Blog
Spread the love

Seiring dengan perkembangan teknologi di dunia medis, para perempuan bisa memanfaatkan beberapa pilihan untuk mengurangi rasa sakit saat melahirkan normal. Salah satunya yaitu suntik epidural yang berfungsi untuk menekan rasa sakit seminim mungkin saat proses persalinan berlangsung. Namun, sebagian besar perempuan lainnya justru ingin melahirkan normal alami alias tanpa epidural. Mengapa demikian? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Kenapa perempuan lebih memilih proses melahirkan normal alami?

Melahirkan normal alami jelas lebih sakit daripada melahirkan normal dengan bantuan suntik epidural. Meski demikian, hal ini tetap menjadi pilihan masing-masing ibu hamil mengenai proses persalinan seperti apa yang diidam-idamkan.

Berikut ini adalah penyebab utama perempuan ingin melahirkan normal secara alami tanpa bantuan epidural.

1. Lebih aman untuk bayi

Semua obat yang digunakan sebelum dan saat bersalin bisa mencapai janin dalam kandungan, termasuk epidural. Dilansir dari Verywell, beberapa jenis epidural bisa meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada janin.

Epidural bisa menyebabkan tekanan darah ibu menurun secara mendadak. Akibatnya, aliran darah menuju janin ikut berkurang dan bisa menyebabkan penurunan denyut jantung bayi. Itulah mengapa kebanyakan ibu hamil lebih memilih melahirkan normal secara alami yang lebih aman untuk bayinya.

2. Menurunkan risiko operasi caesar

Menurut para ahli, pemberian obat tertentu saat bersalin bisa meningkatkan risiko melahirkan caesar. Bahkan, studi menunjukkan bahwa kejadian ini terus meningkat hingga mencapai 50 persen dalam 20 tahun terakhir.

Ketika ibu hamil diberikan bius epidural atau obat tertentu saat melahirkan, ada beberapa tindakan tambahan yang mungkin akan dilakukan oleh tim medis, di antaranya pemantauan janin secara internal dan eksternal, pemantauan infus, amniotomi (pemecahan kantung ketuban), induksi, dan sebagainya.

Karena itu, tidak menutup kemungkinan bahwa proses persalinan alami ini akan berubah menjadi persalinan caesar setelah menerima obat-obatan tertentu saat bersalin.

3. Dorongan alamiah untuk melahirkan normal

Pada dasarnya, tubuh perempuan memang dirancang agar mampu melahirkan normal alami. Karena itu, Bunda mungkin merasakan dorongan naluriah untuk melahirkan dengan cara yang sealami mungkin.

Para bidan maupun doula pun sudah banyak yang memberikan informasi mengenai manfaat melahirkan normal alami. Alhasil, semakin banyak pula ibu hamil yang yakin untuk persalinan secara normal dan alami.

4. Tidak bisa menerima obat tertentu

Beberapa perempuan juga memilih untuk melahirkan normal dan alami karena beberapa alasan medis. Misalnya, ibu hamil mengalami cedera tulang belakang sehingga tidak memungkinkan untuk menerima suntik epidural maupun obat lainnya saat melahirkan.

Apa pun metode persalinan yang Bunda pilih, selalu konsultasikan ke dokter dan bidan untuk mendapatkan saran yang tepat. Mintalah dukungan suami dan keluarga agar Bunda semakin kuat menghadapi proses persalinan.

5. Riwayat persalinan sebelumnya

Terkadang, beberapa ibu hamil memilih untuk melahirkan normal alami setelah berkaca pada proses persalinan sebelumnya. Misalnya Bunda punya pengalaman buruk ketika diinduksi atau ingin mengulang nikmatnya persalinan alami seperti sebelumnya.

Selain itu, mungkin saja Bunda ingin mencoba pengalaman baru dengan melahirkan normal setelah caesar – alias vaginal birth after caesarian (VBAC). Ini artinya pengalaman persalinan sebelumnya berperan besar untuk menentukan metode persalinan selanjutnya.

Ingat, selalu konsultasikan dengan dokter kandungan atau bidan terlebih dahulu sebelum memutuskan metode persalinan yang Bunda inginkan. Terkadang, Bunda mungkin sudah berencana untuk melahirkan normal alami, tapi ada suatu hal yang membuat Bunda harus menerima suntik epidural, obat induksi, atau obat lainnya demi keselamatan ibu dan bayi.

Sumber : hellosehat.com

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.