Blog
Spread the love

Idealnya, bayi harus diberikan ASI eksklusif semenjak lahir sampai 6 bulan pertama hidupnya. Meski begitu, ada banyak hal yang bisa membuat pengalaman ASI ekslusif tiap Bunda dan anak berbeda-beda. Ada Bunda yang lancar-lancar saja selama masa ini, tapi ada juga yang merasa kesulitan menyusui buah hatinya. Apabila Bunda masuk ke dalam kategori kedua, coba renungkan dulu sejenak. Tahukah Bunda, beberapa hal yang Bunda selama ini lakukan bisa menyebabkan program ASI eksklusif gagal tanpa disadari.

Beberapa hal yang bisa menyebabkan ASI eksklusif gagal

Menyusu eksklusif selama enam bulan memang tidak mudah. Namun, beberapa hal di bawah ini tidak disangka bisa menambah kesulitan Bunda sehingga tidak disangka-sangka menggagalkan usaha ASI eksklusif Bunda untuk si kecil.

1. Memberi madu atau air putih

Banyak masyarakat Indonesia yang masih percaya bahwa mengoleskan madu di bibir bayi bisa memerahkan warna bibirnya, atau untuk mengatasi bibir bayi yang kering. Akan tetapi, hal inilah yang tanpa disadari bikin program ASI eksklusif gagal total.

Perlu diingat, ASI eksklusif artinya Bunda hanya harus memberikan ASI saja ke bayi selama enam bulan. Bahkan, pemberian air putih saja tidak diperbolehkan. Hal yang masih boleh diberikan pada bayi selama ASI eksklusif adalah seperti obat-obatan, vitamin, atau mineral tetes.

2. Terlalu sering memberikan ASI dari botol

Banyak Bunda bekerja yang memberikan ASI perah lewat botol agar anak mereka tetap bisa mendapatkan ASI eksklusif. Meski begitu, jika Bunda terus menerus memberi ASI botolan pada bayi bisa membuat bayi mengalami bingung puting sehingga ia akan menolak saat ditawarkan menyusu langsung dari payudara Bunda.

Bingung puting bisa membuat bayi kesulitan mendapatkan ASI dari payudara Bunda.

3. Berpikir bahwa ASI yang keluar sedikit

Ternyata pikiran bisa berpengaruh pada produksi ASI. Apabila Bunda secara terus menerus berpikir bahwa ASI yang keluar sedikit atau ASI tidak lancar (padahal sebenarnya tidak ada masalah), tidak menutup kemungkinan bahwa hal ini akan benar-benar terjadi.

Stres karena Bunda terus berpikir produksi ASI-nya sedikit bisa membuat pelepasan hormon kortisol yang merangsang produksi ASI terhambat. Akibatnya, produksi ASI bisa terganggu dan menjadi sedikit. Hal ini tentu bisa mengganggu pemberian ASI eksklusif selama enam bulan.

4. Diet atau membatasi makan saat menyusui

Setelah melahirkan, tentu Bunda ingin mendapatkan berat badannya kembali. Hal ini mendorong Bunda untuk membatasi makan atau melakukan diet saat menyusui. Padahal selama masa menyusui, Bunda tetap perlu banyak asupan makanan bergizi seimbang agar produksi ASI-nya tetap terjaga.

Apabila diet sampai mengganggu produksi ASI, hal ini tentu bisa menghambat pemberian ASI eksklusif ke bayi selama enam bulan ke depan.

5. Menggunakan KB terlalu cepat

Setelah melahirkan bayi, tentu Bunda belum siap untuk hamil lagi. Hal ini membuat Bunda memutuskan untuk segera memasang alat kontrasepsi (atau KB) setelah melahirkan agar tidak kebobolan hamil.

Namun, memakai alat kontrasepsi terlalu cepat justru bisa menghambat produksi ASI. Beberapa alat kontrasepsi tertentu, seperti IUD dan pil KB, dilaporkan bisa mengganggu produksi hormon yang merangsang produksi ASI.

Gamis Menyusui / Gamis Ibu Hamil / Khimar Syar’i

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.