Penyebab Pendarahan Ketika Hamil Muda dan Cara Mengatasinya

Penyebab Pendarahan Ketika Hamil Muda dan Cara Mengatasinya

Perdarahan pada awal kehamilan sering terjadi. Baik dengan jumlah yang sedikit (flek) ataupun dalam jumlah yang banyak. Perdarahan dikatakan normal apabila tidak dalam jumlah yang banyak, serta tidak disertai keluhan yang dapat membahayakan kondisi ibu dan janin. Perdarahan pada awal kehamilan sering terjadi. Baik dengan jumlah yang sedikit (flek) ataupun dalam jumlah yang banyak. Perdarahan dikatakan normal apabila tidak dalam jumlah yang banyak, serta tidak disertai keluhan yang dapat membahayakan kondisi ibu dan janin.

Penyebab Perdarahan Saat Hamil Muda

Dua hal yang normal namun dapat menimbulkan flek saat hamil muda yaitu:

  • Perubahan hormon,  selama kehamilan terjadi perubahan fisik yang sangat drastis. Penyesuaian kondisi tubuh terjadi untuk mendukung proses kehamilan. Oleh sebab itu, terjadi keseimbangan hormon yang baru. Sehingga dapat menimbulkan flek.
  • Implantasi embrio, Pada awal kehamilan masih rentan. Implantasi embrio (bakal janin) di rahim masih belum sempurna, merupakan salah satu penyebab sering terjadinya perdarahan (flek). Oleh karena itu, wanita dengan usia kehamilan masih muda tidak boleh melakukan aktivitas yang berat.

Namun, tidak menutup kemungkinan bila penyebab perdarahan di awal kehamilan merupakan hal yang serius. Berikut penyebab lain perdarahan yang dapat membahayakan kondisi bunda dan janin.

Penyebab Perdarahan Hamil Muda yang Mengancam

Abortus, sering disebut juga sebagai keguguran. Terjadi pada trimester awal kehamilan. Abortus merupakan berakhirnya kehamilan sebelum kehamilan 20 atau 22 minggu. Ciri utama dari abortus adalah perdarahan di awal kehamilan. Berikut beberapa bebtuk pendarahan saat hamil muda yang masuk dalam kelompok abortus:

  • Abortus immines, cirinya terjadi pendarahan saat hamil muda dengan jumlah yang sedikit. Pada abortus jenis ini dapat disertai rasa mulas dan terkadang tidak. Wanita dengan kasus ini, janinnya masih dapat dipertahankan.
  • Abortus insipiens, jumlah perdarahan yang keluar cukup banyak disertai rasa nyeri pada bagian perut bawah. Kontraksi semakin lama akan semakin kuat. Pada abortus jenis ini terjadi pembukaan rahim atau servik.
  • Abortus incomplete, sesuai dengan namanya yaitu tidak seluruhnya bakal janin keluar. Perdarahan yang keluar dengan jumlah banyak disertai dengan rasa nyeri pada perut bagian bawah.
  • Abortus complete, adalah keluarnya seluruh hasil konsepsi atau janin. Pada abortus jenis itu, terjadi perdarahan hebat disertai kontraksi. Bunda dapat melihat adanya jaringan yang keluar.

Kehamilan ektopik terganggu (KET), kehamilan yang terjadi di luar tempat yang seharusnya. Pada kasus ini wanita dapat mengalami perdarahan, namun terkadang tidak mengalaminya. Untuk mengetahui apakah Bunda hanya mengalami flek biasa atau KET. Pada kasus Kehamilan ektopikgejala lain yang dirasakan adalah nyeri bagian perut, nyeri pada bahu, mual muntah, bahkan sampai pingsan.

Blighted ovum, umumnya terjadi karena kelainan kromosom. Wanita yang mengalami blighated ovum memiliki ciri yang sama dengan orang hamil. Namun saat diperiksa dengan USG, kantong kehamilannya akan kosong. Meskipun tes kehamilan menyatakan positif, kenyataannya janin tidak terbentuk. Wanita yang mengalami kasus ini akan mengalami flek atau bercak darah.

Mola hidatidosa, sering disebut juga sebagai hamil anggur. Wanita yang mengalami mola hidatidosaakan mengalami tanda-tanda seperti kehamilan. Untuk membedakannya, biasanya perdarahan yang keluar bersamaan dengan gelembung mola seperti buah anggur

Catatan : Untuk memastikan penyebab pendarahan saat hamil muda, maka dokter dapat memeriksa Anda dengan menggunakan ultrasonografi (USG).

Cara Mengatasi Pendarahan Saat Hamil Muda

Setelah mengetahui berbagai hal yang dapat menyebabkan pendarahan saat hamil muda, maka berikut cara mengatasinya:

  • Bila terjadi flek di saat Bunda beraktivitas, hentikan pekerjaan Bunda dan beristirahatlah. Serta jangan melakukan pekerjaan yang berat.
  • Hindari berhubungan suami istri saat flek masih ada
  • Bila flek terus berlanjut, segera ke tenaga kesehatan untuk memastikannya.
  • Perdarahan yang disertai pusing, lemas, nyeri , dan keluhan lain yang menyertai segera periksa. Meskipun perdarahan yang keluar hanya sedikit.

Perdarahan saat hamil muda memang tidak selalu menjadi bahaya. Terlebih lagi di minggu minggu pertama kehamilan. Flek merupakan pertanda terjadinya implantasi embrio yang belum sempurna.

Namun, bila flek tak kunjung berhenti dan semakin bertambah banyak. Lebih baik Bunda segera memeriksakan kehamilan Bunda. Terlebih lagi bila Bunda mengalami rasa nyeri berkepanjangan dan merasa lemas.

Catatan : pemeriksaan dapat dilakukan ke dokter atau bidan, tujuannya agar dapat mendeteksi apa penyebab perdarahan, sehingga dapat segera di atasi. Untuk mencegah terjadinya pendarahan saat hamil muda, maka konsumsilah makanan penguat kandungan, serta beristirahat yang cukup dapat mendukung proses awal kehamilan.

Nah bunda dari beberapa tips yang sofeya rangkum semoga dapat memberikan informasi yang bermanfaat buat bunda yang sedang memilih gangguan dalam masa hamil. Dan buat bunda yang ingin tampil tetap cantik saat menyusui kini sofeya tersedia gamis ibu menyusui. Gamis ini bisa bunda pakai saat hamil, menyusui ataupun untuk harian bahkan ke acara resmi sekalipun.

Apa saja kelebihan dari gamis ibu menyusui ini yaitu gamis menyusui dari sofeya ini memiliki akses lubang rahasia, tampilan yang elegan, bahan adem, wudhu friendly dan juga bisa digunakan dalam jangka panjang walaupun bunda sudah tidak lagi menyusui.

Ingin tahu produk dari sofeya silahkan klik Gamis Menyusui

Ingin tahu cara pemesanannya secara online silahkan klik Cara Pemesanan

Sofeya ID / Gamis Menyusui / Khimar Syar’i / Gamis Ibu Menyusui / Penyebab Pendarahan Ketika Hamil Muda dan Cara Mengatasinya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *