Blog
Spread the love

Saat Bunda sedang hamil, Bunda mungkin akan sering mual dan muntah. Hal ini juga disebut sebagai morning sickness. Gejala-gejalanya dapat membuat Bunda merasa tidak nyaman. Bunda mungkin bertanya-tanya apakah ini pertBunda baik. Jawabannya ya dan tidak. Mari lihat mengapa.

Morning sickness adalah kondisi yang rumit. Sulit untuk mengetahui apakah yang Bunda alami baik atau buruk. Morning sickness, atau mual, merupakan tanda umum dari kehamilan. Morning sickness biasanya dimulai saat Bunda berada di minggu kehamilan ke-6 dan berhenti pada minggu ke-12. Kondisi dapat terjadi kapanpun, baik pagi, siang atau malam hari. Akan tetapi gejala bisa jadi lebih buruk pada pagi hari dan membaik setelahnya.

Beberapa studi menunjukkan bahwa jika mual dan muntah selama kehamilan disebabkan oleh perubahan hormon pada tubuh wanita. Saat Bunda hamil, tubuh menghasilkan hormon human chorionic gonadotropin (HCG). Hormon ini terkait dengan mual dan muntah.

Perempuan yang telah mengandung lebih dari satu anak (hamil kembar) sering kali mengalami mual dan muntah karena kadar HCG pada darah yang lebih tinggi. Hormon estrogen juga berperan pada terjadinya morning sickness.

Namun, tidak mengalami morning sickness bukan berarti Bunda memiliki masalah dengan kehamilan Bunda. Mual dan muntah berlebih dapat menyebabkan terjadinya defisiensi nutrisi dan ketidakseimbangan elektrolit. Hal ini dapat membahayakan Bunda dan bayi Bunda. Apabila Bunda memiliki mabuk perjalanan atau merasa tidak nyaman dengan bau-bauan tertentu, morning sickness dapat terasa lebih mengganggu.

Apa yang dapat Bunda lakukan untuk meringankan gejala?

  • Makan sedikit-sedikit tapi lebih sering. Bunda harus makan makanan yang kaya protein dan karbohidrat karena memberikan lebih banyak energi.
  • Makan pelan-pelan agar tubuh dapat menyerap makanan dengan lebih baik dan Bunda akan merasa kenyang lebih lama.
  • Minum cairan sebelum atau setelah makan.
  • Sediakan camilan favorit Bunda seperti crackers, cookies, yogurt atau buah-buahan di dekat Bunda sehingga Bunda dapat memakannya kapan pun. Camilan tersebut dapat memberikan Bunda energi dan nutrisi. Camilan juga dapat membantu Bunda merasa lebih rileks saat Bunda mual.
  • Makan kapan pun Bunda mau, kapan pun Bunda suka dan kapan pun Bunda dapat.
  • Minum air, susu, atau jus buah agar cairan tubuh tetap tercukupi.
  • Makan makanan dingin dapat membantu bunda atasai morning sickness karena makanan panas membuat mual.
  • Kumur mulut Bunda sebelum dan setelah Bunda makan untuk menghindari rasa tidak sedap.
  • Olahraga ringan dan low impact dapat membantu. Berjalan, bersepeda, atau berenang dapat jadi pilihannya.
  • Buka jendela agar sirkulasi udara lebih lancar.
  • Istirahat, rileks, dan tidur siang saat Bunda dapat. Mual dan muntah sering kali jadi tambah parah saat Bunda lelah.
  • Jahe dapat menenangkan gangguan perut Bunda. Cobalah minum seperti teh atau minuman apa pun yang mengandung jahe.

Apa yang harus dihindari?

  • Cobalah dengan menghindari makanan atau benda lain yang dapat memicu Bunda mual seperti ruangan yang hangat, bau parfum atau perjalanan dengan mobil.
  • Hindari makanan berlemak, pedas, gorengan atau asam. Makanan tersebut dapat mengiritasi sistem pencernaan.
  • Jangan minum cairan saat Bunda sedang makan. Jangan minum terlalu banyak sekaligus. Bunda dapat merasa kembung sehingga Bunda makan lebih sedikit.
  • Jangan langsung bangkit dari tempat tidur setelah Bunda bangun tidur.
  • Jangan berbaring setelah Bunda makan. Cobalah untuk melakukan beberapa aktivitas ringan.
  • Jangan melewatkan makan walau mual dan muntah dapat membuat Bunda tidak ingin makan apa pun.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.