Blog
Spread the love

Keguguran dapat terjadi pada semua kehamilan. Selain menyakitkan, keguguran dapat menyebabkan perdarahan yang sangat luar biasa. Keguguran dibedakan menjadi dua hal, yakni keguguran tanpa kuretase (kuret) dan keguguran dengan kuretase.

Keguguran adalah kematian bayi secara spontan sebelum memasuki minggu ke-20 pada masa kehamilan. Terdapat beragam penyebab keguguran, mulai dari adanya kelainan kromosom sampai janin berhenti tumbuh, terpapar racun, infeksi, gangguan fisik bahkan berat badan berlebih pada ibu hamil, hingga usia ibu hamil yang terlalu muda atau terlalu tua.

Sumber : Alodokter.com

Apakah Setiap Keguguran Harus Dikuretase?

Wanita terkadang tidak menyadari bila dirinya mengalami keguguran. Tapi, sebenarnya ada beberapa tanda yang dapat menandakan keguguran, meliputi:

  • nyeri punggung bagian bawah
  • nyeri perut yang terasa seperti kram
  • terdapat flek (bercak darah) atau jaringan yang keluar dari vagina
  • perdarahan vagina
  • demam
  • tubuh terasa lemas

Bila Bunda mengalami keguguran, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan juga USG. Biasanya, wanita yang mengalami keguguran akan melalui proses kuretase atau kuret. Kuretase atau kuret adalah proses pembersihan isi kandungan di dalam rahim, termasuk janin. Akan tetapi, 50 persen wanita yang mengalami keguguran, tidak perlu menjalani tindakan kuretase.

Keguguran tanpa kuret hanya diperbolehkan bila seluruh isi didalam kandungan sudah keluar dan tidak ada jaringan janin atau plasenta yang tertinggal. Keguguran yang seperti ini dikenal dengan istilah medis abortus komplit.

Pada sebagian besar kasus keguguran, di mana usia kehamilan masih kurang dari 10 minggu, jaringan janin atau plasenta yang tertinggal di dalam rahim akan keluar secara alami dalam waktu satu atau dua minggu. Proses ini dapat juga dibantu dengan pemberian obat-obatan oleh dokter, bila dirasa perlu.

Apabila keguguran terjadi setelah usia kehamilan 10 minggu, sisa jaringan janin lebih berisiko tertinggal di dalam rahim. Maka sebab itu, dibutuhkan prosedur kuretase atau kuret bagaimana untuk mengeluarkannya. Selain untuk membersihkan rahim Bunda dari sisa jaringan janin dan plasenta, kuret bertujuan untuk menghentikan perdarahan serta mencegah infeksi.

Perawatan setelah Mengalami Keguguran

Setelah menjalani proses kuret atau kuretase, Bunda akan memerlukan seseorang untuk menemani Bunda pulang. Mungkin Bunda akan mengalami kram ringan pada perut dan sedikit perdarahan dari vagina selama beberapa hari ke depan. Tapi jangan panik, karena hal itu normal.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu Bunda lakukan setelah menjalani kuret:

Usahakan untuk tidak melakukan aktivitas yang berat dalam waktu 24 jam. Kebanyakan wanita dapat langsung kembali untuk beraktivitas kembali dalam beberapa hari setelah menjalani kuretase.

Minum obat pereda nyeri

Bunda mungkin akan mengalami kram perut dan perdarahan yang ringan selama beberapa hari hingga dua minggu setelah menjalani kuret. Biasanya dokter akan memberikan obat pereda nyeri seperti ibuprofen.

Jangan memasukan apa pun ke dalam vagina Bunda

Setelah melakukan kuret, Bunda tidak disarankan memasukan benda apa pun ke dalam vagina Bunda, termasuk berhubungan seksual, setidaknya selama dua minggu setelah kuret atau hingga perdarahan selesai.

Tidak boleh memakai tampon

Bunda juga tidak diperbolehkan untuk menggunakan tampon sampai Bunda mendapatkan menstruasi. Biasanya menstruasi akan terjadi kembali dalam waktu 2-6 minggu setelah kuret.

Gejala yang perlu Bunda waspadai pasca tindakan kuret, antara lain adalah:

  • Perdarahan lebih dari 2 minggu atau perdarahan yang sangat banyak
  • Keram perut lebih dari 2 minggu
  • Lemas atau pusing
  • Demam
  • Keluarnya cairan vagina yang berbau busuk

Bila terdapat gejala-gejala di atas, Bunda perlu segera memeriksakan diri ke dokter.

Menjaga Kehamilan yang Sehat

Baik keguguran tanpa kuretase maupun dengan kuretase, keduanya tidak sepenuhya dapat dicegah. Tapi, ada beberapa upaya yang dapat Bunda lakukan untuk menurunkan risiko gangguan pada kehamilan Bunda. Beberapa upaya tersebut, di antaranya:

  • Konsumsi makanan sehat yang kaya akan kandungan asam folat dan kalsium.
  • Rutin berolahraga selama hamil. Tapi, tanyakan dulu pada dokter kandungan Bunda mengenai batasan olahraga yang dapat Bunda lakukan.
  • Menjaga berat badan yang sehat, yakni tidak terlalu kurus dan tidak terlalu gemuk.
  • Batasi asupan kafein.
  • Jauhi rokok dan minuman beralkohol.
  • Hindari aktivitas yang dapat menyebabkan cedera atau benturan pada perut Bunda.

Keguguran dapat membahayakan ibu hamil. Oleh karena itu, jagalah selalu kesehatan diri Bunda dan juga bayi Bunda selama masa kehamilan. Segera hubungi dokter bila Bunda mengalami perdarahan, keluar bercak dari vagina, kram dan nyeri perut, serta bila gerakan bayi Bunda terasa berkurang.

Sumber : Alodokter

Baju Menyusui Gamis Menyusui / Khimar Syar’i / Gamis Ibu Menyusui /Gamis Ibu Hamil / Mengenal Keguguran Tanpa Kuretase Dan Perawatannya.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.