Blog
Spread the love

Air mata berguna untuk melempabkan dan membersihkan mata dari partikel-partikel asing, seperti kotoran dan debu. Namun pada beberapa orang, kelenjar air mata bisa terus menghasilkan air mata sehingga membuat kondisi mata terus berair. Nah, bagaimana caranya untuk merias mata supaya tidak berantakan meski punya kondisi seperti ini? Simak tips dan cara merias mata berikut ini.

Tips dan cara merias mata untuk orang yang memiliki mata berair


Mata berair menjadi tantangan besar ketika Bunda harus merias diri, apalagi ketika akan datang ke acara-acara penting. Tentu saja, Bunda tidak mau terlihat kacau dan lusuh akibat make up mata yang luntur, kan?

Jadi hal pertama yang harus Bunda lakukan adalah mencari tahu apa yang menyebabkan mata Bunda berair. Umumnya, kondisi ini terjadi karena alergi, mata terlalu tegang, atau karena kondisi kelopak mata yang tidak menutup dengan benar. Apabila kondisi ini hanya muncul saat Bunda selesai merias mata, kemungkinan besar menandakan air mata refleks.

Sebenarnya ada dua jenis air mata, yang pertama dirancang untuk menjaga dan melindungi kornea mata dari paparan zat asing. Sementara yang kedua adalah air mata refleks, yag akan muncul ketika mata terkena zat asing.

Air mata refleks sering muncul saat Bunda meletakkan sesuatu di dekat mata, seperti mengenakan bulu mata atau eyeliner. Berikut tips dan cara merias mata yang aman untuk mata berair supaya iritasi tidak bertambah parah dan merusak riasan.

1. Gunakan obat tetes mata sebelum menggunakan riasan

Obat tetes mata bisa Bunda temukan dengan mudah. Akan tetapi, hindari menggunakan obat tetes mata yang khusus mengobati mata merah, karena obat ini justru merangsang produksi air mata semakin bertambah banyak.

Sebaiknya, konsultasikan kepada dokter terlebih dahulu mengenai kondisi mata Bunda. Kemudian, minta resep obat tetes mata yang bisa mengurangi produksi air mata. Gunakan obat tetes ini sebelum Bunda menggunakan riasan pada mata, supaya tetesan obat tidak membuat riasan Bunda berantakan.

2. Gunakan produk dengan label hypoallergic

Apabila Bunda merasa bahwa mata berair terjadid akibat alergi pada produk riasan mata, maka gunakan produk riasan yang memiliki hypoallergic. Terutama pada produk-produk, seperti krim mata, eyeshadow, eyeliner, atau maskara.

Sementara itu, hindari produk yang menggunakan zat carmine. Zat ini adalah pigmen berwarna merah ini berasal dari kumbang, yang biasanya digunakan pada warna merah mudah cerah dan ungu. Carmine sangat mudah membuat mata menjadi berair apalagi bagi yang sensitif.

3. Pastikan alat rias bersih

Pastikan Apabila alat rias seperti, penjepit bulu mata dan brush selalu dalam keadaan bersih ketika Bunda menggunakannya. Bila tidak sering-sering dibersihkan, kemungkinan debu atau kotoran lain bisa menempel dan membuat mata Bunda iritasi.

Pastikan juga produk riasan Bunda masih bisa digunakan. Semua produk riasan memiliki masa berlaku yang berbeda-beda, selalu perhatikan tanggal kedaluwarsa yang tercantum pada kemasan produk.

Sebaiknya, ganti maskara Bunda setiap tiga bulan sekali. Produk riasan yang cair cenderung lebih mudah rusak daripada yang padat. Sebelum digunakan, hirup dulu aromanya. Apabila tidak tercium bau khas dari produk seperti biasanya, jangan gunakan produk dan segera ganti dengan yang lain.

4. Gunakan riasan dasar pada bagian bawah mata

Nah, Setelah Bunda menyiapkan alat dan produk riasan serta menggunakan obat tetes. Langkah selanjutnya adalah gunakan riasan dasar dengan eyecream, pada area bawah mata. Mengapa? Air mata mengandung garam yang bisa membuat kulit area bawah mata mengering. Agar area bawah mata tetap lembap, krim khusus ini bisa mencegah kulit area bawah mata mengering.

5. Hindari riasan pada area mata bagian bawah

Menggunakan eyeliner tepat di garis bulu mata bawah bisa memicu refleks air mata sehingga membuat kondisi mata berair menjadi bertambah buruk. Sementara, menggunakan eyeliner di bagian garis mata atas masih terbilang aman.

Pilihlah eyeliner bentuk pensil dan menggunakan eyeliner di garis mata setelah bulu mata supaya tidak membuat mata semakin berair.

6. Selalu sediakan tisu dan bersihkan riasan di malam hari

Walaupun Bunda sudah menggunakan obat tetes mata dan mencoba cara merias mata dengan benar, tetap ada kemungkinan air mata akan keluar. Jadi, siapkan selalu tisu Apabila Bunda merasa ada air mata yang keluar.

Selain itu, saat air mata mengalir, Bunda bisa mengangkat dagu Bunda ke atas dan ambil napas perlahan. Cara ini bisa mencegah air mengalir ke bawah.

Untuk menghindari iritasi mata terus bertambah buruk, riasan mata harus dibersihkan setelahnya. Gunakan make up remover dengan kapas supaya riasan terangkat dari kulit dan area sekitar mata.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.