Kenapa Perut Saya Tidak Besar Ketika Hamil?

Kenapa Perut Saya Tidak Besar Ketika Hamil?

Pastinya Bunda sudah sering melihat orang hamil. Yang paling terlihat dari ibu hamil adalah perutnya yang besar. Tapi, tidak jarang juga Bunda menemukan perut ibu hamil kecil dibandingkan dengan ibu hamil lainnya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Dan, apakah ini normal?

Mengapa perut saya lebih kecil dibanding ibu hamil lainnya?

Besar perut ibu hamil bisa berbeda, ada yang besar sekali dan juga ada yang tidak terlihat bahwa ia sedang hamil. Jadi, Bunda tidak perlu membandingkan antar ibu hamil. Sebenarnya, tidak ada ukuran pasti berapa seharusnya besar perut ibu hamil dan ukuran perut ibu hamil ini tidak selamanya menunjukkan berat janin Bunda.

Perut ibu hamil kecil biasanya disebabkan oleh hal-hal berikut ini.

Merupakan kehamilan pertama Bunda. Pada umumnya, ibu yang baru pertama kali hamil akan menunjukkan pembesaran perutnya lebih lambat. Hal ini karena otot-otot perut ibu masih sangat kencang dan belum pernah melebar sebelumnya. Sehingga, ibu baru mungkin akan menunjukkan perut yang lebih kecil.

Tinggi badan ibu. Wanita yang tinggi atau yang mempunyai sumbu tubuh yang panjang juga lebih sering memiliki perut yang kecil. Hal ini disebabkan karena mereka lebih banyak memiliki ruang untuk bayi mereka untuk berkembang dan memanjang. Sehingga, perut ibu tidak didorong jauh ke depan.

Posisi bayi. Bagaimana posisi bayi Bunda di dalam rahim turut memengaruhi bagaimana perut Bunda terlihat. Pergerakan bayi dalam rahim bisa mengubah bentuk perut Bunda, bisa terlihat lebih kecil atau lebih besar. Pergerakan bayi dan perubahan posisi bayi secara teratur biasanya meningkat pada usia kehamilan 32-34 minggu.

Rahim menggeser usus. Rahim yang terus membesar bisa mendorong usus Bunda ke atas dan ke belakang. Hal ini membuat perut Bunda terlihat lebih kecil. Berbeda jika usus didorong di sekitar sisi rahim, ini akan membuat perut ibu hamil terlihat lebih bulat dan lebih besar.

Jumlah janin yang ada di rahim ibu. Tentunya, perut ibu akan terlihat lebih besar jika ia sedang mengandung anak kembar. Sedangkan, ibu hamil yang mengandung satu anak tentu perutnya akan terlihat lebih kecil.

Jumlah cairan ketuban. Jumlah cairan ketuban juga bisa memengaruhi besar perut ibu hamil. Cairan ketuban yang berjumlah lebih banyak tentu membuat perut ibu hamil terlihat lebih besar. Sedangkan, cairan ketuban yang lebih sedikit membuat perut ibu hamil lebih kecil.

Perut ibu hamil kecil, apakah normal?

Bunda tidak perlu khawatir tentang perut yang kecil selama kehamilan. Selagi dokter Bunda mengatakan bayi Bunda berkembang dengan baik di dalam kandungan dan berat badan Bunda berada dalam rentang yang normal, perut ibu hamil kecil adalah hal yang normal. Tidak selamanya perut Bunda yang kecil menunjukkan bahwa bayi Bunda tidak normal atau ukuran bayi Bunda kecil.

Dokter akan memeriksa kondisi kehamilan Bunda setiap Bunda melakukan pemeriksaan kehamilan. Pada trimester pertama, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan panggul untuk mengetahui ukuran rahim Bunda yang tumbuh dan melakukan USG untuk melihat sudah seberapa besar bayi Bunda. Biasanya, Bunda baru akan melihat tonjolan perut Bunda pada usia kehamilan antara 12-16 minggu. Beberapa dari Bunda mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk melihat perut membesar.

Sofeya Gamis Menyusui / Khimar Syar’i / Gamis Ibu Menyusui /Kenapa Perut Saya Tidak Besar Ketika Hamil? 

Gamis Menyusui Jasmine

Gamis Menyusui Jasmine

Sudah banyak trend trend di dunia fashion saat ini. Beberapa ahli designer telah menciptakan pakaian yang mengarah dengan trend masa kini. Di lain sisi di jaman ini banyak desainer yang lalai akan membuat design untuk kebutuhan bunda yang sedang menyusui. Namun, SOFEYA telah hadir untuk memenuhi  beberapa keinginanan dan masalah di atas.

Yaitu Gamis Menyusui, gamis ini di desain dengan sangat rapi dan dengan model yang kekinian untuk bunda bunda yang ingin tetap menjaga penampilannya walaupun saat sedang menyusui maupun tidak. Karena gamis ini di desain untuk multifungsi sehingga bunda sudah tidak menyusui tetap bisa di gunakan. Tanpa mengkhawatirkan akses menyusuinya.

 

Description

Gamis Menyusui Jasmine dari sofeya ini sangat cocok bagi Anda yang ingin tampil cantik walaupun sedang menyusui sang buah hati. Dengan penjelasan produk sebagai berikut :

  • Material Roberto Cavalli mix biante ( Glossy, adem, tidak menerawang )
  • Akses menyusui dibalik motif ( kanan dan kiri ) , tanpa kancing tanpa resleting
  • Rok A line ( 2.5 meter )
  • Wudhu friendly
  • Ada layer motif panjang dibagian depan dada sampai mata kaki
  • Size M, L, XL
  • Warna : Broken White

🌷Tersedia 4 seri warna :

 

Harga

Rp. 275.000

Untuk harga di atas masih terbilang terjangkau untuk mendapatkan Gamis Menyusui Cantik ini karena dari pertimbangan bahan yang digunakan sangat premium dan nyaman digunakan oleh bunda.

Cara Pemesanan

Untuk cara pemesanan sangat lah mudah bund. Bunda bisa menghubungi CS atau Belanja Online Via Website dimana bunda bisa tahu ketersediaan stoknya.

  1. Cara Pemesanan Via Website Klik Disini : Cara Pemesanan Via Website Sofeya
  2. Cara Pemesanan Via CS Hubungi  ke nomor WA :  0822 4390 9888

Sofeya Gamis Menyusui / Khimar Syar’i / Gamis Ibu Menyusui /Gamis Menyusui Jasmine

Benarkah Makanan Pedas Melancarkan Persalinan

Benarkah Makanan Pedas Melancarkan Persalinan

Jika Bunda hamil tak kunjung menunjukkan tanda melahirkan, padahal sudah waktunya, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memicu persalinan. Salah satunya adalah dengan makan makanan pedas. Apa kata dunia medis soal bisik tetangga yang bilang bahwa makanan pedas memicu persalinan?

Benarkah makanan pedas memicu persalinan?

Banyak perempuan yang percaya bahwa makan makanan pedas memicu persalinan. Makanan pedas pada umumnya membuat perut sakit dan mulas, sehingga dipercaya dapat merangsang datangnya kontraksi tanda melahirkan. Makanan pedas juga disinyalir dapat menyebabkan tubuh melepaskan hormon prostaglandin melalui proses pencernaan, yang akan memicu kontraksi pada rahim.

Namun, teori yang mengatakan bahwa makanan pedas dapat mempercepat kelahiran ini ditolak mentah-mentah oleh dunia kedokteran. Dilansir dari WebMD, Tery Harper, MD, pakar pengobatan Bunda dan anak, bahkan mengatakan bahwa tidak ada hubungannya antara makanan yang tersimpan di lambung dengan kerja otot rahim untuk berkontraksi. “Sampai saat ini, masih belum ada satupun studi ilmiah yang dapat membuktikan kalau makanan pedas dapat memicu persalinan,” tandas Harper.

Pernyataan ini pun diamini oleh Elizabeth Stein, seorang bidan di New York. Stein mengatakan, “Tidak ada cara alami yang membuktikan efektif dan aman untuk mempercepat persalinan.” Tidak ada makanan manapun yang dapat mendorong terjadinya persalinan. Satu-satunya cara yang dapat diandalkan untuk mempercepat kelahiran anak adalah dengan induksi medis di rumah sakit yang melibatkan obat-obatan.

Lantas, kenapa banyak perempuan yang menggosipkan bahwa makanan pedas dapat memicu persalinan? Hal ini mungkin berasal dari sugesti. Beberapa orang dapat mengalami kram perut sehabis makan makanan pedas, yang seringnya dianggap sebagai tanda awal kontraksi. Padahal, kram perut ini disebabkan oleh penumpukan gas dari gejala maag dan refluks asam lambung. Kedua hal ini merupakan masalah yang umum terjadi pada orang-orang yang mengonsumsi makanan pedas, terutama jika perutnya memang sensitif.

Jadi, apakah Bunda hamil tidak boleh makan pedas?

Jika Bunda ingin tetap mencoba, tidak ada salahnya. Yang harus Bunda perhatikan adalah porsinya. Jangan terlalu banyak, sampai usaha coba-coba Bunda malah menyebabkan perut terasa mulas atau bahkan diare.

Berikut beberapa tips bila Bunda ingin mengonsumsi makanan pedas, seperti:

Dampingi makanan pedas dengan satu gelas susu untuk membantu meminimalkan rasa panas dalam perut.
Satu sendok makan madu juga dapat membantu mencegah mulas setelah mengonsumsi makanan pedas.

Namun, penting untuk Bunda ketahui bahwa menghindari makanan pedas tentu menjadi langkah terbaik Bunda untuk menjaga kesehatan Bunda dan janin Bunda. Tetap konsumsi makanan yang direkomendasikan oleh dokter agar nutrisi Bunda dan janin Bunda tetap tercukupi dengan baik.

Sofeya Gamis Menyusui / Khimar Syar’i / Gamis Ibu Menyusui / Benarkah Makanan Pedas Dapat Perlancar Persalinan

Bahaya Obat Des Bagi Ibu dan Bayi

Bahaya Obat Des Bagi Ibu dan Bayi

Sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa obat anti keguguran jenis DES rupanya sangat berisiko bagi ibu hamil dan bayinya kelak. Padahal, di tahun 1930 hingga 1980-an obat ini marak dikonsumsi ibu hamil guna mencegah keguguran dan komplikasi kehamilan. Apa saja bahaya obat DES bagi ibu dan bayi? Ini dia ulasan lengkapnya.

Apa itu obat DES?

Obat DES, yaitu singkatan dari diethylstilbestrol adalah hormon sintetis (buatan) yang sangat menyerupai estrogen. Obat ini biasanya diberikan bagi ibu hamil guna mencegah kelahiran prematur, komplikasi kehamilan, hingga keguguran.

Pada tahun 1970-an, para peneliti mulai melihat adanya risiko penggunaan obat antikeguguran bagi ibu dan bayi. Sejak saat itu para dokter kandungan sudah jarang meresepkan obat ini. Berbagai studi yang menyusul juga memaparkan bahwa obat DES rupanya tak manjur dalam mencegah keguguran atau komplikasi kehamilan. Maka, sekarang obat ini sudah tak lagi diberikan bagi ibu hamil.

Risiko penggunaan obat DES pada ibu dan bayi

Sejumlah penelitian telah berhasil memastikan bahwa obat DES dapat meningkatkan risiko kesehatan serius baik bagi ibu hamil yang minum DES maupun bayi DES (bayi yang terpapar DES dalam kandungan).

Risiko bagi ibu hamil yang minum DES

Satu dari enam wanita yang minum DES waktu hamil mungkin mengidap kanker payudara. Sementara pada wanita yang tidak terpapar DES, angka kemungkinannya lebih kecil yaitu satu dari delapan wanita. Jika waktu hamil dulu dokter Bunda meresepkan obat ini, Bunda sebaiknya melakukan pemeriksaan payudara mandiri (SADARI) dan menjalani tes mammogram setiap satu atau dua tahun sekali.

Risiko bagi anak perempuan

Bayi DES perempuan lebih berisiko mengalami berbagai gangguan dibandingkan bayi DES laki-laki. Perhatikan perbandingan risiko bayi DES perempuan dengan bayi yang tak pernah terpapar obat anti keguguran DES berikut ini.

  • 40 kali lebih rentan terhadap adenokarsinoma sel jernih, yaitu penyebab kanker serviks dan kanker vagina
  • 8 kali lebih rentan mengalami kematian di usia 0-28 hari (kematian neonatal)
  • 4,7 kali lebih rentan melahirkan prematur
  • 3,8 kali lebih rentan mengalami keguguran di trimester kedua
  • 3,7 kali lebih rentan mengalami kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan)
  • 2,4 kali lebih rentan melahirkan bayi lahir mati (stillborn)
  • 2,4 kali lebih rentan tidak subur
  • 2,4 kali lebih rentan mengalami menopause dini
  • 2,3 kali lebih rentan mengalami cervical intraepithelial neoplasia (CIN) yaitu stadium 0 kanker serviks
  • 1,8 kali lebih rentan terhadap kanker payudara
  • 1,6 kali lebih rentan mengalami keguguran di trimester pertama
  • 1,4 kali lebih rentan mengalami preeklampsia saat hamil

Risiko bagi anak laki-laki

Meskipun bayi DES laki-laki tidak serentan bayi DES perempuan, tetap ada risiko yang mungkin muncul. Risiko utamanya yaitu kelainan organ reproduksi, misalnya buah zakar tidak turun atau munculnya kista di saluran sperma. Sebuah penelitian tahun 2009 juga menunjukkan kalau laki-laki yang pernah terpapar DES dalam kandungan lebih rentan terhadap infeksi atau peradangan buah zakar.

Bagaimana kalau ibu saya minum DES waktu saya dalam kandungan?

Bila Bunda lahir pada tahun 1930 hingga 1980-an, tanyakan pada ibu Bunda apakah beliau pernah mengonsumsi obat DES selama Bunda masih dalam kandungan. Jika pernah, Bunda sebaiknya melakukan pemeriksaan testis, pemeriksaan panggul (pelvic exam), pap smear, atau tes mammogram. Semakin cepat mendeteksi, semakin besar pula kemungkinan penyakit Bunda ditangani.

Sofeya Gamis Menyusui / Khimar Syar’i / Gamis Ibu Menyusui / Bahaya Obat Des Bagi Ibu dan Bayi

Anak Demam Setelah Imunisasi? Ini Penjelasanya

Anak Demam Setelah Imunisasi? Ini Penjelasanya

Hal yang paling ditakutkan para Bunda setelah anaknya menerima imunisasi adalah suhu tubuh si kecil menjadi meningkat alias demam. Bahkan beberapa Bunda tidak ingin membawa anaknya untuk imunisasi karena alasan ini. Bukan membuat si kecil sehat malah menyebabkan si kecil sakit, pikir para Bunda.

Namun, sebenarnya demam merupakan respon tubuh yang umum dialami si kecil setelah mendapat imunisasi. Hal ini sangat wajar terjadi pada semua si kecil yang mendapat imunisasi. Bunda tidak perlu merasa khawatir karena bila demam bisa ditangani dengan baik, ia tidak akan menjadi masalah.

Mengapa si kecil demam setelah imunisasi?

Imunisasi merupakan suatu cara untuk melindungi tubuh dari penyakit berbahaya sebelum penyakit tersebut kontak dengan kita. Imunisasi memanfaatkan mekanisme pertahanan alami dari tubuh, yaitu sistem imun atau sistem kekebalan tubuh, untuk membentuk pertahanan spesifik dalam melawan infeksi virus.

Ketika si kecil diimunisasi, tubuh si kecil dimasukkan vaksin yang sudah jinak. Kemudian, tubuh akan memproduksi sebuah respon imun dengan cara yang sama seperti ketika tubuh sedang terkena penyakit, tetapi tanpa tubuh menunjukkan gejala penyakit tersebut. Dan ketika tubuh terpapar penyakit yang sama di masa datang, sistem imun tersebut bisa merespon dengan cepat untuk mencegah penyakit tersebut berkembang.

Saat membentuk respon imun setelah si kecil diimunisasi inilah tubuh memberikan respon, seperti demam, gatal, dan nyeri pada bekas suntikan. Tubuh membentuk sistem kekebalan tubuh baru gabungan dari vaksin imunisasi yang dimasukkan ke dalam tubuh, sehingga menyebabkan suhu tubuh meningkat (demam).

Namun, tidak semua imunisasi memberikan respon demam, beberapa mungkin menyebabkan demam, seperti imunisasi campak dan DPT (dipteri, pertusis, dan tetanus). Selain itu, tidak semua si kecil juga mengalami respon demam ini, ada yang demam dan juga ada yang tidak, tiap si kecil menunjukkan respon setelah imunisasi yang berbeda-beda.

Apa yang harus dilakukan bila si kecil demam setelah imunisasi?

Ya, demam merupakan respon tubuh yang normal setelah mendapat imunisasi. Biasanya suhu tubuh si kecil akan naik di atas 37,5 C setelah mendapat imunisasi. Bunda sebagai Bunda hanya perlu menanganinya dengan baik agar demam cepat turun.

Bagi si kecil yang masih menyusui, pemberian ASI yang lebih sering kepada si kecil bisa meringankan demam si kecil Bunda. Penelitian yang diterbitkan oleh Pediatrics menunjukkan bahwa si kecil yang diberi ASI eksklusif lebih sedikit mengalami demam setelah imunisasi daripada si kecil yang tidak menerima ASI eksklusif atau hanya menerima susu formula.

Alasan mengapa si kecil yang diberi ASI berkurang risikonya untuk mengalami demam setelah mendapat imunisasi sebenarnya belum jelas, tetapi ASI mungkin mengandung senyawa anti peradangan yang menurunkan risiko demam. Ini mungkin juga karena si kecil yang diberi ASI memiliki kemungkinan yang lebih sedikit untuk kehilangan nafsu makan ketika mereka sedang merasa kurang sehat karena menyusu bisa memberikan rasa nyaman pada si kecil saat sakit. Selain itu, si kecil yang menyusu ASI juga mendapatkan asupan yang lebih daripada si kecil yang diberikan susu formula sehingga si kecil lebih cepat pulih dari demamnya. Imunisasi juga bekerja lebih baik pada si kecil yang mendapat ASI.

Bunda juga bisa mengompres si kecil dengan air hangat sebagai upaya untuk menurunkan demam. Kompresan ini bisa diletakkan di lengan atau paha di mana suntikan diberikan. Pakaikan juga pakaian yang tipis kepada si kecil, tetapi pastikan si kecil tidak kedinginan. Biarkan si kecil istirahat dan berikan ia minum yang banyak.

Kapan harus waspada?

Bila cara ini belum membantu meredakan demam si kecil Bunda, Bunda bisa memberikan paracetamol atau ibuprofen pada dosis dan waktu yang tepat sesuai anjuran dokter. Sebaiknya segera bawa si kecil ke dokter bila si kecil sudah menunjukkan gejala, seperti demam makin tinggi lebih dari 40 derajat C, si kecil menangis lebih dari 3 jam pada satu waktu, menjadi lesu, kantuk berlebihan, dan mengalami kejang karena demam sangat tinggi.

Bagaimanapun, imunisasi bisa melindungi kesehatan lebih dari satu si kecil. Imunisasi pada satu si kecil bisa memperkecil kesempatan si kecil tersebut untuk menderita penyakit dan menularkan penyakit kepada si kecil lainnya. Bila tingkat imunisasi tinggi di suatu daerah, risiko penyebaran penyakit tertentu bisa menurun, sehingga mereka yang belum atau tidak menerima imunisasi pun bisa terlindungi dari penyakit.

Sofeya Gamis Menyusui / Khimar Syar’i / Gamis Ibu Menyusui / Anak Demam Setelah Imunisasi? Ini Penjelasanya

Ketika Kehamilan Mengalami Keguguran

Ketika Kehamilan Mengalami Keguguran

Banyak bunda yang melewatkan hari-hari di awal kehamilannya dengan perasaan was-was dan khawatir akan terjadinya keguguran. Kekhawatiran akan terjadinya keguguran ini tentu tidak mengherankan, karena keguguran dapat menimbulkan perasaan sedih, kehilangan dan perasaan bersalah, terutama karena janin tersebut amat dinantikan. Pada artikel kali ini SOFEYA akan membahas tentang segala hal yang menyangkut masalah keguguran. Dengan memahami seluk beluk tentang keguguran, diharapkan bunda tidak khawatir lagi dan dapat cepat mengambil tindakan bila memang muncul tanda-tanda keguguran.

Apakah Keguguran Itu?

Keguguran (abortus) adalah dikeluarkannya hasil pembuahan sebelum janin bisa hidup di luar kandungan dengan berat badan kurang dari 500 gram atau umur kehamilan kurang dari 20 minggu. Bila terjadi pada kehamilan lebih dari 20 minggu, maka disebut sebagai kematian janin.

Apa Penyebabnya?

Penyebab pasti terjadinya keguguran, hingga saat ini masih belum banyak diketahui. Tetapi, sudah diketahui adanya 3 faktor yang menjadi beberapa pemicu terjadinya keguguran, yaitu:

  • Kelainan pada janin, misal : kelainan kromosom yang terjadi pada saat proses pembuahan berlangsung sehingga hasil pembuahan atau embrio (bakal janin) yang terbentuk cacat dan terkena seleksi alam, yakni terbuang dan keluar dalam bentuk keguguran
  • Kelainan pada bunda, misal : kelainan pada sistem hormon bunda, kelainan pada sistem kekebalan tubuh, infeksi menahun yang diderita bunda, dan penyakit berat yang diderita bunda, seperti diabetes, hipertensi menahun, dan gangguan pada fungsi ginjal
  • Kelainan pada rahim, misal : rahim terlalu lemah, mioma (tumor jaringan otot) yang dapat mengganggu pertumbuhan embrio

Kenali Tanda-tandanya

Berikut ini beberapa tanda kemungkinan keguguran yang harus diwaspadai:

  • Perdarahan disertai kejang atau nyeri di bagian tengah dari perut bagian bawah.
  • Nyeri parah atau berlanjut terus-menerus selama lebih dari 1 hari, bahkan bila tidak disertai pengeluaran noda (bercak) atau perdarahan.
  • Saat pendarahan sebanyak pendarahan waktu menstruasi (haid), atau penodaan (bercak-bercak) ringan yang berlanjut hingga 3 hari.
  • Mengalami pendarahan atau kejang bahkan keduanya dan memiliki riwayat keguguran.

Bila bunda menduga ada tanda-tanda keguguran, maka segera periksakan ke tempat pelayanan kesehatan terdekat. Saat bunda menunggu bantuan datang, sebaiknya berbaring atau duduk di kursi dengan kaki diangkat. Meskipun hal ini tidak selalu dapat mencegah keguguran, tetapi paling tidak dapat membuat bunda lebih rileks.

Kenali Gejala Mirip Keguguran

Ada beberapa gejala mirip keguguran yang perlu dikenali supaya bunda tidak khawatir berlebihan, antara lain:

  • Kejang ringan, perasaan sakit, atau perasaan tertarik pada salah satu atau kedua sisi perut. Perasaan tersebut tidak perlu terlalu dikhawatirkan, karena biasanya ini disebabkan oleh peregangan ligamen yang menyangga rahim (kecuali bila kejangnya parah dan terus menerus, bahkan disertai perdarahan).
  • Bunda juga tidak perlu khawatir berlebihan bila keluar sedikit noda sebelum atau pada saat dimana biasanya bunda mengalami haid (menstruasi), yaitu sekitar 7-10 hari setelah pembuahan (ketika sel-sel yang akan berkembang menjadi janin melekatkan diri pada dinding rahim). Sedikit perdarahan pada saat ini adalah hal yang biasa dan tidak selalu menunjukkan masalah pada kehamilan (dengan catatan sejauh tidak disertai dengan nyeri di bagian bawah perut).
  • Keluarnya sedikit noda merah muda setelah jima’ (berhubungan suami-istri) terkadang dapat terjadi. Hal ini disebabkan oleh leher rahim bunda hamil yang melunak dan membesar oleh pembuluh darah dan biasanya terganggu setelah jima’ sehingga terjadi sedikit perdarahan. Jenis perdarahan ini umum terjadi dan biasanya tidak menunjukkan masalah (kecuali perdarahan menjadi parah atau disertai dengan kejang).

Simak Juga : Kondisi yang Menyebabkan Wanita Mengalami Turun Peranakan WOW Kok Bisa ?

Kapan Boleh Hamil Lagi?

Ada beberapa hal yang perlu jadi pertimbangan dalam menentukan saat yang tepat untuk hamil lagi setelah mengalami keguguran. Misalnya, kasus keguguran tersebut merupakan kehamilan pertama atau bukan, apa penyebabnya, berapa umur bunda sekarang, dan bagaimana kondisinya. Bila semuanya normal, maka sekitar 2-3 bulan setelah menstruasi biasanya bunda sudah boleh hamil lagi. Kondisi yang dianggap tidak normal adalah bila kehamilan yang mengalami keguguran tersebut merupakan hamil anggur, karena berpotensi menjadi penyakit trofoblas ganas, yaitu semacam tumor dalam rahim yang terbentuk dari jaringan sel-sel bagian luar pada awal terbentuknya janin, dan dapat menyebar sampai ke paru-paru, otak atau hati. Untuk kasus khusus seperti ini, bunda perlu berkonsultasi dengan dokter kandungan dan bila tidak ada tanda-tanda keganasan pada trofoblas, barulah bunda boleh hamil lagi

Mempersiapkan Kehamilan Berikutnya

Bila bunda berencana hamil lagi, ada beberapa hal yang dapat dilakukan:

Berusaha menata kembali perasaan bersedih karena keguguran tersebut. Terimalah semua takdir yang telah ditetapkan oleh Allah Ta’ala dan banyak berdo’a agar diberi keturunan yang shalih/shalihah serta diberi kekuatan selama menjalani masa kehamilan sampai melahirkan. Jiwa yang tenang dan bebas stres sangat berpengaruh dalam keberhasilan proses kehamilan.
Periksa ke dokter kandungan, sehingga bila ada faktor yang menjadi penyebab terjadinya keguguran dapat diketahui dan ditangani dengan baik.
Terapkan pola hidup sehat, seperti olahraga secara teratur, makan makanan bergizi, istirahat cukup, tidak melakukan pekerjaan yang terlalu berat, mengurangi konsumsi kafein dan menjauhi rokok serta minuman keras.

Sofeya Gamis Menyusui / Khimar Syar’i / Gamis Ibu Menyusui / Ketika Kehamilan Mengalami Keguguran

Benarkah Bayi Kembar Berbagi Makanan Ketika di Dalam Kandungan?

Benarkah Bayi Kembar Berbagi Makanan Ketika di Dalam Kandungan?

Mengetahui bahwa Bunda akan memiliki bayi kembar tentu hal yang sangat menyenangkan dan menarik. Mungkin, ketika Bunda tahu, Bunda sudah membayangkan si kembar akan menggunakan baju yang sama, sepatu sama, dan apa pun akan dibagi berdua. Lantas, apakah Bunda tidak penasaran bagaimana bayi kembar Bunda tumbuh dan berkembang di dalam rahim? Apakah mereka berbagi makanan juga? Apakah mereka tersambung di plasenta yang sama atau tidak? Simak jawabannya di sini.

Apakah bayi kembar berbagi makanan di dalam rahim?

Ketika Bunda hamil, banyak perubahan tubuh yang terjadi. Perubahan ini bahkan telah terjadi sesaat setelah pembuahan terjadi. Saat itu, tubuh Bunda sudah mulai membentuk organ khusus yang akan dijadikan tempat hidup dari janin. Organ tersebut adalah plasenta atau yang sering disebut dengan ari-ari. Pada masa itu, biasanya embrio (bakal janin) terbagi menjadi dua bagian, yang satu akan berkembang menjadi janin dan yang satunya lagi dipersiapkan sebagai lapisan dari plasenta.

Ya, di dalam plasenta semua hal tersedia untuk menunjang perkembangan serta pertumbuhan rahim. Dari sini, tali pusar yang menjadi saluran makanan dan oksigen terhubung ke janin. Selain itu, plasenta terdiri dari kantung ketuban dan cairan ketuban yang menjaga dan membantu pertumbuhan janin.

Setiap janin pada kehamilan yang sehat dan normal akan memiliki ‘perangkat’ tersebut di dalam rahim Bunda. Lantas, jika janin kembar, apakah mereka akan berbagi plasenta? Sebenarnya, ada beberapa kemungkinan yang dapat terjadi ketika Bunda mengandung lebih dari satu janin, yaitu:

1. Janin punya plasenta dan kantung ketuban yang terpisah

Seperti janin tunggal yang hidup di dalam rahim Bunda, janin yang hanya kembar fratenal (tidak identik) akan memiliki masing-masing plasenta dan kantung ketubannya sendiri. Hal ini akan membuat makanan dan oksigen akan dialirkan ke kantung ketuban dan tali pusar yang berbeda.


sumber: raisingchildren.net.au

Bayi kembar tak identik lebih sering mengalami hal ini karena mereka berasal dari sel telur serta sperma yang berbeda, sehingga ketika masing-masing akan mengalami perkembangan dan pertumbuhan yang sama, seperti layaknya janin tunggal, tapi kali ini lebih dari satu.

Sementara bayi kembar identik tetap bisa mengalami hal ini. Biasanya proses pembelahan tubuh yang terjadi pada janin kembar identik dengan plasenta yang berbeda, cukup baik.

2. Satu plasenta dengan kantung ketuban yang berbeda

Ada juga bayi kembar yang punya plasenta yang sama tapi beda kantung ketuban. Jadi, janin yang kembar tetap tidak ‘berenang’ di dalam kantung dan cairan yang sama. Kondisi ini terjadi pada bayi yang kembar identik, pasalnya kembar identik berasal dari satu sel telur dan sperma yang kemudian memperbanyak diri. Jadi, dalam perkembangannya, jaringan plasenta yang terbentuk berasal dari jaringan sel yang sama.

3. Satu plasenta dan kantung ketuban yang sama

Ketika ini terjadi, janin kembar akan berbagi segala hal bersama-sama. Ya, bayi kembar yang lahir dari rahim dengan plasenta serta kantung ketuban yang sama harus berbagi makanan dan oksigen bersama-sama. Kondisi ini juga terjadi pada bayi kembar identik.

Karena berada dalam satu kantung yang sama, terkadang pembagian makanan yang terjadi tidak adil. Ada bayi yang mendapatkan lebih banyak makanan daripada bayi kembarannya yang lain. Tentu saja hal ini dapat menimbulkan berbagai dampak buruk bagi si janin.

Maka dari itu, bagi Bunda yang mengandung bayi kembar, sebaiknya sering-sering melakukan pemeriksaan ke dokter, untuk melihat perkembangan dari janin-janin Bunda.

Sofeya Gamis Menyusui / Khimar Syar’i / Gamis Ibu Menyusui /Benarkah Bayi Kembar Berbagi Makanan Ketika di Dalam Kandungan?

Gamis Menyusui Zeera dari Sofeya Tetap Cantik Saat Menyusui

Gamis Menyusui Zeera dari Sofeya Tetap Cantik Saat Menyusui

Di Zaman modern ini perempuan sangat ingin menjaga sebuah penampilannya. Dari kalangan remaja, dewasa hingga ibu muda yang sedang menyusui. Dari sekian banyak fashion di masa kini sudah semakin memperihatinkan dari segi nilai syar’inya, bahkan bagi ibu muslimah yang sedang menyusui dan ingin tetap cantik saat menyusui ini yang menjadi pertimbangan pakaian apa yang menjunjung nilai syar’i saat menyusui walaupun sedang di tempat umum.

Dari permasalahan diatas sudah terpecahkan masalah bagi ibu muslimah yang sedang menyusui yaitu dengan gamis menyusui. Lalu apa sih keunggulan gamis menyusui, Berikut SOFEYA berikan rekomendasi Gamis Menyusui yang cocok buat bunda muslimah yang menyusui si kecil di tempat umum.

Description

Gamis Menyusui Zeera by Sofeya menampilkan kesan elegan dan juga anggun. Dengan pemilihan warna dan motif yang cantik sangat cocok di gunakan untuk segala acara.

Bisa di acara Formal maupun Non formal.

Saatnya tampil hangat di musim hujan dengan gamis terbaru dari Sofeya ❤️ ❤️

🌷 Material : Arabian Crepe mix Buble Crepe.
Bahan ini memberikan efek kesan tebal dan hangat, tapi ketika dipakai bahannya ringan dan tidak menerawang.
Sangat cocok digunakan untuk aktifitas Bunda.

🌷Akses menyusui dua sisi (kanan dan kiri ) tanpa kancing dan tanpa resleting. ANTI KEPJEPIT!

🌷Lengan berkaret, memudahkan aktifitas berwudhu.

🌷Lebar bawah rok 2,2 meter sehingga tidak terlalu lebar dan memudahkan beraktifitas.

🌷Tersedia dalam 2 seri warna : Navy dan Brown

  

 

Harga

Rp. 265.000

Untuk harga di atas masih terbilang terjangkau untuk mendapatkan Gamis Menyusui Zeera ini karena dari pertimbangan bahan yang digunakan sangat premium dan nyaman digunakan oleh bunda.

Cara Pemesanan

Untuk cara pemesanan sangat lah mudah bund. Bunda bisa menghubungi CS atau Belanja Online Via Website dimana bunda bisa tahu ketersediaan stoknya.

  1. Cara Pemesanan Via Website Klik Disini : Cara Pemesanan Via Website Sofeya
  2. Cara Pemesanan Via CS Hubungi  ke nomor WA :  0822 4390 9888

Sofeya Gamis Menyusui / Khimar Syar’i / Gamis Ibu Menyusui /Gamis Menyusui Zeera dari Sofeya Tetap Cantik Saat Menyusui

Gamis Menyusui Zahira

Gamis Menyusui Zahira

Di Zaman modern ini perempuan sangat ingin menjaga sebuah penampilannya. Dari kalangan remaja, dewasa hingga ibu muda yang sedang menyusui. Dari sekian banyak fashion di masa kini sudah semakin memperihatinkan dari segi nilai syar’inya, bahkan bagi ibu muslimah yang sedang menyusui dan ingin tetap cantik saat menyusui ini yang menjadi pertimbangan pakaian apa yang menjunjung nilai syar’i saat menyusui walaupun sedang di tempat umum.

Dari permasalahan diatas sudah terpecahkan masalah bagi ibu muslimah yang sedang menyusui yaitu dengan gamis menyusui. Lalu apa sih keunggulan gamis menyusui, Berikut SOFEYA berikan rekomendasi Gamis Menyusui yang cocok buat bunda muslimah yang menyusui si kecil di tempat umum.

Description

Gamis Menyusui Zahira by Sofeya menampilkan kesan elegan dan juga anggun. Dengan pemilihan warna dan motif yang cantik sangat cocok di gunakan untuk segala acara.

Bisa di acara Formal maupun Non formal.

Dengan gamis Zahira ini Bunda tidak usah lagi khawatir saat menyusui si kecil diruang umum, karena gamis ini banyak banget keunggulannya. Apa saja sih yang menjadi keunggulan dari gamis cantik ini

🌷Material Biante Motif

Bahan Biante dengan motif yang lucu anti nerawang dan anti gerah. Di padukan dengan bahan wolfis sebagai aksen yang akan membuat penampilan Bunda semakin elegan dan menawan.

🌷Akses menyusui di dua sisi (kanan dan kiri), tanpa kancing dan resleting. ANTI KEJEPIT!

🌷Lengan kancing yang memudahkan untuk berwudhu.

🌷Lebar bawah rok 2,2 meter sehingga todak terlalu lebar dan memudahkan beraktfitas.

🌷Tersedia 4 seri warna :

      

       

Harga

Rp. 265.000

Untuk harga di atas masih terbilang terjangkau untuk mendapatkan Gamis Menyusui Zahira ini karena dari pertimbangan bahan yang digunakan sangat premium dan nyaman digunakan oleh bunda.

Cara Pemesanan

Untuk cara pemesanan sangat lah mudah bund. Bunda bisa menghubungi CS atau Belanja Online Via Website dimana bunda bisa tahu ketersediaan stoknya.

  1. Cara Pemesanan Via Website Klik Disini : Cara Pemesanan Via Website Sofeya
  2. Cara Pemesanan Via CS Hubungi  ke nomor WA :  0822 4390 9888

Sofeya Gamis Menyusui / Khimar Syar’i / Gamis Ibu Menyusui /Gamis Menyusui Zahira

Jadikan Hari Anda Menyenangkan Bersama Buah Hati Dengan Gamis Menyusui Almera Series

Jadikan Hari Anda Menyenangkan Bersama Buah Hati Dengan Gamis Menyusui Almera Series

Di Zaman modern ini perempuan sangat ingin menjaga sebuah penampilannya. Dari kalangan remaja, dewasa hingga ibu muda yang sedang menyusui. Dari sekian banyak fashion di masa kini sudah semakin memperihatinkan dari segi nilai syar’inya, bahkan bagi ibu muslimah yang sedang menyusui dan ingin tetap cantik saat menyusui ini yang menjadi pertimbangan pakaian apa yang menjunjung nilai syar’i saat menyusui walaupun sedang di tempat umum.

Dari permasalahan diatas sudah terpecahkan masalah bagi ibu muslimah yang sedang menyusui yaitu dengan gamis menyusui. Lalu apa sih keunggulan gamis menyusui, Berikut SOFEYA berikan rekomendasi Gamis Menyusui yang cocok buat bunda muslimah yang menyusui si kecil di tempat umum.

Description

Gamis Menyusui Almeera by Sofeya menampilkan kesan elegan dan juga anggun. Dengan pemilihan warna dan motif yang cantik sangat cocok di gunakan untuk segala acara.

Bisa di acara Formal maupun Non formal.

Dengan gamis Almeera ini Bunda tidak usah lagi khawatir saat menyusui si kecil diruang umum, karena gamis ini banyak banget keunggulannya. Apa saja sih yang menjadi keunggulan dari gamis cantik ini

🌷Material Maxmara.

Bahan maxmara yang sedikit glossy membuat kesan mewah pada gamis Almeera ini.
Bahannya adem, jatuh, dan tidak menerawang.

🌷Akses menyusui dua sisi (kanan dan kiri ) tanpa kancing dan tanpa resleting. ANTI KEPJEPIT!

🌷Lengan kancing yang memudahkan untuk berwudhu.

🌷Lebar bawah rok 2,2 meter sehingga tidak terlalu lebar dan memudahkan beraktifitas.

🌷 Tersedia dalam 4 seri warna :

Harga

Rp. 275.000

Untuk harga di atas masih terbilang terjangkau untuk mendapatkan Gamis Menyusui Almeera ini karena dari pertimbangan bahan yang digunakan sangat premium dan nyaman digunakan oleh bunda.

Cara Pemesanan

Untuk cara pemesanan sangat lah mudah bund. Bunda bisa menghubungi CS atau Belanja Online Via Website dimana bunda bisa tahu ketersediaan stoknya.

  1. Cara Pemesanan Via Website Klik Disini : Cara Pemesanan Via Website Sofeya
  2. Cara Pemesanan Via CS Hubungi  ke nomor WA :  0822 4390 9888

Sofeya Gamis Menyusui / Khimar Syar’i / Gamis Ibu Menyusui /Jadikan Hari Anda Menyenangkan Bersama Buah Hati Dengan Gamis Menyusui Almera Series