Bunda, Ini Pentingnya Belajar Dalam Mendidik Anak

Bunda, Ini Pentingnya Belajar Dalam Mendidik Anak

Bunda Sholehah, tidak ada yang asing lagi dengan sabda Rasulullah ‘belajar dari ayunan sampai liang lahat’. Hadits ini mendorong setiap muslim untuk terus belajar sampai kapan pun. Belajar ilmu apa pun, pada siapa pun yang memiliki ilmu. Tetapi, Bunda para Bunda kadang lupa, bahwa Bunda pun harus terus belajar dalam menjalankan fungsi utama seorang Bunda sebagai pendidik generasi hingga mereka dewasa.

Jangan Semangat Saat Ia Masih Bayi

Benar, saat buah hati Bunda masih bayi, para Bunda semangat mencari ilmu mengasuh dan merawat buah hati dengan optimal. Semua belajar bagaimana cara mengoptimalkan golden age, masa emas pertumbuhan anak pada tiga tahun pertama kehidupannya. Tetapi, seiring berlalunya masa balita, seringkali para Bunda lupa, untuk terus mengasah diri mengasuh buah hati. Para Bunda menganggap buah hatinya sudah mulai dapat mandiri, apalagi mereka makin jelas menunjukkan memilki keinginan sendiri. Jadilah para Bunda lebih banyak membiarkan buah hati berjalansendiri. Apalagi, para Bunda merasakan adanya kebutuhan beraktualisasi diri karena buah hatinya tidak merepotkan lagi.

Justru inilah pangkal persoalan.

Benar, buah hati tidak merepotkan lagi. Mereka sudah dapat makan sendiri, mandi sendiri, asyik bermain sendiri, ataupun memilih saluran TV nya bahkan menu di gadget. Barangkali juga mereka sudah tidak lagi bermanja pada Bunda ibunya. Tidak lagi merengek minta ikut bila Bunda ada acara. Karena mereka memiliki teman setia setiap saat,yang dapat mereka kendalikan semau mereka. Ya, ada gadget canggih yang dapat menghilangkan kejenuhan, menghilangkan kesendirian mereka. Mereka tak lagi membutuhkan Bunda di sisinya. Inilah justru titik di mana para Bunda dapat menghadapi masalah besar, bahkan dapat jadi terlambat bersikap karena buah hati Bunda sudah dalam cengkeraman bahaya besar.

Baca Juga : Jangan Paksa Anak Penuhi Keinginan Anda, Ini Dampak Buruknya!!

Peran Bunda bukan hanya sebatas masa balita. Tetapi peran Bunda terus melekat dengan segala tanggungjawabnya hingga menghantarakan buah hati Bunda menjadi hamba shalih dan shalihah. Dan keshalihan ini harus terus dipupuk hingga mengalir bersama dengan aliran darah mereka. Keshalihan yang menjadi sikap, kebiasaan bahkan satu keharusan yang diamalkan dengan penuh kesadaran. Dan peran Bunda sangat penting dalam menentukan. Apabila Bunda belajar hanya pada masa batita atau balita saja, bisa jadi Bunda aman sesaat ketika masa mereka tumbuh sebagai anak.

Repot yang lebih besar

Tetapi kerepotan yang jauh lebih besar, yang dapat jadi menguras seluruh energi, bahkan juga perasaan, menanti pada masa yang akan datang, yang Bunda tidak tahu ujungnya. Lihatlah realita yang menyesakkan dada. Pergaulan bebas dengan segala akibat buruknya merajalela. Narkoba tidak lagi dianggap bahaya, bahkan anak-anak usia sekolah dasar pun bisa berteman dengannya. Bullying hingga kekerasan yang menghilangkan nyawa akan semakin membudaya. Itu semua hanyalah sebagian persoalan yang mungkin Bunda hadapi. Dan semua dapat berpangkal dari abainya Bunda sebagai Bunda.

Wahai Bunda, maka teruslah dekap buah hati Bunda dengan perhatian dan kasih sayang sejati. Teruslah dampingi mereka sesuai dengan usianya dan juga sesuai zamannya. Jangan hanya hujani mereka dengan materi, tapi sesungguhnya kering kedekatan dan interaksi hati.

Baca Juga : Bunda, Jangan Katakan 5 Hal Ini Pada Anak

Ikat mereka kedalam cahaya Illahi, agar selalu tertanam dalam hati bahwa mereka adalah hamba Allah yang lemah, sehingga sennatiasa mencari kekuatan kepada Dzat Maha Kuat. Bangun kesadaran tentang hakekat kehidupan, bahwa saat maut menjemput, pengadilan Allah menanti mereka pada penghujungnya, untuk menetapkan hunian akhir sejati, yang kekal selamanya.

Alasan

Karena itu wahai Bunda, teruslah belajar menjadi Bunda, dalam semua tahapan kehidupan buah hati Bunda. Tidak hanya saat bayi, tapi juga masa anak-anak, remaja, dewasa, bahkan sampai memilih pendamping hidupnya, menyiapkan mereka menjadi isteri shalihah dan suami shaleh. Tentu saja setiap masa ada ilmunya. Dan semua ilmu itu sangat istimewa sesuai dengan tahapan hidupnya. Dan ilmu itu harus dicari dengan sepenuh hati, dan juga semangat yang tidak pernah mati. Karena peran inilah yang diwajibkan Allah Pencipta Bunda, dan akan dimintai pertanggungjawaban di akhir nanti. Dan peran ini harus sampai mengantarkan buah hati Bunda menjadi hamba Allah yang shalih shalihah, yang ridha kepada Allah, dan Allah pun ridha kepadanya.Bunda Sholehah, tidak ada yang asing lagi dengan sabda Rasulullah ‘belajar dari ayunan sampai liang lahat’. Hadits ini mendorong setiap muslim untuk terus belajar sampai kapan pun. Belajar ilmu apa pun, bersama siapa pun yang memiliki ilmu. Tetapi, Bunda para Bunda kadang lupa, bahwa Bunda pun harus terus belajar dalam menjalankan fungsi utama seorang Bunda sebagai pendidik generasi hingga mereka dewasa.

Baju Menyusui Gamis Menyusui / Khimar Syar’i / Gamis Ibu Menyusui /Gamis Ibu Hamil / Pakaian Menyusui

Bunda Ini Penting, Ajarkanlah Anak Untuk Berbagi

Bunda Ini Penting, Ajarkanlah Anak Untuk Berbagi

Bunda Sholehah, cara mengajari anak mengenai keuangan tidak cukup dengan belajar mengelola pemasukan dan pengeluaran saja, namun juga dengan memberikan pemahaman tentang makna kebahagiaan dan uang. Seorang anak perlu memahami bagaimana memisahkan arti kebahagiaan dan memiliki banyak uang agar ia dapat mengatur keuangannya di masa depan.

Salah satu cara mengatur dasar keuangan kepada anak, dapat dengan mengajarkan memberi kebahagiaan kepada orang lain. Saat anak dapat memahami bahwa uang yang dimilikinya dapat membantu dan memberikan kebagiaan kepada orang lain, ia akan mulai bahagia tanpa menghamburkan uang. Berikut 5 langkah dalam mengajarkan buah hati dalam memberi:

1. Orang Tua Memulai Duluan

Dilansir dari buku The Straight Talk of Parenting karya Vicki Hoefle, sebelum mengajari anak memberi, ia perlu memiliki pengalaman memegang dan mengambil keputusan atas uangnya sendiri. Setelah itu, ia perlu mendapat pengalaman dari melihat orang tuanya dalam memberi. Ajaklah anak untuk mengantar buah tangan ke tetangga dekat rumah, cara tersebut sudah dapat menjadi pelajaran memberi yang berharga bagi mereka.

2. Bicarakan pada Anak

Selain memberi contoh, lakukanlah pembicaraan kepada anak. Jelaskan mengenai pentingnya saling berbagi dengan sesama. Misalnya, donor darah, menyumbangkan baju atau memberikan makanan kepada kepada tuna wisma.

3. Tanpa Paksaan

Bunda Sholehah, alangkah baiknya jika kita tidak memaksa si buah hati dalam memberi dan jangan tentukan barang apa yang harus diberi. Paksaan hanya membuat ia menjadi malas. Sebaiknya, diskusikan kepada anak cara apa yang mereka ingin lakukan atau barang apa yang ingin diberikan untuk membantu orang lain.

4. Ajaklah ke Bazar Amal

Mengajak anak ke bazar amal terdekat atau mengumpulkan pakaian bekas kepada panitia bazar merupakan salah satu cara dalam mengajari anak memberi. Lalu, bicarakanlah pada anak apa tujuan dari bazar amal tersebut, berapa besar bantuan yang dapat diberikan, dan mengapa kita perlu membantu orang lain.

Bunda Sholehah juga dapat memberi contoh sederhana kepada anak dengan mengemas pakaian layak pakai atau mainan yang sudah tidak digunakan lagi. Ajaklah anak merencanakan kepada siapa barang layak pakai itu diberikan.

5. Memberi Menghasilkan Kebahagiaan

Hal terakhir yang harus Bunda Sholehah lakukan ialah menjelaskan manfaat berbagi. Bahwa memberi juga akan membawa kebaikan bagi anak. Ajaklah anak berdiskusi mengenai bagaimana mainan atau pakaian bekas yang diberikan kepada orang lain sudah dapat memberikan kebahagiaan. Beritahu bila kebahagiaan sebenarnya bersumber dari rasa syukur, bukan dari mahal atau bagusnya barang tersebut.

Dengan menerapkan lima langkah di atas, Bunda Sholehah akan mengajarkan buah hati bahwa beramal tidak harus dilakukan saat peristiwa-peristiwa darurat saja, tapi juga dapat dilakukan kapan pun dan di mana pun. Ketika Bunda Sholehah berbagi terhadap sesama di depan sang buah hati. Hal tersebut juga dapat memberikan pesan penting kepada buah hati bahwa semangat dan niat dalam memberi ialah suatu ibadah.

Sumber : Ummi Online

Baju Menyusui Gamis Menyusui / Khimar Syar’i / Gamis Ibu Menyusui /Gamis Ibu Hamil / Pakaian Menyusui

Tahukah Anda Manfaat Shalat Untuk Ibu Hamil

Tahukah Anda Manfaat Shalat Untuk Ibu Hamil

Pernahkah Bunda bertanya mengapa seorang wanita, masih terus diwajibkan untuk menjalankan kewajiban shalat ketika hamil, namun harus berhenti untuk tidak shalat ketika haid? Secara Logika, hamil itu berat. Ini dia jawaban menurut medis.

Manfaat Wanita Hamil Shalat

Pada saat wanita melaksanakan kewajiban shalat, dalam gerakan sujud dan ruku’ secara alami dapat meningkatkan peredaran darah ke rahim. Karena kebutuhan dari sel rahim dan indung telur seperti sel limpa yang menyedot banyak darah.

Begitu juga saat seorang ibu hamil, rahim membutuhkan darah melimpah agar janin mendapatkan gizi dan untuk membersihkan polusi. Bila seorang ibu hamil menjalankan shalat, aktifitas shalatnya ini dapat membantunya mengantarkan darah yang melimpah kepada janin.

Alasan Wanita Haid Tidak Shalat

Sementara wanita yang haid, bila menunaikan shalat, dapat menyebabkan banyak darah mengalir ke rahimnya. Akibatnya, ia dapat kehilangan darah bersih/baik karena keluar bersama darah haid.

Di masa haid, diperkirakan wanita kehilangan darahnya sebanyak 34 mililiter. Kadar yang sama pada cairan lainnya. Bila wanita haid menunaikan shalat, zat imunitas (kekebalan) di dalam tubuhnya dapat rusak. Sebab sel darah putih berperan sebagai imun dapat hilang terbawa bersama darah haid.

Mengalirnya darah secara umum dapat meningkatkan kemungkinan menularnya penyakit. Namun Allah menjaga wanita haid dari penularan penyakit dengan mengkonsentrasikan sel darah putih di rahim selama masa haid untuk menjaga tubuh dan melawan berbagai penyakit.

Bila seorang wanita shalat saat haid, maka ia dapat kehilangan darah dalam jumlah banyak. Ini berarti dapat kehilangan sel darah putih. Bila ini terjadi maka seluruh organ tubuhnya seperti limpa dan otak dapat terserang penyakit.

Baca Juga : Pakai 6 Cara Ini Agar Anak Mau Berhijab

Hikmah Perintah Dan Larangan

Mungkin inilah hikmah besar di balik larangan syariat untuk wanita haid tidak melaksanakan shalat hingga ia kembali suci. Al-Quran dengan sangat cermat menyebutkan,

“Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran.” Oleh sebab itu, hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci.” (Al-Baqarah: 222).

Disamping itu, gerak fisik saat sujud dan ruku’ semakin menambah aliran darah ke rahim dan dapat hilang percuma. Lebih dari itu, bila wanita haid shalat maka dapat menyebabkan kekurangan zat logam dari tubuh.

Begitu juga dengan larangan shaum pada saat haidh. Para medis menganjurkan ketika dalam keadaan haid, wanita lebih banyak beristirahat dan mengkonsumsi makanan yang bergizi. Ini sejalan dengan larangan untuk shaum, karena menurut medis agar darah dan logam seperti magnesium dan zat besi dalam tubuh yang berharga tidak terbuang percuma.

Dari Abu Said Al-Hudri, Rasulullah SAW bersabda: ”…Bukankah bila (seorang wanita) haid ia tidak shalat dan tidak puasa?” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda,”Kami diperintahkan untuk mengqadla puasa dan tidak mengqadla shalat.”

Betapa banyak tanda-tanda yang Allah SWT berikan kepada umat manusia supaya berpikir. Allah SWT yang begitu penyayangnya terhadap manusia, sehingga segala hal yang Ia perintahkan dan Ia larang pasti ada hikmah atau maksud yang baik di balik semuanya. Maka apalagi yang kita tunggu dan pertimbangkan untuk segera menaati segala aturan yang telah ditentukan oleh-Nya. Wallahu a’lam.

Baju Menyusui Gamis Menyusui / Khimar Syar’i / Gamis Ibu Menyusui /Gamis Ibu Hamil / Pakaian Menyusui

4 Manfaat Air Mawar untuk Kesehatan Tubuh Anda

4 Manfaat Air Mawar untuk Kesehatan Tubuh Anda

Air mawar adalah ekstrak cairan yang terbuat dari air dan rendaman kelopak mawar. Biasanya cairan ini digunakan sebagai parfum karena aromanya yang terasa manis. Meski begitu, air mawar juga bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Apa saja?

Sumber : hellosehat

Berbagai macam manfaat air mawar untuk kesehatan

1. Menjaga kesehatan kulit

Kulit rentan mengalami kerusakan dan penuaan dini akibat paparan sinar UV, bahan kimia, serta polusi. Nah, di sinilah guna air mawar untuk menjaga kesehatan kulit.

Ekstrak mawar alami memiliki sifat antiperadangan yang dapat menenangkan iritasi kulit, misalnya akibat eksim dan rosacea. Terlebih, air estrak mawar dapat mengurangi tampilan garis halus dan keriput di wajah. Tidak mengherankan bila Bunda sering menemukan air mawar sebagai bahan toner dan pembersih muka yang banyak dijual di pasaran, bukan?

2. Mengatasi sakit tenggorokan

Saat sakit tenggorokan, Bunda biasanya akan diberikan resep antibiotik atau obat-obatan lainnya. Namun, Bunda juga dapat mencoba menyeduh kelopak bunga mawar segar untuk dijadikan teh herbal guna mempercepat proses pemulihannya.

Meski belum ada penelitian ilmiah yang mampu membuktikan manfaat air mawar ini, namun sifat peradangannya dipercaya ampuh meredakan gejala sakit tenggorokan. Tapi, ada baiknya Bunda berkonsultasi pada dokter terlebih dahulu mengenai penggunaan air bunga mawar untuk mengobati sakit tenggorokan.

3. Menjaga kesehatan otak dan menghilangkan stres

Menghirup aroma mawar dapat membangkitkan kembali mood yang buruk akibat stres harian. Dilansir dari Medical News Today, beragam penelitian menyatakan bahwa air mawar bersifat menenangkan karena kandungan antidepresan dan antikecemasannya.

Harumnya aroma mawar juga dipercaya memicu rasa kantuk dan efek rileksasi untuk menenangkan pikiran.

4. Untuk kesehatan pencernaan

Minum teh herbal mawar juga telah terbukti memiliki efek menguntungkan pada sistem pencernaan Bunda. Air ekstrak mawar bekerja meningkatkan aliran cairan empedu, yangbisa membantu mengatasi gejala keluhan pencernaan umum, termasuk perut kembung dan sakit perut.

Minum air rendaman kelopak mawar juga dapat berfungsi sebagai pencahar untuk memperlancar urusan BAB Bunda, sekaligus mencegah sembelit.

Jangan sembarangan pakai. Perhatikan juga beberapa hal berikut ini
Sebelum menggunakan air mawar untuk mendapatkan manfaat kesehatannya, ada baiknya Bunda menguji dulu apakah anda memiliki alergi terhadap air wangi ini. Pasalnya, ada beberapa orang yang ternyata memiliki alergi pada tanaman tertentu.

Coba oleskan sedikit air mawar ke punggung tangan atau belakang telinga Bunda. Tunggu selama 24 jam dan perhatikan adakah reaksi alergi yang muncul, seperti kulit memerah, sensasi panas, atau kulit gatal. Bila setelah 24 jam Bunda merasa baik-baik saja, ini tandanya Bunda boleh menggunakan ekstrak mawar ini secara rutin.

Baju Menyusui Gamis Menyusui / Khimar Syar’i / Gamis Ibu Menyusui /Gamis Ibu Hamil / Pakaian Menyusui

Mengenal Keguguran Tanpa Kuretase Dan Perawatannya.

Mengenal Keguguran Tanpa Kuretase Dan Perawatannya.

Keguguran dapat terjadi pada semua kehamilan. Selain menyakitkan, keguguran dapat menyebabkan perdarahan yang sangat luar biasa. Keguguran dibedakan menjadi dua hal, yakni keguguran tanpa kuretase (kuret) dan keguguran dengan kuretase.

Keguguran adalah kematian bayi secara spontan sebelum memasuki minggu ke-20 pada masa kehamilan. Terdapat beragam penyebab keguguran, mulai dari adanya kelainan kromosom sampai janin berhenti tumbuh, terpapar racun, infeksi, gangguan fisik bahkan berat badan berlebih pada ibu hamil, hingga usia ibu hamil yang terlalu muda atau terlalu tua.

Sumber : Alodokter.com

Apakah Setiap Keguguran Harus Dikuretase?

Wanita terkadang tidak menyadari bila dirinya mengalami keguguran. Tapi, sebenarnya ada beberapa tanda yang dapat menandakan keguguran, meliputi:

  • nyeri punggung bagian bawah
  • nyeri perut yang terasa seperti kram
  • terdapat flek (bercak darah) atau jaringan yang keluar dari vagina
  • perdarahan vagina
  • demam
  • tubuh terasa lemas

Bila Bunda mengalami keguguran, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan juga USG. Biasanya, wanita yang mengalami keguguran akan melalui proses kuretase atau kuret. Kuretase atau kuret adalah proses pembersihan isi kandungan di dalam rahim, termasuk janin. Akan tetapi, 50 persen wanita yang mengalami keguguran, tidak perlu menjalani tindakan kuretase.

Keguguran tanpa kuret hanya diperbolehkan bila seluruh isi didalam kandungan sudah keluar dan tidak ada jaringan janin atau plasenta yang tertinggal. Keguguran yang seperti ini dikenal dengan istilah medis abortus komplit.

Pada sebagian besar kasus keguguran, di mana usia kehamilan masih kurang dari 10 minggu, jaringan janin atau plasenta yang tertinggal di dalam rahim akan keluar secara alami dalam waktu satu atau dua minggu. Proses ini dapat juga dibantu dengan pemberian obat-obatan oleh dokter, bila dirasa perlu.

Apabila keguguran terjadi setelah usia kehamilan 10 minggu, sisa jaringan janin lebih berisiko tertinggal di dalam rahim. Maka sebab itu, dibutuhkan prosedur kuretase atau kuret bagaimana untuk mengeluarkannya. Selain untuk membersihkan rahim Bunda dari sisa jaringan janin dan plasenta, kuret bertujuan untuk menghentikan perdarahan serta mencegah infeksi.

Perawatan setelah Mengalami Keguguran

Setelah menjalani proses kuret atau kuretase, Bunda akan memerlukan seseorang untuk menemani Bunda pulang. Mungkin Bunda akan mengalami kram ringan pada perut dan sedikit perdarahan dari vagina selama beberapa hari ke depan. Tapi jangan panik, karena hal itu normal.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu Bunda lakukan setelah menjalani kuret:

Usahakan untuk tidak melakukan aktivitas yang berat dalam waktu 24 jam. Kebanyakan wanita dapat langsung kembali untuk beraktivitas kembali dalam beberapa hari setelah menjalani kuretase.

Minum obat pereda nyeri

Bunda mungkin akan mengalami kram perut dan perdarahan yang ringan selama beberapa hari hingga dua minggu setelah menjalani kuret. Biasanya dokter akan memberikan obat pereda nyeri seperti ibuprofen.

Jangan memasukan apa pun ke dalam vagina Bunda

Setelah melakukan kuret, Bunda tidak disarankan memasukan benda apa pun ke dalam vagina Bunda, termasuk berhubungan seksual, setidaknya selama dua minggu setelah kuret atau hingga perdarahan selesai.

Tidak boleh memakai tampon

Bunda juga tidak diperbolehkan untuk menggunakan tampon sampai Bunda mendapatkan menstruasi. Biasanya menstruasi akan terjadi kembali dalam waktu 2-6 minggu setelah kuret.

Gejala yang perlu Bunda waspadai pasca tindakan kuret, antara lain adalah:

  • Perdarahan lebih dari 2 minggu atau perdarahan yang sangat banyak
  • Keram perut lebih dari 2 minggu
  • Lemas atau pusing
  • Demam
  • Keluarnya cairan vagina yang berbau busuk

Bila terdapat gejala-gejala di atas, Bunda perlu segera memeriksakan diri ke dokter.

Menjaga Kehamilan yang Sehat

Baik keguguran tanpa kuretase maupun dengan kuretase, keduanya tidak sepenuhya dapat dicegah. Tapi, ada beberapa upaya yang dapat Bunda lakukan untuk menurunkan risiko gangguan pada kehamilan Bunda. Beberapa upaya tersebut, di antaranya:

  • Konsumsi makanan sehat yang kaya akan kandungan asam folat dan kalsium.
  • Rutin berolahraga selama hamil. Tapi, tanyakan dulu pada dokter kandungan Bunda mengenai batasan olahraga yang dapat Bunda lakukan.
  • Menjaga berat badan yang sehat, yakni tidak terlalu kurus dan tidak terlalu gemuk.
  • Batasi asupan kafein.
  • Jauhi rokok dan minuman beralkohol.
  • Hindari aktivitas yang dapat menyebabkan cedera atau benturan pada perut Bunda.

Keguguran dapat membahayakan ibu hamil. Oleh karena itu, jagalah selalu kesehatan diri Bunda dan juga bayi Bunda selama masa kehamilan. Segera hubungi dokter bila Bunda mengalami perdarahan, keluar bercak dari vagina, kram dan nyeri perut, serta bila gerakan bayi Bunda terasa berkurang.

Sumber : Alodokter

Baju Menyusui Gamis Menyusui / Khimar Syar’i / Gamis Ibu Menyusui /Gamis Ibu Hamil / Mengenal Keguguran Tanpa Kuretase Dan Perawatannya.

Bahaya Teksoplasma Pada Kehamilan. Begini Cara Melindunginya (Bukan Cuma Dari Kucing Lo)

Bahaya Teksoplasma Pada Kehamilan. Begini Cara Melindunginya (Bukan Cuma Dari Kucing Lo)

Pernahkah Bunda mendengar infeksi toksoplasmosis pada kehamilan? Hati-hati, infeksi tersebut sangat berbahaya bagi janin. Infeksi toksoplasma bisa menimbulkan kebutaan, gangguan saraf, gangguan jantung, bahkan bisa mengganggu perkembangan otak sang buah hati di dalam kandungan. Karena itu, penting bagi Bunda untuk melindungi kehamilan dari bahaya toksoplasma.

Toksoplasmosis merupakan suatu gangguan yang disebabkan oleh protozoa yang dikenal dengan sebutan toxoplasma gondii. Protozoa parasit ini memilki dua siklus hidup. Siklus hidup yang pertama yaitu pada saluran pencernaan kucing, sedangkan siklus yang kedua pada hewan yang terinfeksi dan manusia.

sumber : hellosehat

Apakah wanita hamil yang kena toksoplasmosis akan menunjukkan gejala?

Umumnya pada kebanyakan ibu yang terkena infeksi toksoplasmosis, tidak memiliki gejala apapun. Hanya sebagian kecil yang memiliki gejala seperti kelelahan, demam ringan, dan pembesaran pada kelenjar limfe.

Bagaimana cara penularan toksoplasma?

Toksoplasma ditularkan melalui tiga cara. Pertama yaitu melalui makanan yang belum dimasak sampai matang atau makanan mentah yang terkontaminasi oleh toksoplasma. Kedua yaitu karena adanya paparan dengan kotoran hewan seperti kucing (hewan-hewan lain seperti kambing, domba, dan anjing juga bisa menjadi penyebar jika memakan makanan atau minuman yang mengandung tokosplama dari kotoran kucing). Yang terakhir bisa disebabkan penularan dari ibu hamil ke janin yang dikandungnya.

Tes yang perlu dilakukan sebelum dan saat hamil untuk mengecek toksoplasmosis

Terdapat beberapa tes yang bisa dilakukan untuk mengetahui toksoplasmosis, antara lain tes antibodi Ig M dan Ig G toksoplasma. Saat terjadi infeksi, Ig M akan bisa meingkat dalam waktu 5 hari hingga beberapa minggu, dan mencapai batas puncaknya pada waktu 1-2 bulan. Sedangkan antibodi IgG umumnya muncul lebih lambat dibandingkan IgM. IgG bisa muncul 1-2 minggu setelah infeksi dan mencapai batas puncaknya dalam waktu 12 minggu hingga 6 bulan sesudah infeksi akut. Hasil tes positif terhadap IgG dan negatif IgM, menunjukkan adanya proses infeksi yang telah lama terjadi.

Jika Bunda sudah hamil, selain tes antibodi toksoplasmosis, Bunda juga bisa melakukan tes yang dikenal dengan sebutan amniosentesis. Tes ini dilakukan dengan melihat apakah terdapat t. gondii pada cairan ketuban Bunda. Namun, metode tes ini tidak bisa dilakukan jika usia kehamilan kurang dari 18 minggu atau kurang dari 4 minggu sesudah ibu dinyatakan mengalami toksoplasma, karena bisa menyebabkan hasil menjadi positif palsu.

Jika hasil tes positif dan belum hamil, pengobatan apa yang bisa dilakukan?

Jika anda telah mengalami toksoplasmosis sebelum hamil, sebenarnya ketika Bunda hamil janin akan terlindungi oleh imun tubuh Bunda. Namun, jika Bunda terinfeksi saat hamil atau baru saja terinfeksi beberapa saat sebelum hamil, Bunda bisa menularkan infeksi ini kepada janin sehingga menimbulkan gangguan mata dan otak pada janin. Maka, menurut para ahli sebaiknya jika Bunda terinfeksi toksoplasmosis, ada baiknya jika Bunda menunda kehamilan selama 6 bulan sampai benar-benar sembuh.

Jika Bunda terdiagnosis toksoplasmosis sebelum hamil,maka dokter akan menyarankan pengobatan toksoplasma berupa kombinasi antara obat pyrimethamine dan sulfadiazine dengan tambahan leucovorin untuk mencegah toksisitas hematologi akibat pyrimethamine pada Bunda.

Obat-obatan ini merupakan obat lini pertama. Jika Bunda memiliki alergi terhadap obat yang mengandung sulfa, sulfadiazine bisa diganti dengan menggunakan klindamisin. Penggunaan azitromicin juga bisa digunakan sebagai salah satu obat kombinasi pada terapi, jika Bunda megalami kontraindikasi pada obat pilihan lini pertama. Terapi pengobatan terhadap toksoplasmosis bisa dikonsumsi selama 6 minggu atau tergantung anjuran dokter masing-masing.

Jika sudah hamil dan ternyata kena toksoplasmosis, apa yang harus dilakukan?

Ada dua alternatif pengobatan untuk melawan bahaya toksoplasma. Pemilihan obat ditentukan oleh apakah janin telah terinfeksi atau tidak. Jika janin belum terinfeksi, bisa diberikan obat spiramycin. Obat ini bertujuan untuk mencegah penularan dari ibu ke janin melalui plasenta.

Namun, jika janin sudah terinfeksi, maka terdapat pilihan obat pyrimethamine dan sulfadiazine. Pyrimethamine merupakan antagonis dari asam folat. Namun, pilihan obat ini tidak dianjurkan pada usia kandungan 3 bulan pertama, karena bisa beracun bagi janin.

Mencegah bahaya toksoplasma pada kehamilan

Guna melindungi kehamilan, ibu hamil, dan bayi dalam kandungan dari bahaya toksoplasma, pastikan Bunda sudah melakukan langkah-langkah penting berikut ini.

  • Rutin skrining dan periksa ke dokter untuk memastikan bahwa tidak ada toksoplasmosis selama hamil.
  • Gunakan sarung tangan dan jagalah kebersihan tangan dan kuku, terutama jika harus terkena paparan benda yang berpotensi terkena kotoran hewan seperti tanah, pasir, dan sebagainya.
  • Kurangi paparan langsung dengan hewan. Jika Bunda memelihara hewan dan diharuskan membuang kotorannya, gunakanlah sarung tangan.
  • Selalu cuci tangan dan kuku Bunda. Apalagi setelah bermain dengan hewan peliharaan atau membersihkan area hewan.
  • Makanlah makanan yang matang (sudah dimasak pada suhu lebih dari 70 derajat Celsius), atau jika Bunda ingin mengonsumsi makanan atau daging yang sudah didinginkan, pilih yang sudah dibekukan hingga suhu -20 derajat Celsius. Suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin mampu membunuh T. gondii.
  • Bersihkan semua peralatan di rumah yang pernah menyentuh daging mentah. Misalnya talenan, pisau, atau piring.
  • Jangan mengonsumsi telur mentah atau susu yang belum diolah.
  • Cuci bersih dahulu semua buah dan sayur yang akan dikonsumsi tanpa dimasak.
  • Pastikan air minum yang Bunda konsumsi itu bersih, jangan sampai tercemar dengan ookista t. gondii
  • Perlu diperhatikan bahwa menyimpan makanan di kulkas, memasak dengan menggunakan microwave, dan mengonsumsi daging asap atau daging yang dikeringkan tidak bisa membunuh parasit sehingga tak menjamin makanan bebas parasit.

Sofeya Gamis Menyusui / Khimar Syar’i / Gamis Ibu Menyusui /Gamis Ibu Hamil / Bahaya Teksoplasma Pada Kehamilan. Begini Cara Melindunginya (Bukan Cuma Dari Kucing Lo)

5 Tanda Gerakan Bayi Dalam Kandungan Menjelang Persalinan!!

5 Tanda Gerakan Bayi Dalam Kandungan Menjelang Persalinan!!

Sekitar satu sampai empat minggu sebelum hari-H persalinan, Bunda mulai dapat merasakan gerakan bayi dalam kandungan yang lebih aktif. Ini berarti bayi sedang memutar tubuhnya untuk memosisikan kepala agar berada di bawah mendekati jalur lahir. Gerak bayi yang merosot turun ke panggul ini disebut dengan dropping atau lightening. Begini tahapan pergerakannya sampai ia siap menyapa dunia.

Kapan gerakan bayi dalam kandungan mulai terlihat sebelum persalinan?

Selama masa kehamilan, posisi bayi meringkuk dengan kepala di atas dekat dada ibu dan kakinya di bawah. Beberapa bayi dapat dalam posisi melintang — tegak lurus dengan jalan lahir. Semua ini adalah hal yang wajar dan tidak membahayakan, karena bayi dapat bergerak untuk memutar posisinya agar dapat menyembul keluar dengan kepala lebih dulu.

Hal ini dimungkinkan karena kontraksi otot sehingga melebarkan rahim ibu. Gerakan bayi dalam kandungan untuk bersiap-siap lahir dimulai dari kepala bayi berada di atas panggul, kemudian turun ke daerah panggul, dan akhirnya berada di daerah tulang kemaluan.

Gerakan dropping atau lightening ini mulai terjadi di trimester ketiga kehamilan, sekitar di bulan ketujuh. Pada kehamilan kembar, gerak bayi mungkin dapat terjadi lebih awal karena posisi salah satu bayi berada lebih rendah di perut sang ibu.

Pada beberapa wanita hamil, gerak bayi dalam kandungan ini dapat terjadi beberapa jam sebelum persalinan. Untuk calon ibu pertama, kemerosotan ini mungkin terjadi di detik-detik akhir menjelang persalinan atau saat persalinan dimulai.

Tanda-tanda bayi sudah mulai merosot untuk bersiap lahir

Dilansir dari Live Strong, ada beberapa tanda yang dapat Bunda rasakan dan perhatikan ketika gerakan bayi dalam kandungan sudah bersiap untuk menghadapi persalinan:

1. Perubahan pada perut
Tanda-tanda awal gerak bayi untuk bersiap lahir adalah perubahan bentuk perut yang menggantung lebih rendah karena kepala bayi sudah bergerak ke bawah tulang panggul. Saat duduk, bayi terasa ada di pangkuan.

2. Bernapas jadi lebih mudah
Pada trimester kehamilan terakhir, banyak wanita yang merasa sesak napas akibat bertambah besarnya kandungan. Hal ini juga dipengaruhi oleh posisi awal bayi yang ada di bawah tulang rusuk ibu sehingga menekan paru-paru dan membuat Bunda sulit bernapas.

Namun, kondisi ini akan mereda setelah posisi bayi berada pada posisi siap lahir dengan kepala di bawah. Setelah merosot turun, kepala bayi akan berada di bawah dekat daerah panggul paling dekat dengan jalur lahir dengan wajah menghadap punggung ibu dan dagu menempel di dada.

Perubahan gerak bayi dalam kandungan ini mengangkat tekanan pada paru sehingga Bunda dapat bernapas lebih mudah.

3. Nafsu makan meningkat
Banyak ibu hamil yang merasa nafsu makannya menurun selama trimester ketiga. Namun, setelah bayi mengalami dropping atau lightening, tekanan pada paru-paru dan perut juga berkurang. Hal ini berefek pada nafsu makan sang ibu. Tingkat keparahan dan frekuensi maag juga berkurang saat bayi mengalami pergerakan ini.

4. Sering buang air kecil
Ketika gerakan bayi dalam kandung sudah berputar ke bawah, perubahan ini akan menekan daerah panggul dan sekitar kandung kemih Bunda sehingga membuat Bunda sering buang air kecil.

5. Nyeri panggul
Selain tanda-tanda di atas, ada satu tanda dapat Bunda rasakan yaitu nyeri di derah panggul. Hal ini normal terjadi karena bayi yang ada dalam perut Bunda sedang menyesuaikan diri dengan posisi barunya.

Namun, jika nyeri terjadi secara konstan dan teratur, disertai demam, pendarahan, dan dehidrasi segera periksakan kehamilan Bunda pada dokter.

Sofeya Gamis Menyusui / Khimar Syar’i / Gamis Ibu Menyusui /5 Tanda Gerakan Bayi Dalam Kandungan Menjelang Persalinan!!

Kenapa Perut Saya Tidak Besar Ketika Hamil?

Kenapa Perut Saya Tidak Besar Ketika Hamil?

Pastinya Bunda sudah sering melihat orang hamil. Yang paling terlihat dari ibu hamil adalah perutnya yang besar. Tapi, tidak jarang juga Bunda menemukan perut ibu hamil kecil dibandingkan dengan ibu hamil lainnya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Dan, apakah ini normal?

Mengapa perut saya lebih kecil dibanding ibu hamil lainnya?

Besar perut ibu hamil bisa berbeda, ada yang besar sekali dan juga ada yang tidak terlihat bahwa ia sedang hamil. Jadi, Bunda tidak perlu membandingkan antar ibu hamil. Sebenarnya, tidak ada ukuran pasti berapa seharusnya besar perut ibu hamil dan ukuran perut ibu hamil ini tidak selamanya menunjukkan berat janin Bunda.

Perut ibu hamil kecil biasanya disebabkan oleh hal-hal berikut ini.

Merupakan kehamilan pertama Bunda. Pada umumnya, ibu yang baru pertama kali hamil akan menunjukkan pembesaran perutnya lebih lambat. Hal ini karena otot-otot perut ibu masih sangat kencang dan belum pernah melebar sebelumnya. Sehingga, ibu baru mungkin akan menunjukkan perut yang lebih kecil.

Tinggi badan ibu. Wanita yang tinggi atau yang mempunyai sumbu tubuh yang panjang juga lebih sering memiliki perut yang kecil. Hal ini disebabkan karena mereka lebih banyak memiliki ruang untuk bayi mereka untuk berkembang dan memanjang. Sehingga, perut ibu tidak didorong jauh ke depan.

Posisi bayi. Bagaimana posisi bayi Bunda di dalam rahim turut memengaruhi bagaimana perut Bunda terlihat. Pergerakan bayi dalam rahim bisa mengubah bentuk perut Bunda, bisa terlihat lebih kecil atau lebih besar. Pergerakan bayi dan perubahan posisi bayi secara teratur biasanya meningkat pada usia kehamilan 32-34 minggu.

Rahim menggeser usus. Rahim yang terus membesar bisa mendorong usus Bunda ke atas dan ke belakang. Hal ini membuat perut Bunda terlihat lebih kecil. Berbeda jika usus didorong di sekitar sisi rahim, ini akan membuat perut ibu hamil terlihat lebih bulat dan lebih besar.

Jumlah janin yang ada di rahim ibu. Tentunya, perut ibu akan terlihat lebih besar jika ia sedang mengandung anak kembar. Sedangkan, ibu hamil yang mengandung satu anak tentu perutnya akan terlihat lebih kecil.

Jumlah cairan ketuban. Jumlah cairan ketuban juga bisa memengaruhi besar perut ibu hamil. Cairan ketuban yang berjumlah lebih banyak tentu membuat perut ibu hamil terlihat lebih besar. Sedangkan, cairan ketuban yang lebih sedikit membuat perut ibu hamil lebih kecil.

Perut ibu hamil kecil, apakah normal?

Bunda tidak perlu khawatir tentang perut yang kecil selama kehamilan. Selagi dokter Bunda mengatakan bayi Bunda berkembang dengan baik di dalam kandungan dan berat badan Bunda berada dalam rentang yang normal, perut ibu hamil kecil adalah hal yang normal. Tidak selamanya perut Bunda yang kecil menunjukkan bahwa bayi Bunda tidak normal atau ukuran bayi Bunda kecil.

Dokter akan memeriksa kondisi kehamilan Bunda setiap Bunda melakukan pemeriksaan kehamilan. Pada trimester pertama, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan panggul untuk mengetahui ukuran rahim Bunda yang tumbuh dan melakukan USG untuk melihat sudah seberapa besar bayi Bunda. Biasanya, Bunda baru akan melihat tonjolan perut Bunda pada usia kehamilan antara 12-16 minggu. Beberapa dari Bunda mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk melihat perut membesar.

Sofeya Gamis Menyusui / Khimar Syar’i / Gamis Ibu Menyusui /Kenapa Perut Saya Tidak Besar Ketika Hamil? 

Gamis Menyusui Jasmine

Gamis Menyusui Jasmine

Sudah banyak trend trend di dunia fashion saat ini. Beberapa ahli designer telah menciptakan pakaian yang mengarah dengan trend masa kini. Di lain sisi di jaman ini banyak desainer yang lalai akan membuat design untuk kebutuhan bunda yang sedang menyusui. Namun, SOFEYA telah hadir untuk memenuhi  beberapa keinginanan dan masalah di atas.

Yaitu Gamis Menyusui, gamis ini di desain dengan sangat rapi dan dengan model yang kekinian untuk bunda bunda yang ingin tetap menjaga penampilannya walaupun saat sedang menyusui maupun tidak. Karena gamis ini di desain untuk multifungsi sehingga bunda sudah tidak menyusui tetap bisa di gunakan. Tanpa mengkhawatirkan akses menyusuinya.

 

Description

Gamis Menyusui Jasmine dari sofeya ini sangat cocok bagi Anda yang ingin tampil cantik walaupun sedang menyusui sang buah hati. Dengan penjelasan produk sebagai berikut :

  • Material Roberto Cavalli mix biante ( Glossy, adem, tidak menerawang )
  • Akses menyusui dibalik motif ( kanan dan kiri ) , tanpa kancing tanpa resleting
  • Rok A line ( 2.5 meter )
  • Wudhu friendly
  • Ada layer motif panjang dibagian depan dada sampai mata kaki
  • Size M, L, XL
  • Warna : Broken White

🌷Tersedia 4 seri warna :

 

Harga

Rp. 275.000

Untuk harga di atas masih terbilang terjangkau untuk mendapatkan Gamis Menyusui Cantik ini karena dari pertimbangan bahan yang digunakan sangat premium dan nyaman digunakan oleh bunda.

Cara Pemesanan

Untuk cara pemesanan sangat lah mudah bund. Bunda bisa menghubungi CS atau Belanja Online Via Website dimana bunda bisa tahu ketersediaan stoknya.

  1. Cara Pemesanan Via Website Klik Disini : Cara Pemesanan Via Website Sofeya
  2. Cara Pemesanan Via CS Hubungi  ke nomor WA :  0822 4390 9888

Sofeya Gamis Menyusui / Khimar Syar’i / Gamis Ibu Menyusui /Gamis Menyusui Jasmine

Benarkah Makanan Pedas Melancarkan Persalinan

Benarkah Makanan Pedas Melancarkan Persalinan

Jika Bunda hamil tak kunjung menunjukkan tanda melahirkan, padahal sudah waktunya, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memicu persalinan. Salah satunya adalah dengan makan makanan pedas. Apa kata dunia medis soal bisik tetangga yang bilang bahwa makanan pedas memicu persalinan?

Benarkah makanan pedas memicu persalinan?

Banyak perempuan yang percaya bahwa makan makanan pedas memicu persalinan. Makanan pedas pada umumnya membuat perut sakit dan mulas, sehingga dipercaya dapat merangsang datangnya kontraksi tanda melahirkan. Makanan pedas juga disinyalir dapat menyebabkan tubuh melepaskan hormon prostaglandin melalui proses pencernaan, yang akan memicu kontraksi pada rahim.

Namun, teori yang mengatakan bahwa makanan pedas dapat mempercepat kelahiran ini ditolak mentah-mentah oleh dunia kedokteran. Dilansir dari WebMD, Tery Harper, MD, pakar pengobatan Bunda dan anak, bahkan mengatakan bahwa tidak ada hubungannya antara makanan yang tersimpan di lambung dengan kerja otot rahim untuk berkontraksi. “Sampai saat ini, masih belum ada satupun studi ilmiah yang dapat membuktikan kalau makanan pedas dapat memicu persalinan,” tandas Harper.

Pernyataan ini pun diamini oleh Elizabeth Stein, seorang bidan di New York. Stein mengatakan, “Tidak ada cara alami yang membuktikan efektif dan aman untuk mempercepat persalinan.” Tidak ada makanan manapun yang dapat mendorong terjadinya persalinan. Satu-satunya cara yang dapat diandalkan untuk mempercepat kelahiran anak adalah dengan induksi medis di rumah sakit yang melibatkan obat-obatan.

Lantas, kenapa banyak perempuan yang menggosipkan bahwa makanan pedas dapat memicu persalinan? Hal ini mungkin berasal dari sugesti. Beberapa orang dapat mengalami kram perut sehabis makan makanan pedas, yang seringnya dianggap sebagai tanda awal kontraksi. Padahal, kram perut ini disebabkan oleh penumpukan gas dari gejala maag dan refluks asam lambung. Kedua hal ini merupakan masalah yang umum terjadi pada orang-orang yang mengonsumsi makanan pedas, terutama jika perutnya memang sensitif.

Jadi, apakah Bunda hamil tidak boleh makan pedas?

Jika Bunda ingin tetap mencoba, tidak ada salahnya. Yang harus Bunda perhatikan adalah porsinya. Jangan terlalu banyak, sampai usaha coba-coba Bunda malah menyebabkan perut terasa mulas atau bahkan diare.

Berikut beberapa tips bila Bunda ingin mengonsumsi makanan pedas, seperti:

Dampingi makanan pedas dengan satu gelas susu untuk membantu meminimalkan rasa panas dalam perut.
Satu sendok makan madu juga dapat membantu mencegah mulas setelah mengonsumsi makanan pedas.

Namun, penting untuk Bunda ketahui bahwa menghindari makanan pedas tentu menjadi langkah terbaik Bunda untuk menjaga kesehatan Bunda dan janin Bunda. Tetap konsumsi makanan yang direkomendasikan oleh dokter agar nutrisi Bunda dan janin Bunda tetap tercukupi dengan baik.

Sofeya Gamis Menyusui / Khimar Syar’i / Gamis Ibu Menyusui / Benarkah Makanan Pedas Dapat Perlancar Persalinan