Blog
Spread the love

Popok telah menjadi sebuah kebutuhan, bila Bunda memiliki bayi. Yups, ada berbagai macam popok, yang dicuci ataupun sekali pakai. Sebagian besar Bunda mungkin mulai memakaikan popok pada bayinya pada saat berusia satu bulan. Seperti yang Bunda tahu, bayi yang baru lahir tentu sangat rentan. Ruam bisa muncul pada kulitnya akibat pemakaian popok. Ruam bisa berupa kemerahan atau kulit jadi bersisik. Wah, kalau sudah begini, bagaimana ya cara atasi ruam popok? Tenang dulu Bunda, pasti ada solusinya.

Mengatasi ruam popok pada bayi

Bagaimana cara mengatasi ruam popok pada bayi?

Ada beberapa cara yang dapat Bunda coba. Simak berikut ini:

1. Pastikan Bunda rutin mengecek popoknya

Poin ini sangat penting sekali, yaitu mengecek popok bayi Bunda, apakah sudah basah atau kotor? Bunda juga perlu mencuci tangan terlebih dahulu sebelum mengganti popok si kecil Bunda. Bersihkan area kulit yang tertutup popok dengan kain lembut atau dengan menyemprotkan air dari botol. Bunda juga dapat mengelapnya menggunakan tissue, namun perlu diingat jangan menggosoknya terlalu keras ya bund. Hindarilah menggunakan tissue basah yang mengandung alkohol atau pewangi. Dan saat Bunda memandikan si kecil, maka gunakan sabun yang lembut, serta tepuk-tepuk bagian yang munculnya ruam.

Usahakan si kecil Bunda memiliki jam-jam di mana ia tidak memakai popok. Hal ini bisa membuat kulitnya terjaga tetap kering serta bebas dari gesekan bun. Saat tidak memakai popok, maka Bunda dapat membaringkan si kecil di atas handuk.

2. Rutin mengganti popoknya

Saat ruam muncul dibagian kulit si kecil Bunda, maka rutinlah mengganti popok dimana ini yang sangat harus Bunda lakukan. Kapan Bunda harus menggantinya? Normalnya ganti setiap 2 sampai 3 jam sekali. Namun usahakan untuk secepat mungkin, saat sudah terlihat kotor, Bunda harus langsung mengganti popoknya. Ruam ditambah kulit yang lembap bisa memicu iritasi pada kulitnya sehingga semakin menjadi.

Begitu juga dengan cara Bunda memakaikan popok pada si kecil, usahakan popoknya tidak dibalutkan dengan ketat ya, agar kulitnya bisa bernapas dan ruam tidak jadi parah. Pastikan Bunda menunggu kulit si kecil kering terlebih dahulu, sebelum diberikan popok baru. Popok yang sekali pakai juga bisa membantu kulit si kecil Bunda tetap kering.

3. Memberikan krim atau gel untuk si kecil

Bunda juga dapat menggunakan krim yang mengandung zinc untuk meredakan ruam kulit, serta mencegah iritasi lainnya. Bunda dapat bertanya pada dokter atau apoteker tentang krim yang baik untuk dioleskan pada kulit si kecil. Hindari menggunakan krim steroid (hydrocortisone) kecuali dokter meresepkannya. Jenis krim tersebut bisa mengiritasi kulit pantat si kecil, apalagi jika pemakaiannya tidak tepat.

Setelah memakaikan krim yang tepat, Bunda dapat oleskan petroleum jelly, agar krim tidak menempel di popok. Gel seperti vaseline mungkin cocok untuk diaplikasikan, selain kandungan parfumnya yang sedikit, harganya juga terjangkau. Tipe gel ini juga tidak terlalu kuat, sehingga aman digunakan.

4. Perhatikan cara memilih popok

Beberapa orangtua mengakui bahwa mengenali popok mana yang cocok untuk dipakai bayinya bisa mengurangi ruam pada si kecil. Berikut ini tipsnya:

Bunda dapat mencoba beralih ke popok kain, atau mencoba popok sekali pakai dari merek yang berbeda.
Jika Bunda mencuci sendiri popok kain si kecil, ganti juga detergent (sabun cuci) yang biasa dipakai untuk membersihkan popok. Gunakan sabun cuci yang lembut, yang hypoallergenic. Bunda juga dapat menambahkan setengah cangkir cuka saat membilas popok tersebut.

5. Pilih pakaian yang menyerap udara

Selain tidak memakaikan produk yang mengandung parfum, pilihan baju yang tepat juga membantu meredakan ruam. Baju atau popok yang ketat bisa membuat lembap area sekitar pantat si kecil, serta membuat si kecil merasakan kepanasan. Apalagi dengan cuaca di Indonesia yang terkadang tak menentu. Bahan yang menyerap keringat dibutuhkan saat cuaca panas. Selain untuk menghindari ruam, si kecil juga akan merasa lebih nyaman.

Apakah ruam akibat popok dapat berbahaya?

‘Berbahaya’ atau tidak tergantung pada penyebabnya. Berikut ini ada beberapa hal yang bisa menyebabkan ruam:

  • Membiarkan popok basah dan kotor dalam waktu lama
  • Infeksi jamur
  • Infeksi bakteri
  • Reaksi alergi terhadap popok
  • Diare

Namun, ruam di kulit si kecil juga dapat muncul, karena mulai makan makanan padat dan meminum antibiotik (antibiotik dapat mempengaruhi air susu ibu). Beberapa ruam memang bisa sembuh dengan sendirinya tanpa pergi ke dokter.

Kapan saja harus membawa si kecil saya ke dokter?
Seperti yang sudah disebutkan di atas, biarpun ruam terlihat nyeri, tapi dapat sembuh tanpa perawatan dari dokter. Namun, Bunda tetap harus pergi ke dokter, ketika ruam mulai menjadi infeksi. Tanda-tanda yang dapat Bunda kenali bisa berupa:

  • Lecet pada daerah popok
  • Demam
  • Kemerahan yang amat sangat
  • Bengkak
  • Bernanah atau keluar cairan di sekitar area popok
  • Ruam memburuk atau tidak hilang-hilang
  • Ruam berkembang menjadi jamur dan infeksi ragi yang disebut candida
  • Saat si kecil Bunda memperlihatkan tanda-tanda dia merasa sakit ketika memakai popok

Dikutip oleh: hellosehat.com

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.