagi ibu sangat besar

Kehamilan anggur tidak dapat dibiarkan begitu saja. Sebab, kehamilan ini sebenarnya tidak diisi oleh embrio yang benar-benar tumbuh. Jadi, jangan sampai Bunda memaksakan kondisi untuk melanjutkan kehamilan ini. Kehamilan anggur justru harus segera ditangani untuk menjaga kesehatan ibu dan mengusahakan kehamilan lagi setelahnya.

Bahkan, ketika sudah diatasi saja kehamilan ini dapat menimbulkan komplikasi yakni GTN (Gestational Trophoblastic Neoplasma). Ini terjadi pada sekitar 20 persen kasus hamil anggur meskipun sudah dilakukan kuret.

GTN merupakan kondisi saat jaringan abnormal yang sudah diangkat masih ada dan dapat tumbuh menembus jauh ke dalam lapisan tengah dinding rahim. Kondisi ini selanjutnya akan menyebabkan perdarahan vagina kembali.

Apabila terjadi GTN ini, maka penanganan yang paling sering diberikan merupakan kemoterapi atau pengangkatan rahim (histerektomi).

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.