Tahukah Anda Penyebab Janin Gagal Berkembang Dalam Kandungan. Berikut Penyebabnya

Tahukah Anda Penyebab Janin Gagal Berkembang Dalam Kandungan. Berikut Penyebabnya

Setiap calon orangtua ingin agar bayinya dapat bertumbuh kembang dengan baik dalam kandungan, sehingga lahir ke dunia menjadi anak yang sehat walafiat. Itu sebabnya penting bagi setiap calon ibu untuk rutin memeriksakan kehamilannya dari awal hingga menjelang persalinan demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satunya adalah janin tidak berkembang. Apa bahayanya?

Penyebab janin tidak berkembang

Janin yang tidak berkembang digambarkan sebagai kondisi pertumbuhan janin yang lambat alias tertunda. Dalam dunia medis, pertumbuhan janin yang tertunda dikenal dengan istilah IUGR (Intrauterine Growth Restriction).

Janin dikatakan IUGR apabila pertumbuhan bayi tidak sesuai dengan usia kehamilan. Tumbuh kembang janin yang lambat ini menandakan ukuran bayi lebih kecil dari ukuran rata-rata pada usia kehamilan tersebut. Misalnya Bunda sudah hamil 12 minggu, namun perkembangan dan berat janinnya masih seperti usia di bawah 12 minggu. Sebagai gambaran umum, Bunda dapat pantau perkembangan janin dari minggu 1 sampai 40 di laman HelloSehat.

Bayi mungkin tidak tumbuh dengan baik apabila dia tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkannya untuk berkembang. Berikut penyebab paling umum janin tidak berkembang:

Kondisi medis ibu

Janin Bunda mungkin dikatakan terlambat berkembang alias mengalami IUGR apabila Bunda mengidap penyakit jantung, ginjal, paru-paru, gangguan pembekuan darah, anemia sel sabit, atau diabetes. Tidak hanya itu, IUGR dapat terjadi kepada janin apabila Bunda mengalami preeklampsia pada saat kehamilan trimester kedua, hipertensi kronis, bahkan keduanya sekaligus.

Kelainan plasenta

Plasenta adalah organ yang berfungsi mengirim nutrisi dan oksigen untuk janin di dalam kandungan. Apabila bentuk plasenta tidak sempurna atau ukurannya terlalu kecil, maka organ ini tidak dapat menjalani fungsinya dengan baik. Kondisi inilah yang memungkinkan janin mengalami IUGR karena mengalami defisiensi nutrisi atau oksigen sehingga janin tidak berkembang sewajarnya sesuai usia.

Baca Juga : Ciri-Ciri Wanita Yang Rentan Keguguran

Faktor lainnya

  • Terjadi pada kehamilan kembar dua atau lebih
  • Konsumsi obat-obatan terlarang, merokok
  • Infeksi tertentu yang Bunda punyai seperti toksoplasmosis, rubella, sifilis, atau cytomegalovirus (CMV)

Apa akibatnya apabila janin tidak berkembang?

Pertumbuhan janin yang tertunda berisiko mengalami berbagai masalah tertentu pada saat kehamilan, proses persalinan, dan nantinya setelah dilahirkan.

Umumnya, janin yang tidak berkembang dapat dideteksi pada usia satu hingga tiga bulan. Apabila dibiarkan saja hingga lebih dari tiga bulan, kondisi ini dapat memicu keguguran atau bayi meninggal dalam kandungan. Meski begitu, pada beberapa kasus, janin yang didiagnosis terlambat berkembang masih dapat lahir dengan berat badan normal.

Oleh karena itu, semua ibu hamil seharusnya diperiksa untuk faktor risiko IUGR. Terlebih apabila Bunda memiliki beberapa kondisi yang disebutkan di atas, disarankan untuk segera konsultasikan ke dokter kandungan yang menangani Bunda.

Perhatikanlah penyebab-penyebabnya ya bund agar ketika hamil, Bunda bisa terus memantau perkembangan pada janin. Tujuannya untuk mengantisipasi apabila janin ternyata mengalami kondisi IUGR, dapat segera ditangani oleh dokter.

Baju Menyusui Gamis Menyusui / Khimar Syar’i / Gamis Ibu Menyusui /Gamis Ibu Hamil / Pakaian Menyusui

Orang Tua Jangan Abaikan Anak Demi Gadget. Bisa Anda Baca Ini

Orang Tua Jangan Abaikan Anak Demi Gadget. Bisa Anda Baca Ini

Bunda Sholehah, pernah mengabaikan anak karena asyik sendiri sama gadget? Awas, mengabaikan anak sama dengan menghambat diri kita ke surga lho!


Perubahan zaman memiliki pengaruh kuat pada diri seseorang, baik dalam berpikir, menentukan langkah kehidupan ke depan, ataupun dalam berinteraksi dengan sesama.

Jika dulu adalah perilaku yang tidak sopan berbicara dengan orangtua tanpa memandang wajahnya, maka sekarang hal itu seperti lumrah saja terjadi. Dahulu, saat anggota keluarga berkumpul dalam suasana santai, tak mungkin rasanya masing-masing berdiam diri tanpa suara, tapi saat ini hal itu sudah menjadi fenomena. Perubahan zaman dengan hadirnya gadget di tangan, betul-betul mengubah perilaku siapapun.

Mendidik Anak Sesuai Zaman, Penuhi Rambunya

Yang paling memprihatinkan dari efek negatif gadget bagi manusia modern kini adalah masalah kedekatan orangtua dan anak. Banyak istilah yang mengartikan gadget sebagai sarana mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Terbukti, interaksi anak dan orangtua kini makin ‘kering’ karena perhatian masing-masing kerap tersita oleh gadget.

Islam tentunya sangat mendukung kemajuan zaman yang memberikan banyak kemaslahatan bagi manusia. Bahkan Islam menyuruh orangtua mendidik anak-anaknya sesuai zamannnya. Namun bukan berarti prinsip-prinsip Islam terkait masalah pengasuhan bisa berubah-ubah sesuai zaman. Prinsipnya tetap sama sampai kapanpun karena syariat Islam diturunkan oleh Allah selalu relevan dan cocok untuk setiap zaman. Yang berubah tentu hanya fasilitas dan sarananya saja.

Anak adalah amanah besar dari Allah, dan ketika kita menjadi orangtua, berarti Allah anggap sudah mampu menjaga amanah-Nya dengan baik. Ini adalah prinsip utama pengasuhan dalam Islam, sehingga harus ada unsur kehati-hatian bagi orangtua dalam merawat, mengasuh, dan mendidik amanah besar ini.

Lalu menjaga amanah ini dari hal apa? Hal besar yang Allah ungkap dalam tujuan pengasuhan adalah menjaga keluarga dari dahsyatnya azab api neraka. “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka,” (QS At-Tahrîm [66]: 6).

Baca Juga : Mau Pencernaan Si Kecil Anda Sehat. Inilah Tips-nya

Maksud dari menjaga keluarga dari api neraka menurut Ibnu Jarier dan Ibnu Al-Mundzir adalah sesuai sabda Rasulullah saw, “Ajarkanlah mereka untuk taat kepada Allah dan takut bermaksiat kepada-Nya, serta suruhlah anak-anakmu untuk menaati perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, karena hal itu akan memelihara mereka dan kamu dari api neraka.”

Dari prinsip utama ini saja, langkah-langkah implementasinya jelas bukan hal yang remeh. Perlu komitmen, kesabaran tinggi, dan perjuangan dalam menjalankannya. Karena tantangan pengasuhan kini lebih berat dari era sebelumnya. Banyak yang perlu diwaspadai dan diantisipasi oleh orangtua dalam men-tarbiyah anak-anaknya, sehingga anak tetap merasa nyaman dengan agamanya di tengah mengkhawatirkannya kehidupan kaum muda kini.

Karenanya, dalam mendidik anak sesuai zamannya tetap harus memenuhi rambunya. Di antaranya dengan konsisten mengawasi kegiatan ibadah anak di tengah kegiatan kekiniannya seperti interaksinya dengan internet dan pergaulan di luar, bukan malah orangtua mencontohkan kelekatan berlebih pada gadget.

Orangtua juga perlu menanamkan cara menghindari mudharat dan meraih manfaat yang banyak dari perangkat teknologi dan pergaulan di era modern, terutama untuk menambah pemahaman dan ketaatan anak akan nilai agama. Karena penyebab terjadinya kemerosotan akhlak dan kemaksiatan di kalangan muda adalah minimnya perhatian orangtua dalam menanamkan nilai agama dan akhlak mulia pada anak.

Jangan jadi Orangtua yang Lalai

Sudahlah kurang dalam menanamkan nilai-nila agama kepada anak, kehadiran gadget menambah alasan panjang minimnya perhatian orangtua akan masalah fundamental ini. Terutama orangtua yang sejak pagi hingga senja bekerja di luar, di rumah masih pula sibuk dengan gadget-nya. Waspadalah, karena hal ini bisa masuk dalam ketegori orangtua yang lalai.

Ustadzah Sinta Santi, Lc, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Dirosat Islamiyah (STID) Al-Hikmah menjelaskan bahwa syariat Islam melarang seorang Muslim mengabaikan kewajibannya hanya karena urusan dunia yang sesaat, seperti mengedepankan takut urusan dunia dibanding takut dengan hisab yang ditetapkan Allah atas dirinya. Karena Rasulullah saw bersabda, “Didiklah anakmu, karena sesungguhnya engkau akan dimintai pertanggungjawaban mengenai pendidikan dan pengajaran yang telah engkau berikan kepadanya. Dan dia juga akan ditanya mengenai kebaikan dirimu kepadanya serta ketaatannya kepada dirimu,” (Tuhfah Al-Maudud).

Masuk dalam ketegori lalai, jelas Sinta, adalah ketika orangtua mengabaikan, menyepelekan atau malah meninggalkan tanggung jawabnya sebagai orangtua terhadap anak, utamanya dalam hal agama, akhlak, ibadah, dan perkembangan anak. Misalnya lebih memperhatikan gadget dari kebutuhan anaknya, suka menggantikan kehadiran orangtua dengan memberikangadget pada anak, atau menganggap cukup mewakilkan kehadiran orangtua hanya lewat komunikasi maya. Waspadalah ancaman Rasulullah saw, “Cukup berdosa seorang yang mengabaikan orang yang menjadi tanggungannya,” (HR Abu Dawud, Nasa’I, dan Hakim).

Pengasuhan di Dunia, Balasan di Akhirat

Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah saat akan mengangkat derajat seorang hamba yang shalih di surga. Kelak ia akan berkata, ‘Wahai Rabbku, bagaimana hal ini bisa terjadi padaku?’ Dijawab-Nya, ‘karena permohonan ampunan anakmu untukmu,’” (HR Ibnu Majah).

Jika doa anak bisa mengangkat orangtua ke surga, maka dalam pengertian terbalik yang biasa disebut mafhum mukhalafah,orangtua juga bisa mendapat balasan yang buruk di akhirat karena lalai dalam mengasuh dan mendidik anaknya. Karenanya kita perlu berhati-hati, jangan sampai perlakuan kita kepada anak membuat kita tak bisa masuk surga.

Baju Menyusui Gamis Menyusui / Khimar Syar’i / Gamis Ibu Menyusui /Gamis Ibu Hamil / Pakaian Menyusui

Mau Pencernaan Si Kecil Anda Sehat. Inilah Tips-nya

Mau Pencernaan Si Kecil Anda Sehat. Inilah Tips-nya

Apabila saat ini Bunda Sholehah memiliki buah hati yang sedang memasuki usia enam bulan, maka inilah waktunya untuk bersiap mengenalkan si kecil dengan berbagai jenis makanan sebagai pendamping ASI. Salah satu jenis makanan pendamping ASI (MPASI) adalah makanan padat yang berfungsi untuk melatih otot-otot mulut, melatih perkembangan rahang dan berpengaruh pada kecepatan kemampuan berbicara si kecil. Jika anak jarang dilatih menguyah, bisa berpeluang lebih besar untuk mengalami kesulitan dalam berbicara.

Oleh karena itu, yuk dapat kenalkan mereka dengan penuh kesabaran lalu ajaklah mereka berlatih kunyah-mengunyah. Sebegitu pentingkah proses kunyah-mengunyah itu? tentu saja sebab pencernaan berawal dari mulut dapat. Saat mengunyah, enzim-enzim dihasilkan. Enzim ini membantu lambung mengolah makanan. Bayangkan jika proses menguyah terlewati. Pastinya ada beberapa enzim yang tidak terproduksi dan tidak dapat membantu proses di dalam lambung. Akibatnya pun beragam. Duh, kasihan kan si kecil.

Nah, agar pencernaan si kecil sehat dan tubuhnya pun ikut sehat, ada beberapa tips:

1. Awali perkenalan makanan sehat sejak dini

Mengenalkan makanan sejak dini, akan memicu dan mengembangkan selera makan anak. Untuk itu terapkanlah jadwal agar anak tidak terbiasa ngemil. Jadi bukan melarang ngemil tapi membuat aturan yang fleksibel. Tidak lain agar anak tidak kehilangan semangat untuk makan makanan wajibnya dan tidak terbiasa iseng ngemil.

2. Mulailah dengan porsi kecil tapi sering

Bayi dan batita memerlukan separuh jumlah kalori yang dibutuhkan oleh orang dewasa. Dan disebabkan lambungnya yang masih mungil, porsi balita pun tidak banyak. Mereka tidak dapat makan dalam jumlah yang besar secara sekaligus. Jadi untuk mengantisipasinya, Bunda Sholehah dapat memulai dengan memberikan porsi yang sedikit demi sedikit tapi mengandung nilai energi. Dengan demikian kadar gula darah dalam tubuh tetap stabil dan tetap tersedia energi yang cukup untuk beraktivitas.

3. Menyediakan makanan segar

Buah dan sayuran segar mengandung banyak vitamin dan mineral. Keduanya juga mengandung serat yang membantu sistem pencernaan dan memerlancar proses pembuangan. Tapi untuk balita, sebaiknya pilih sayuran yang tidak terlalu mengandung serat tinggi sebab pencernaan si kecil belum terlalu sempurna. Jangan pula memberikan sayuran mentah kepadanya sebab dapat jadi sayuran tersebut mengandung zat-zat beracun yang dapat menghambat proses pencernaan si kecil. Jika Bunda ingin mengenalkan wortel mentah kepada buah hati, kupaslah wortel tersebut, cuci dan siramlah dengan air panas sebelum diberikan.

4. Berusahalah menghindari junkfood

Cobalah untuk tidak memberikan makanan jenis ini. Makanan yang berkualitas rendah, tinggi lemak,terlalu manis, dan mengandung pengawet juga penyedap rasa, sangat tidak ada gunanya bagi tubuh orang dewasa ataupun anak balita. Makanan jenis ini akan mengacaukan kadar gula darah, bergizi rendah dan merampas asupan nutrisi penting tubuh.

5. Selalu tawarkan air

“Lupa minum” menjadi salah satu kendala anak. Mereka terlalu asyik bermain dan lupa dengan aktivitas ini. Bunda jangan lalai ya mengingatkan buah hati dapat harus untuk minum, minum dan minum. Sodorkanlah kepada mereka air putih yang cukup setiap harinya, di setiap saat tanpa bosan. jangan biarkan mereka mengalami dehidrasi yang seringkali tidak terlihat. Dehidrasi ditandai dengan kelelahan, wajah sayu, pucat, rewel, bibir kering, kurang konsentrasi, pusing dan mata lelah. Untuk melancarkan program “minum air putih”, Bunda Sholehah jangan terlalu banyak menyodorkan makanan atau minuman manis. Sebab air putih yang cukup adalah minuman terbaik untuk tubuh.

sumber foto: google

Baju Menyusui Gamis Menyusui / Khimar Syar’i / Gamis Ibu Menyusui /Gamis Ibu Hamil / Pakaian Menyusui

Bunda, Ini Pentingnya Belajar Dalam Mendidik Anak

Bunda, Ini Pentingnya Belajar Dalam Mendidik Anak

Bunda Sholehah, tidak ada yang asing lagi dengan sabda Rasulullah ‘belajar dari ayunan sampai liang lahat’. Hadits ini mendorong setiap muslim untuk terus belajar sampai kapan pun. Belajar ilmu apa pun, pada siapa pun yang memiliki ilmu. Tetapi, Bunda para Bunda kadang lupa, bahwa Bunda pun harus terus belajar dalam menjalankan fungsi utama seorang Bunda sebagai pendidik generasi hingga mereka dewasa.

Jangan Semangat Saat Ia Masih Bayi

Benar, saat buah hati Bunda masih bayi, para Bunda semangat mencari ilmu mengasuh dan merawat buah hati dengan optimal. Semua belajar bagaimana cara mengoptimalkan golden age, masa emas pertumbuhan anak pada tiga tahun pertama kehidupannya. Tetapi, seiring berlalunya masa balita, seringkali para Bunda lupa, untuk terus mengasah diri mengasuh buah hati. Para Bunda menganggap buah hatinya sudah mulai dapat mandiri, apalagi mereka makin jelas menunjukkan memilki keinginan sendiri. Jadilah para Bunda lebih banyak membiarkan buah hati berjalansendiri. Apalagi, para Bunda merasakan adanya kebutuhan beraktualisasi diri karena buah hatinya tidak merepotkan lagi.

Justru inilah pangkal persoalan.

Benar, buah hati tidak merepotkan lagi. Mereka sudah dapat makan sendiri, mandi sendiri, asyik bermain sendiri, ataupun memilih saluran TV nya bahkan menu di gadget. Barangkali juga mereka sudah tidak lagi bermanja pada Bunda ibunya. Tidak lagi merengek minta ikut bila Bunda ada acara. Karena mereka memiliki teman setia setiap saat,yang dapat mereka kendalikan semau mereka. Ya, ada gadget canggih yang dapat menghilangkan kejenuhan, menghilangkan kesendirian mereka. Mereka tak lagi membutuhkan Bunda di sisinya. Inilah justru titik di mana para Bunda dapat menghadapi masalah besar, bahkan dapat jadi terlambat bersikap karena buah hati Bunda sudah dalam cengkeraman bahaya besar.

Baca Juga : Jangan Paksa Anak Penuhi Keinginan Anda, Ini Dampak Buruknya!!

Peran Bunda bukan hanya sebatas masa balita. Tetapi peran Bunda terus melekat dengan segala tanggungjawabnya hingga menghantarakan buah hati Bunda menjadi hamba shalih dan shalihah. Dan keshalihan ini harus terus dipupuk hingga mengalir bersama dengan aliran darah mereka. Keshalihan yang menjadi sikap, kebiasaan bahkan satu keharusan yang diamalkan dengan penuh kesadaran. Dan peran Bunda sangat penting dalam menentukan. Apabila Bunda belajar hanya pada masa batita atau balita saja, bisa jadi Bunda aman sesaat ketika masa mereka tumbuh sebagai anak.

Repot yang lebih besar

Tetapi kerepotan yang jauh lebih besar, yang dapat jadi menguras seluruh energi, bahkan juga perasaan, menanti pada masa yang akan datang, yang Bunda tidak tahu ujungnya. Lihatlah realita yang menyesakkan dada. Pergaulan bebas dengan segala akibat buruknya merajalela. Narkoba tidak lagi dianggap bahaya, bahkan anak-anak usia sekolah dasar pun bisa berteman dengannya. Bullying hingga kekerasan yang menghilangkan nyawa akan semakin membudaya. Itu semua hanyalah sebagian persoalan yang mungkin Bunda hadapi. Dan semua dapat berpangkal dari abainya Bunda sebagai Bunda.

Wahai Bunda, maka teruslah dekap buah hati Bunda dengan perhatian dan kasih sayang sejati. Teruslah dampingi mereka sesuai dengan usianya dan juga sesuai zamannya. Jangan hanya hujani mereka dengan materi, tapi sesungguhnya kering kedekatan dan interaksi hati.

Baca Juga : Bunda, Jangan Katakan 5 Hal Ini Pada Anak

Ikat mereka kedalam cahaya Illahi, agar selalu tertanam dalam hati bahwa mereka adalah hamba Allah yang lemah, sehingga sennatiasa mencari kekuatan kepada Dzat Maha Kuat. Bangun kesadaran tentang hakekat kehidupan, bahwa saat maut menjemput, pengadilan Allah menanti mereka pada penghujungnya, untuk menetapkan hunian akhir sejati, yang kekal selamanya.

Alasan

Karena itu wahai Bunda, teruslah belajar menjadi Bunda, dalam semua tahapan kehidupan buah hati Bunda. Tidak hanya saat bayi, tapi juga masa anak-anak, remaja, dewasa, bahkan sampai memilih pendamping hidupnya, menyiapkan mereka menjadi isteri shalihah dan suami shaleh. Tentu saja setiap masa ada ilmunya. Dan semua ilmu itu sangat istimewa sesuai dengan tahapan hidupnya. Dan ilmu itu harus dicari dengan sepenuh hati, dan juga semangat yang tidak pernah mati. Karena peran inilah yang diwajibkan Allah Pencipta Bunda, dan akan dimintai pertanggungjawaban di akhir nanti. Dan peran ini harus sampai mengantarkan buah hati Bunda menjadi hamba Allah yang shalih shalihah, yang ridha kepada Allah, dan Allah pun ridha kepadanya.Bunda Sholehah, tidak ada yang asing lagi dengan sabda Rasulullah ‘belajar dari ayunan sampai liang lahat’. Hadits ini mendorong setiap muslim untuk terus belajar sampai kapan pun. Belajar ilmu apa pun, bersama siapa pun yang memiliki ilmu. Tetapi, Bunda para Bunda kadang lupa, bahwa Bunda pun harus terus belajar dalam menjalankan fungsi utama seorang Bunda sebagai pendidik generasi hingga mereka dewasa.

Baju Menyusui Gamis Menyusui / Khimar Syar’i / Gamis Ibu Menyusui /Gamis Ibu Hamil / Pakaian Menyusui

Jangan Paksa Anak Penuhi Keinginan Anda, Ini Dampak Buruknya!!

Jangan Paksa Anak Penuhi Keinginan Anda, Ini Dampak Buruknya!!

Bunda Sholehah, apakah kita termasuk orangtua yang memperlakukan anak seperti boneka?

“Habis ini ngaji yaa… nanti malam les musik, besok Anda ikut lomba, akhir pekan juga.”

Ketika sedang bermain boneka, kita bebas melakukan apapun yang kita inginkan terhadap boneka tersebut. Bisa memilihkan baju, sepatu, gaya rambut, nama, profesi, sesuka hati kita. Namanya juga boneka… tidak memiliki kemampuan untuk memilih sendiri dan tidak memiliki perasaan.

Sayangnya, ketika sudah menjadi orangtua… banyak lho yang masih memperlakukan anaknya seperti boneka. Anak tak mempunyai pilihan, tak ada kebebasan, yang ada hanyalah keharusan memperturutkan obsesi orangtuanya. Seolah-olah anak tak memiliki perasaan.

Memang sering kali orangtua bermaksud baik, ingin anaknya menjadi pribadi hebat nan berprestasi, akan tetapi orangtua perlu 1 kunci utama agar tidak menjadikan anak pasif seperti boneka, yakni komunikasi.

Kita perlu menghormati pilihan anak, sehingga penting sekali untuk berkomunikasi dan meminta persetujuan anak sebelum memutuskan sesuatu untuk mereka.

“Sayang… Umi pengen Anda jadi hafizhoh, hafal quran… keuntungannya luar biasa di dunia dan akhirat, Anda mau gak?”

Biasakan memberi penjelasan dan persetujuan anak. Lebih baik lagi kalau anak diberikan beberapa pilihan sehingga mereka tidak merasa terpaksa menjawab “Ya”.

Jangan sekali-kali mengancam anak, “Kalau Anda tidak mau… berarti Anda tidak sayang sama Umi,” ini adalah pemaksaan secara halus, anak akan merasa tidak berdaya.

Tirulah cara Nabi Ibrahim alaihissalam mendidik putranya, Ismail, bahkan untuk melakukan perintah Allah yang jelas-jelas tidak boleh ditolak… Nabi Ibrahim tetap berkomunikasi dan meminta persetujuan putranya.

Mengapa penting tidak memperlakukan anak seperti boneka?

1. Anak tidak terbiasa mengambil keputusan

Segala sesuatu sudah didesain oleh orangtua, sehingga anak tidak terbiasa memilih dan membuat keputusan berdasarkan keinginan dan pertimbangannya sendiri. Hal ini akan terbawa hingga anak dewasa.

2. Anak memendam kemarahan dan kekecewaan pada orangtua

Orangtua merasa telah memilihkan yang terbaik untuk anak, tapi coba perhatikan deh… jangan-jangan anak kecewa dan marah dengan jalan hidup yang anda pilihkan untuknya tanpa persetujuannya.

Ujung-ujungnya… anak bisa ‘balas dendam’ ketika kelak dewasa, yakni dengan melarikan diri dari kekuasaan orangtuanya.

3. Anak kehilangan keindahan masa kanak-kanaknya

Banyak orangtua yang tidak sadar telah menghilangkan masa kanak-kanak yang indah dari hidup anaknya. Karena obsesi orangtua, anak disekolahkan di fullday school misalnya, penuh dengan les dan kursus ini-itu, sehingga waktunya tidak tersisa untuk sekadar bermain bersama temannya.

Kalau memang hal tersebut yang dikehendaki anak… tidak mengapa, masalahnya adalah kalau sebenarnya anak ingin bebas bermain namun dilarang orangtua dengan alasan ini itu, dan waktu mainnya harus digantikan dengan hal lainnya.

Bunda Sholehah, memang tidak mudah menjadi orangtua… tapi juga tidak sulit kalau kita menyeimbangkan keputusan kita antara akal dengan hati. Rem obsesi kita terhadap anak, biarkan mereka juga ikut memilih dan membuat keputusan. Semoga Allah menjadikan kita orangtua yang mampu bertanggungjawab.

Baju Menyusui Gamis Menyusui / Khimar Syar’i / Gamis Ibu Menyusui /Gamis Ibu Hamil / Pakaian Menyusui

Tahukah Anda Manfaat Shalat Untuk Ibu Hamil

Tahukah Anda Manfaat Shalat Untuk Ibu Hamil

Pernahkah Bunda bertanya mengapa seorang wanita, masih terus diwajibkan untuk menjalankan kewajiban shalat ketika hamil, namun harus berhenti untuk tidak shalat ketika haid? Secara Logika, hamil itu berat. Ini dia jawaban menurut medis.

Manfaat Wanita Hamil Shalat

Pada saat wanita melaksanakan kewajiban shalat, dalam gerakan sujud dan ruku’ secara alami dapat meningkatkan peredaran darah ke rahim. Karena kebutuhan dari sel rahim dan indung telur seperti sel limpa yang menyedot banyak darah.

Begitu juga saat seorang ibu hamil, rahim membutuhkan darah melimpah agar janin mendapatkan gizi dan untuk membersihkan polusi. Bila seorang ibu hamil menjalankan shalat, aktifitas shalatnya ini dapat membantunya mengantarkan darah yang melimpah kepada janin.

Alasan Wanita Haid Tidak Shalat

Sementara wanita yang haid, bila menunaikan shalat, dapat menyebabkan banyak darah mengalir ke rahimnya. Akibatnya, ia dapat kehilangan darah bersih/baik karena keluar bersama darah haid.

Di masa haid, diperkirakan wanita kehilangan darahnya sebanyak 34 mililiter. Kadar yang sama pada cairan lainnya. Bila wanita haid menunaikan shalat, zat imunitas (kekebalan) di dalam tubuhnya dapat rusak. Sebab sel darah putih berperan sebagai imun dapat hilang terbawa bersama darah haid.

Mengalirnya darah secara umum dapat meningkatkan kemungkinan menularnya penyakit. Namun Allah menjaga wanita haid dari penularan penyakit dengan mengkonsentrasikan sel darah putih di rahim selama masa haid untuk menjaga tubuh dan melawan berbagai penyakit.

Bila seorang wanita shalat saat haid, maka ia dapat kehilangan darah dalam jumlah banyak. Ini berarti dapat kehilangan sel darah putih. Bila ini terjadi maka seluruh organ tubuhnya seperti limpa dan otak dapat terserang penyakit.

Baca Juga : Pakai 6 Cara Ini Agar Anak Mau Berhijab

Hikmah Perintah Dan Larangan

Mungkin inilah hikmah besar di balik larangan syariat untuk wanita haid tidak melaksanakan shalat hingga ia kembali suci. Al-Quran dengan sangat cermat menyebutkan,

“Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran.” Oleh sebab itu, hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci.” (Al-Baqarah: 222).

Disamping itu, gerak fisik saat sujud dan ruku’ semakin menambah aliran darah ke rahim dan dapat hilang percuma. Lebih dari itu, bila wanita haid shalat maka dapat menyebabkan kekurangan zat logam dari tubuh.

Begitu juga dengan larangan shaum pada saat haidh. Para medis menganjurkan ketika dalam keadaan haid, wanita lebih banyak beristirahat dan mengkonsumsi makanan yang bergizi. Ini sejalan dengan larangan untuk shaum, karena menurut medis agar darah dan logam seperti magnesium dan zat besi dalam tubuh yang berharga tidak terbuang percuma.

Dari Abu Said Al-Hudri, Rasulullah SAW bersabda: ”…Bukankah bila (seorang wanita) haid ia tidak shalat dan tidak puasa?” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda,”Kami diperintahkan untuk mengqadla puasa dan tidak mengqadla shalat.”

Betapa banyak tanda-tanda yang Allah SWT berikan kepada umat manusia supaya berpikir. Allah SWT yang begitu penyayangnya terhadap manusia, sehingga segala hal yang Ia perintahkan dan Ia larang pasti ada hikmah atau maksud yang baik di balik semuanya. Maka apalagi yang kita tunggu dan pertimbangkan untuk segera menaati segala aturan yang telah ditentukan oleh-Nya. Wallahu a’lam.

Baju Menyusui Gamis Menyusui / Khimar Syar’i / Gamis Ibu Menyusui /Gamis Ibu Hamil / Pakaian Menyusui

Pakai 6 Cara Ini Agar Anak Mau Berhijab

Pakai 6 Cara Ini Agar Anak Mau Berhijab

Berhijab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah yang sudah baligh. Namun, pada kanyataannya, masih banyak wanita yang masih belum ingin untuk menutup auratnya atau rambut. Padahal, rambut merupakan mahkota yang perlu dijaga. Mengapa hal ini dapat terjadi?

Salah satunya karena orangtua tidak pernah mengajarkannya berhijab sejak kecil. Berhijab diwajibkan bagi muslimah yang sudah baligh. Walau begitu, ia perlu membiasakan diri untuk melakukan kewajiban ini. Dimana, pembelajaran menggunakan hijab wajib diterapkan sejak kecil. Namun, bagaimana caranya?

Dijelaskan bahwa ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar anak mau berhijab dengan senang hati.

1. Keteladanan

Keteladanan dari orangtua memang sangat berpengaruh bagi anak Anda, karena biasanya anak akan mengikuti apa yang dilakukan orang tuanya. Namun Sofeya pernah melihat justru orangtua yang sudah menutup aurat malah mendandani anaknya ala model, artis dan lainnya. Semoga itu tidak terjadi pada Bunda. Perlakukanlah anak selayaknya anak bukan orang dewasa.

2. Pembiasaan sederhana.

Pembiasaan memakai hijab dapat dilakukan saat anak mau pergi bermain bersama teman. Pembiasaan awal memang agak sulit namun ketika kita yakin dapat melakukannya, Insya Allah akan dimudahkan. Cara sederhana adalah mengajak si kecil main namun kita harus ingatkan bahwa kita akan bermain ke luar jadi harus pakai hijab, Lakukan begitu seterusnya setiap kali akan pergi bermain ke luar.

3. Jangan memaksa.

Ketika si kecil sudah senang memakai hijab namun ketika bermain kemudian ia membukanya karena merasa gerah, sebaiknya kita tidak boleh memaksa agar ia tidak melepaskannya. Biarkan saja ia membuka hijabnya, setelah ia merasa sudah nyaman atau tidak gerah, barulah kita mulai mengingatkannya. Ingatkan dengan cara yang sederhana seperti, “Nak, kita pakai lagi yuk hijabnya, biar selalu disayang Allah.” Meskipun masih belum mengerti Insya Allah ia akan mau memakainya kembali dengan suka rela.

4. Pemilihan model baju dan hijab.

Pilihlah model hijab yang sederhana, dapat menyerap keringat, dan nyaman dipakai. Dengan pemilihan baju dan hijab yang sesuai maka anak akan merasa nyaman saat mengenakan hijab. Sekarang ini banyak model gamis untuk anak-anak yang lucu, bila ia sudah dapat memakainya kita dapat menghadiahkan gamis tersebut untuknya.

5. Memberikan pujian.

Jangan segan kita memberikan pujian karena ia sudah memakai hijab, Suruhlah orang sekitarnya untuk memujinya karena telah memakai hijab. Pujian di awal sangat dibutuhkan namun setelah berjalan lama, ia akan nyaman tanpa pujian.

6. Berikan tempat khusus untuk hijabnya.

Sebaiknya Bunda memberikan tempat khusus untuk hijabnya, agar saat ia mulai mengerti perintah kita dapat memintanya untuk mengambil dan menyimpannya kembali setelah digunakan, selain menjadi anak yang sholihah ia menjadi anak yang bertanggung jawab, Insya Allah.

 Baju Menyusui Gamis Menyusui / Khimar Syar’i / Gamis Ibu Menyusui /Gamis Ibu Hamil / Pakaian Menyusui

Bunda, Jangan Katakan 5 Hal Ini Pada Anak

Bunda, Jangan Katakan 5 Hal Ini Pada Anak

Orangtua tentunya adalah Tempat belajar pertama bagi anak-anaknya. Dan pastinya sudah menjadi keinginan dan cita-cita bagi semua orangtua, ingin anaknya nanti menjadi orang yang bermanfaat bagi agama, diri, orangtua, dan lingkungan sekitarnya.

Salah satu cara mendidik anak tentu saja dimulai dari perantara lisan, namun sayangnya banyak ditemukan orangtua khususnya Bunda, yang belum memahami pentingnya menjaga kata-kata di depan anaknya, karena dapat berpengaruh besar pada perkembangan otak, psikologis, bahkan konsep diri anak.

Berikut ini Sofeya rangkum yang sebaiknya tidak perlu dikatakan kepada anak :

1. Memberikan Pernyataan Negatif Pada Diri Anak Bunda

Jenis pernyataan seperti kamu pemalas, kamu bodoh,dan sebagainya itu dapat menyakiti perasaan anak Anda. Ia akan menjadi seperti yang orangtuanya katakan. Sungguh bahaya, mengingat kata-kata seorang Bunda dapat menjadi doa untuk anak-anaknya.

Sebaliknya, katakanlah hal-hal positif kepada anak Bunda. Apabila anak dapat nilai buruk, jangan mengatakan, “Kamu tidak pintar / bodoh!”,Maka katakan jangan putus asa teruslah belajar.Kata kata tersebut dapat meningkatkan semangat anak.

2. Jangan pernah katakan “Jangan Mengganggu, Bunda Sibuk!”

Hal ini memang seperti hal yang normal. Seorang Bunda sibuk memasak di dapurnya. Atau ayah sibuk mengerjakan kantor di rumah. Kemudian ia mengunci diri di kamarnya yang tiba-tiba anaknya datang dan meminta dia untuk sebuah bantuan. Dalam situasi yang sibuk, orang tua dapat berteriak pada anaknya, “Jangan ganggu Bunda/Ayah! Bunda/Ayah sibuk! ”

Apabila hal itu sering di lakukan maka anak akan menjadi berfikir bahwa saat ia dalam kesulitan ia akan berfikir bahwa tidak ada gunanya berbicara dengan orang tua. Kalaupun kondisi bahwa memang sedang benar-benar sibuk, cobalah untuk alihkan perhatian anak agar melakukan kegiatan lain sebelum Bunda membantu anaknya.

3. Jangan Bunda katakan dengan nada keras “Jangan Menangis!”

Berurusan dengan anak kecil yang bertengkar dengan temannya atau merasa kecewa karena perlakuan tertentu mesti dilakukan secara bijaksana. Tidak perlu untuk memarahi atau meminta anak Bunda untuk tidak cengeng. Banyak anak yang mengalami hal tersebut.

Bahwasanya menangis ini sangat diperlukan bagi anak karena ia akan mengekspresikan emosinya. Oleh karena itu, untuk menangani masalah tersebut, akan lebih baik untuk meminta anak Bunda menjelaskan apa yang membuat ia sedih. Apabila ia merasa diperlakukan tidak adil oleh temannya, jelaskan pada mereka bahwa perilaku temanya adalah tidak baik.

4. Jangan Pernah Membanding-bandingkan Anak

“Lihatlah temanmu, dia dapat melakukannya dengan cepat. Mengapa kamu tidak dapat melakukannya juga?”

“Temanmu dapat menggambar bagus, kenapa Kamu tidak bisa?”

Perbandingan cuma akan membuat anak Bunda merasa bingung dan menjadi kurang percaya diri. Anak kecil bahkan mungkin membenci orang tuanya karena ia selalu mendapatkan perlakuan buruk dari perbandingan tersebut terhadap oranglain, sedangkan perkembangan setiap anak itu berbeda.

Daripada membandingkan anak, Alangkah baiknya membantu untuk menyelesaikan persoalan anak Bunda. Misalnya, ketika anak mengalami masalah mengenakan pakaiannya sementara saudaranya dapat melakukannya lebih cepat, orang tua harus membantunya untuk melakukan secara benar.

5. Jangan katakan “Tunggu Ayah Pulang ya! Biar Kamu dihukum ayah”

Ada kalanya seorang Bunda berada di rumah bersama anaknya tetapi tanpa ayahnya. Ketika anaknya melakukan kesalahan, Bunda tidak segera memposthu anaknya tentang kesalahan yang ia buat. Si Bunda hanya mengatakan, “Tunggu sampai ayahmu pulang.” Ini berarti menunggu sampai ayahnya yang akan menghukumnya nanti.

Menunda mengatakan kesalahan cuma akan memperburuk keadaan. Ada kemungkinan bahwa ketika Bunda menceritakan kembali kesalahan yang dilakukan anaknya, Bunda malah membesar-besarkan sehingga anaknya menerima hukuman yang lebih berat dari seharusnya.

Ada kemungkinan juga orang tua menjadi lupa kesalahan anaknya, sehingga kesalahan yang seharusnya dikoreksi terabaikan. Oleh karena itu, alangkah baiknya untuk tidak menunda dalam mengoreksi kesalahan yang dilakukan anak Bunda sebelum menjadi lupa sama sekali.

Baju Menyusui Gamis Menyusui / Khimar Syar’i / Gamis Ibu Menyusui /Gamis Ibu Hamil / Pakaian Menyusui

Sudah Benarkah Keramas Anda Selama Ini? Cek Disini

Sudah Benarkah Keramas Anda Selama Ini? Cek Disini

Semua orang pasti ingin memiliki rambut yang sehat dan indah, bukan? Untuk itu, Bunda perlu merawat dan menjaga kebersihan rambut, salah satunya dengan keramas. Walaupun mudah dan dapat Bunda lakukan di rumah. Namun, tidak semua tahu bagaimana cara keramas yang benar. Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Langkah keramas dengan benar

1. Pilih shampo yang tepat

Tidak semua shampo cocok untuk semua jenis rambut. Bunda perlu berhati-hati memilih shampo sesuai jenis rambut supaya rambut Bunda tidak rusak nantinya. Yang perlu Bunda lakukan adalah kenali jenis rambut dan baca ketentuan dan kandungan shampo pada kemasan. Bila Bunda ragu dengan jenis rambut Bunda, akan lebih baik melakukan konsultasi kepada dokter atau ahli rambut.

2. Basahi rambut

Siapkan air hangat suam-suam kuku untuk membasahi rambut pertama kalinya. Hal ini bertujuan untuk membuka kutikula dan melonggarkan kelenjar minyak pada kulit kepala Bunda. Basahi rambut Bunda secara merata hingga ke sela-sela supaya sisa kotoran dan sebum (minyak) yang dihasilkan oleh kelenjar minyak yang ada di kulit kepala ikut terbawa air.

3. Gunakan shampo secukupnya

Jangan menggunakan shampo terlalu banyak atau juga terlalu sedikit. Sesuaikan kebutuhan shampo yang akan digunakan dengan ketebalan rambut dan panjangnya rambut. Tuangkan shampo pada telapak tangan Bunda, jangan menuangkan shampo langsung pada kepala karena itu akan membuat rambut menjadi kering, seperti dilansir dari WebMD.

4. Teknik keramas

Ketika shampo sudah berada di telapak tangan Bunda, beri sedikit air kemudian gosokkan supaya berbusa dengan gerakan melingkar. Kemudian, ambil posisi membungkuk dengan kepala menunduk ke bawah. Posisi ini meratakan shampo ke seluruh bagian kepala Bunda.

Teknik meratakan shampo adalah dimulai dari bagian ujung rambut Bunda, kemudian beralih ke daerah kepala bagian atas lalu ke arah belakang, barulah sisi kanan dan kiri. Jangan menggosokkan shampo dan jari Bunda ke kulit kepala, sebaliknya Bunda harus memijatnya dengan ujung jari. Memijat membuat nutrisi dari shampo menyerap dengan baik, selain itu tidak membuat busa menjadi menebal sehingga lebih mudah dibersihkan.

5. Bilas rambut

Membilas rambut tidak sama dengan membasahi rambut yang menggunakan air hangat. Membilas rambut lebih baik menggunakan air dingin yang dapat menutup kutikula sehingga menahan nutrisi dari shampo tidak hilang terbilas air dengan menutup kutikula. Bilas rambut sampai benar-benar bersih dan rasa licin hilang. Sebaliknya, membilas rambut sehabis keramas dengan air hangat malah akan membuat rambut menjadi kering.

6. Pakai kondisioner

Setelah selesai dibilas, keringkan rambut Bunda sampai air tidak terus menetes atau lembap. Bunda dapat mengoleskan kondisioner pada ujung-ujung rambut saja. Menggunakan kondisioner memberikan perlindungan tambahan pada rambut.

7. Keringkan pelan-pelan

Hati-hati ketika Bunda mengeringkan rambut yang basah. Jangan digosok atau ditarik-tarik terlalu keras karena hal tersebut dapat merusak rambut dan membuatnya kusut. Tepuk-tepuk pelan dengan handuk kering dan angin-anginkan sampai kering. Bunda juga dapat menggunakan alat pengering rambut (hair dryer), tapi jaraknya jangan terlalu dekat dengan batang rambut.

Seberapa sering saya harus keramas dan kapan waktunya untuk keramas?
Bunda tidak perlu keramas setiap hari. Bila Bunda terus-terusan mencuci rambut, rambut Bunda malah menjadi kering. Seberapa sering Bunda keramas tergantung pada kondisi rambut dan aktivitas Bunda sehari-hari.

Untuk orang yang selalu berkeringat dan membuat rambutnya cenderung lembap maka keramas setiap hari diperbolehkan. Begitu juga dengan yang cenderung berminyak pada rambutnya, keramas lebih sering sangat dianjurkan. Cuaca juga turut berpengaruh, cuaca panas memungkinkan Bunda untuk membersihkan rambut lebih sering.

Untuk rambut normal, Bunda dapat membersihkan rambut seminggu dua kali. Biasanya rambut akan menunjukkan beberapa gejala, seperti terasa lengket dan gatal. Itu adalah pertanda rambut harus dibersihkan.

Baju Menyusui Gamis Menyusui / Khimar Syar’i / Gamis Ibu Menyusui /Gamis Ibu Hamil / Pakaian Menyusui

Fakta Unik Bayi Belajar Bahasa Sejak Dalam Kandungan

Fakta Unik Bayi Belajar Bahasa Sejak Dalam Kandungan

Bayi ternyata sudah dapat mendengar semua suara yang ada di sekitarnya meski masih dalam kandungan. Itu sebabnya segera setelah dilahirkan, bayi dapat membedakan suara Bundanya dengan suara orang lain. Selain belajar mendengar, ternyata bayi belajar bahasa juga, lho, selama di dalam rahim Bunda!

Bayi belajar bahasa sejak dalam kandungan

Salah satu tanda yang dapat Bunda perhatikan untuk mengetahui bahwa malaikat kecil Bunda sudah “ahli” berbahasa sejak dalam kandungan adalah dengan mendengarkan tangisannya. Tangisan adalah bahasa yang digunakan bayi untuk berkomunikasi dengan orang di sekitarnya. Misalnya ketika ia merasa lapar, kedinginan, kesakitan, atau sedang sedih.

Namun ternyata, melodi tangisan setiap bayi itu tidak sama. Dilansir dari Science Daily, Kathleen Wermke, peneliti dari Universitas Wurzburg di Jerman, mengatakan bahwa irama tangisan bayi dapat berbeda-beda karena selama dalam kandungan, ia mendengar aksen Bundanya saat berbicara.

Sumber : hellosehat.com

Penelitian Wermke melibatkan rekaman suara tangis dari 60 bayi sehat selama lima hari setelah kelahiran — 30 bayi berkebangsaan Perancis (dengan bahasa Bunda Perancis) dan 30 bayi berkebangsaan Jerman (dengan bahasa Bunda Jerman). Bayi yang lahir dari Bunda berbahasa Prancis cenderung memiliki melodi tangisan yang tinggi, sedangkan bayi yang lahir dalam keluarga berbahasa Jerman cenderung memiliki melodi tangisan yang rendah.

Penelitian lain juga pernah membandingkan dua kelompok tangisan bayi, yaitu bayi keturunan Cina dan bayi keturunan Jerman. Setelah diamati melodi serta nada tangisannya, hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa tangisan bayi yang berasal dari keturunan Cina memiliki melodi yang lebih bervariasi dibandingkan dengan bayi dari keluarga Jerman.

Hal ini menunjukkan adanya kesamaan dari aksen berbahasa yang sehari-hari dipakai oleh orangtuanya, karena bayi belajar bahasa Bunda sejak masih dalam kandungan. Terlebih, ketika diberikan rangsangan suara dengan bahasa yang digunakan Bundanya sehari-hari, hampir semua bayi merespon aktif. Sedangkan ketika diberikan rangsangan atau stimulasi suara yang menggunakan bahasa asing, bukan bahasa sehari-hari yang ia dengarkan, maka bayi-bayi tersebut tidak menunjukkan respon yang sama.

Sumber : hellosehat.com

Yang didengar bayi selama dalam kandungan tetap diingat sampai dewasa

Bahasa yang didengar selama dalam kandungan pun ikut memengaruhi penyerapan diksi (pemilihan kata), kosakata, serta produksi suara bayi ketika ia besar nanti — meskipun perubahan lingkungan bahasa terjadi sebelum anak-anak dapat berbicara.

Ini dibuktikan dengan suatu penelitian yang mengamati sekelompok orang dewasa keturunan Korea yang lahir dan tumbuh besar di Belanda, tapi tidak dapat berbahasa Korea. Setelah diminta untuk tinggal selama 6-17 bulan di lingkungan khusus dengan orang-orang yang fasih bahasa Korea, pelafalan bahasa Korea mereka jauh lebih lancar daripada pengucapan orang keturunan Belanda asli yang fasih berbahasa Korea.

Dr. Patricia Kuhl di University of Washington mengungkapkan bahwa bayi mampu membedakan semua suara berbeda yang digunakan dalam semua bahasa dunia. Dalam enam bulan pertama kehidupannya, bayi sudah lebih baik dalam membedakan macam-macam suara yang digunakan dalam bahasa mereka sendiri dan menghilangkan ragam suara yang tidak biasa mereka dengar.

Misalnya pada bayi yang tumbuh di negara Jepang, seiring tumbuh kembangnya mereka akan kehilangan kemampuan untuk membedakan “L” dan “R” sehingga semua kata yang mengandung “L” menjadi “R”. Sementara bayi yang tumbuh besar di negara Korea akan cenderung mempertahankan kemampuan pengucapan “tal”, “dal”, dan “ddal”.

Bagaimana cara bayi belajar bahasa dalam kandungan?

Bayi belajar bahasa dimulai dari dalam kandungan, dengan mendengarkan musik atau cara bicara Bundanya. Penelitian yang dilakukan oleh Pacific Lutheran University ini menyatakan bahwa saat usia kehamilan 10 minggu terakhir, bayi yang ada di dalam kandungan mendengar ketka Bunda mengajaknya berkomunikasi, dan saat lahir ia memberikan respon bahwa ia mengerti apa yang dikatakan Bundanya selama di kandungan.

Pasalnya, organ koklea (organ penting dalam indera pendengaran yang ada di telinga) janin sudah mulai berkembang di usia kehamilan 24 minggu dan terus berlanjut sampai kelahirannya. Kemudian, sensor pendengaran dan otak bayi sudah mulai berkembang ketika janin berusia 30 minggu. Mulai dari usia ini, otak bayi sudah mampu membedakan pola suara yang berulang dan menanamkannya pada ingatan sehingga kemudian mereka lontarkan ketika mereka mulai dapat berbicara.

Baju Menyusui Gamis Menyusui / Khimar Syar’i / Gamis Ibu Menyusui /Gamis Ibu Hamil / Pakaian Menyusui