Blog
Spread the love

Olahraga mendatangkan begitu banyak manfaat kesehatan bagi setiap orang. Tidak terkecuali ibu hamil. Ibu hamil yang rajin berolahraga dapat mencegah bayi terserang penyakit kronis saat dewasa nanti. Olahraga saat hamil juga menurunkan risiko komplikasi kehamilan, seperti diabetes gestasional dan preeklampsia. Tentunya, tidak semua jenis olahraga aman untuk dilakukan oleh ibu hamil. Bagaimana dengan berenang saat hamil? Simak ulasannya di bawah ini.

Apa boleh berenang saat hamil?

Alison Bourne, seorang ahli fisioterapis, mengatakan bahwa berenang saat hamil itu aman dan diperbolehkan. Dilansir dalam laman Livestrong, dr. Mark Nieuwenhujisen dari Imperial Collage London mengatkaan bahwa belum ada bukti ilmiah yang mampu menunjukan bahwa kandungan kaporit dan bahan kimia lainnya dapat merugikan kesehatan ibu hamil.

Sama seperti jenis olahraga lainnya, berenang membantu menjaga kebugaran tubuh dan menyediakan cukup energi. Terlebih, berenang melatih semua kerja otot tubuh, sehingga membuat Bunda tidak mudah lelah karena Bunda tidak perlu menguras banyak tenaga untuk beraktivitas.

Berenang bahkan dikatakan sebagai jenis olahraga yang aman untuk ibu hamil karena gerakan renang tidak memberatkan persendian tubuh dan juga otot-otot tulang belakang. Selain itu, berolahraga di air minum risiko terjatuh akibat keseimbangan tubuh saat hamil yang lebih rentan dari biasanya. Berenang saat hamil pun dapat membuat tidur lebih nyenyak.

Yang penting, pastikan untuk memeriksakan diri ke dokter sebelum memulai aktivitas baru apapun saat hamil.

Tips persiapan renang untuk ibu hamil

Konsultasikan dahulu kondisi Bunda dengan dokter kandungan apabila ingin mulai rutin berenang saat hamil. Apabila dokter sudah memberikan lampu hijau, maka tidak perlu ragu lagi untuk segera nyebur ke kolam renang terdekat. Apabila kebugaran tubuh Bunda sebelum dan selama hamil terbilang baik, idealnya Bunda boleh berenang minimal 30 menit sehari.

Akan tetapi, ceritanya sedikit berbeda Apabila Bunda adalah seorang pemula. Apabila Bunda belum pernah berenang sebelumnya, sebaiknya minta pendampingan dari instruktur renang yang terpercaya dan lakukan berenang dengan perlahan.

Sebaiknya berenang pada waktu pagi hari agar dapat menetralkan rasa mual dan meningkatkan kekuatan tubuh. Pastikan juga Bunda melakukan pemanasan dan pendinginan yang tepat untuk mencegah terjadinya keram otot atau cedera saat berolahraga.

Jangan lupa, meskipun tidak terasa berkeringat Bunda tetap harus menambahkan jumlah air putih Bunda saat berenang. Minumlah 1 gelas air tiap 20 menit Bunda berenang, dan minimal segelas air putih setelah Bunda selesai keluar dari dalam kolam renang. Jumlah air yang dibutuhkan tentunya akan semakin banyak Apabila cuaca semakin panas.

Gaya renang apa yang cocok untuk ibu hamil?

Selama trimester pertama, pada dasarnya Bunda boleh berenang dengan gaya renang apapun yang paling Bunda kuasai dan menurut Bunda nyaman. Namun masuk di trimester dua, ibu hamil biasanya sudah memiliki ukuran tubuh yang semakin besar dan berat. Gaya punggung dengan telentang di air dapat menjadi salah satu gerakan yang baik dilakukan ibu hamil selama trimester kedua.

Sementara itu, gaya dada merupakan pilihan gaya renang terbaik dan paling bermanfaat bagi ibu hamil yang sudah menginjak trimester akhir. Pasalnya, gaya dada akan membantu memanjangkan otot dada dan mengurangi tekanan pada otot punggung. Sebaiknya hindari gaya punggung saat waktu kelahiran semakin dekat.

Meski berenang adalah pilihan olahraga yang aman untuk ibu hamil, jangan lupa juga untuk tetap berhati-hati saat keluar dari kolam renang untuk menghindari risiko jatuh terpeleset dan tenggelam.

Segera hentikan berenang saat hamil Apabila Bunda mengalami tanda-tanda ini
Apabila Bunda mengalami hal-hal di bawah ini ketika berenang saat hamil, sebaiknya berhenti melakukanya. Gejala-gejala yang perlu Bunda waspadai seperti:

  • Sulit bernapas, kepala nyeri
  • Detak jantung terasa sangat kencang dan tidak teratur
  • Kontraksi rahim
  • Nyeri perut
  • Perdarahan dari vagina
  • Dehidrasi

Jangan lupa untuk selalu konsultasikan aktivitas apa yang akan Bunda lakukan ke dokter kandungan Bunda.

Sumber artikel : Hello Sehat

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.