Ibu Hamil Dan Menyusui

Ketika Kehamilan Mengalami Keguguran

Posted On Desember 29, 2017 at 9:54 am by / No Comments

Banyak bunda yang melewatkan hari-hari di awal kehamilannya dengan perasaan was-was dan khawatir akan terjadinya keguguran. Kekhawatiran akan terjadinya keguguran ini tentu tidak mengherankan, karena keguguran dapat menimbulkan perasaan sedih, kehilangan dan perasaan bersalah, terutama karena janin tersebut amat dinantikan. Pada artikel kali ini SOFEYA akan membahas tentang segala hal yang menyangkut masalah keguguran. Dengan memahami seluk beluk tentang keguguran, diharapkan bunda tidak khawatir lagi dan dapat cepat mengambil tindakan bila memang muncul tanda-tanda keguguran.

Apakah Keguguran Itu?

Keguguran (abortus) adalah dikeluarkannya hasil pembuahan sebelum janin bisa hidup di luar kandungan dengan berat badan kurang dari 500 gram atau umur kehamilan kurang dari 20 minggu. Bila terjadi pada kehamilan lebih dari 20 minggu, maka disebut sebagai kematian janin.

Apa Penyebabnya?

Penyebab pasti terjadinya keguguran, hingga saat ini masih belum banyak diketahui. Tetapi, sudah diketahui adanya 3 faktor yang menjadi beberapa pemicu terjadinya keguguran, yaitu:

  • Kelainan pada janin, misal : kelainan kromosom yang terjadi pada saat proses pembuahan berlangsung sehingga hasil pembuahan atau embrio (bakal janin) yang terbentuk cacat dan terkena seleksi alam, yakni terbuang dan keluar dalam bentuk keguguran
  • Kelainan pada bunda, misal : kelainan pada sistem hormon bunda, kelainan pada sistem kekebalan tubuh, infeksi menahun yang diderita bunda, dan penyakit berat yang diderita bunda, seperti diabetes, hipertensi menahun, dan gangguan pada fungsi ginjal
  • Kelainan pada rahim, misal : rahim terlalu lemah, mioma (tumor jaringan otot) yang dapat mengganggu pertumbuhan embrio

Kenali Tanda-tandanya

Berikut ini beberapa tanda kemungkinan keguguran yang harus diwaspadai:

  • Perdarahan disertai kejang atau nyeri di bagian tengah dari perut bagian bawah.
  • Nyeri parah atau berlanjut terus-menerus selama lebih dari 1 hari, bahkan bila tidak disertai pengeluaran noda (bercak) atau perdarahan.
  • Saat pendarahan sebanyak pendarahan waktu menstruasi (haid), atau penodaan (bercak-bercak) ringan yang berlanjut hingga 3 hari.
  • Mengalami pendarahan atau kejang bahkan keduanya dan memiliki riwayat keguguran.

Bila bunda menduga ada tanda-tanda keguguran, maka segera periksakan ke tempat pelayanan kesehatan terdekat. Saat bunda menunggu bantuan datang, sebaiknya berbaring atau duduk di kursi dengan kaki diangkat. Meskipun hal ini tidak selalu dapat mencegah keguguran, tetapi paling tidak dapat membuat bunda lebih rileks.

Kenali Gejala Mirip Keguguran

Ada beberapa gejala mirip keguguran yang perlu dikenali supaya bunda tidak khawatir berlebihan, antara lain:

  • Kejang ringan, perasaan sakit, atau perasaan tertarik pada salah satu atau kedua sisi perut. Perasaan tersebut tidak perlu terlalu dikhawatirkan, karena biasanya ini disebabkan oleh peregangan ligamen yang menyangga rahim (kecuali bila kejangnya parah dan terus menerus, bahkan disertai perdarahan).
  • Bunda juga tidak perlu khawatir berlebihan bila keluar sedikit noda sebelum atau pada saat dimana biasanya bunda mengalami haid (menstruasi), yaitu sekitar 7-10 hari setelah pembuahan (ketika sel-sel yang akan berkembang menjadi janin melekatkan diri pada dinding rahim). Sedikit perdarahan pada saat ini adalah hal yang biasa dan tidak selalu menunjukkan masalah pada kehamilan (dengan catatan sejauh tidak disertai dengan nyeri di bagian bawah perut).
  • Keluarnya sedikit noda merah muda setelah jima’ (berhubungan suami-istri) terkadang dapat terjadi. Hal ini disebabkan oleh leher rahim bunda hamil yang melunak dan membesar oleh pembuluh darah dan biasanya terganggu setelah jima’ sehingga terjadi sedikit perdarahan. Jenis perdarahan ini umum terjadi dan biasanya tidak menunjukkan masalah (kecuali perdarahan menjadi parah atau disertai dengan kejang).

Simak Juga : Kondisi yang Menyebabkan Wanita Mengalami Turun Peranakan WOW Kok Bisa ?

Kapan Boleh Hamil Lagi?

Ada beberapa hal yang perlu jadi pertimbangan dalam menentukan saat yang tepat untuk hamil lagi setelah mengalami keguguran. Misalnya, kasus keguguran tersebut merupakan kehamilan pertama atau bukan, apa penyebabnya, berapa umur bunda sekarang, dan bagaimana kondisinya. Bila semuanya normal, maka sekitar 2-3 bulan setelah menstruasi biasanya bunda sudah boleh hamil lagi. Kondisi yang dianggap tidak normal adalah bila kehamilan yang mengalami keguguran tersebut merupakan hamil anggur, karena berpotensi menjadi penyakit trofoblas ganas, yaitu semacam tumor dalam rahim yang terbentuk dari jaringan sel-sel bagian luar pada awal terbentuknya janin, dan dapat menyebar sampai ke paru-paru, otak atau hati. Untuk kasus khusus seperti ini, bunda perlu berkonsultasi dengan dokter kandungan dan bila tidak ada tanda-tanda keganasan pada trofoblas, barulah bunda boleh hamil lagi

Mempersiapkan Kehamilan Berikutnya

Bila bunda berencana hamil lagi, ada beberapa hal yang dapat dilakukan:

Berusaha menata kembali perasaan bersedih karena keguguran tersebut. Terimalah semua takdir yang telah ditetapkan oleh Allah Ta’ala dan banyak berdo’a agar diberi keturunan yang shalih/shalihah serta diberi kekuatan selama menjalani masa kehamilan sampai melahirkan. Jiwa yang tenang dan bebas stres sangat berpengaruh dalam keberhasilan proses kehamilan.
Periksa ke dokter kandungan, sehingga bila ada faktor yang menjadi penyebab terjadinya keguguran dapat diketahui dan ditangani dengan baik.
Terapkan pola hidup sehat, seperti olahraga secara teratur, makan makanan bergizi, istirahat cukup, tidak melakukan pekerjaan yang terlalu berat, mengurangi konsumsi kafein dan menjauhi rokok serta minuman keras.

Sofeya Gamis Menyusui / Khimar Syar’i / Gamis Ibu Menyusui / Ketika Kehamilan Mengalami Keguguran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.